Nurul Izzati Santriwati Al-Aziziyah Meninggal, Ibu Korban: Dipukul Tiga Orang

MATARAM–Santriwati Ponpes Al-Aziziyah Gunungsari, Lombok Barat berinisial Nurul Izzati (13), korban dugaan penganiayaan sesama santriwati dinyatakan meninggal dunia di RSUD dr Raden Soedjono Selong, Sabtu pagi (29/6).

Pihak keluarga korban membawa jenazah Nurul Izzati ke RS Bhayangkara untuk diautopsi. Ibu kandung Nurul Izzati buka suara terkait apa yang dialami anak tunggalnya tersebut.

Sebelum Nurul Izzati koma, sempat menyampaikan ke pihak keluarga bahwa dirinya telah dipukul.

“Awalnya kami berpikir bahwa mungkin masalah lambung, tapi lambungnya oke. Tapi kalau dipukul kami baru tahu, lebih jelasnya hari Minggu (23/6) kemarin, baru bapaknya kasih tahu kalau dia dipukul tiga orang,” cerita Raudah (50), ibu kandung Nurul Izzati saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara, Sabtu (29/6).

Nurul Izzati menyampaikan dirinya dipukul sesama santriwati tersebut sebelum koma di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Raden Soedjono Selong, Lotim. Namun sayang, Nurul Izzati tidak sempat membuka identitas tiga orang yang memukulnya itu. Meskipun pihak ponpes sebelumnya membantah bahwa tidak ada aksi dugaan penganiayaan yang terjadi di lingkungan ponpes.

Baca Juga :  Jenazah Santriwati Al-Aziziyah yang Diduga Dianiaya Siap Diautopsi

“Dia sempat bicara soal itu sebelum koma. Tapi tidak sempat ngasih tahu siapa dan di mana itu tidak dikasih tahu,” katanya dengan mata kesedihan.

Raudah tiba di RSUD dr Raden Soedjono Selong Jumat (28/6) kemarin, setelah menempuh perjalanan dari Kabupaten Ende, NTT Kamis (27/6) pagi.

Ia sempat bertemu dan mengajak anak tunggalnya tersebut mengobrol. Tetapi sayang, kondisi korban yang sudah dipasangkan alat ventilator tidak merespons.

“Sejak pertama itu (bertemu) dia tidak ada respons. Sejak pertama kali ketemu dia sudah kritis. Dia dibantu dengan alat, mulai dari ventilator dan lainnya. Sampai jantungnya berdenyut karena alatnya,” sebutnya.

Saat ini Nurul Izzati kelas 7. Raudah mengungkap anaknya sering menelepon ke keluarga ketika masuk semester dua. Korban selalu minta pulang.

Baca Juga :  Ayah Korban Ungkap Diajak Berdamai, Pihak Ponpes: Hanya Datang Mendoakan

“Setiap kali menelepon sekali seminggu selalu minta pulang, alasannya air kamar mandinya kotor,” ungkapnya.

Hanya itu alasan korban, korban tidak pernah mengatakan alasannya pulang lantaran karena sakit ataupun mendapatkan kekerasan.

Pihak keluarga mengetahui korban sakit ketika mendapatkan kabar dari anak sepupunya yang juga mengenyam pendidikan di Ponpes Al-Aziziyah. Bahwa Nurul Izzati sedang sakit.

“Akhirnya, besoknya saya WhatsApp penjaga asrama, dia (penjaga asrama) mengatakan (Nurul Izzati) baik-baik saja. Tidak bilang lagi sakit,” katanya.

Termasuk soal benjolan atau sejenis jerawat yang sedang dialami Nurul Izzati. Penjaga asrama tidak memberitahunya.

Ia hanya diberitahukan jika Nurul Izzati sedang sakit dan sudah dibawa berobat ke klinik. “Cuma itu aja, tidak dijelaskan sakitnya kenapa,” ujarnya. (sid)

Komentar Anda