Merasakan Khasiat Minyak Jaran Buatan Warga Desa Peresak Sakra

Ramuan Daging Kuda, Khasiatnya Bisa Kembalikan Stamina

TUNJUKKAN: Kepala Desa Peresak, Muhamad Tanhuji menunjukkan Minyak Jaran buatan warganya yang sudah dibuat turun temurun. (Janwari Irwan/Radar Lombok)
TUNJUKKAN: Kepala Desa Peresak, Muhamad Tanhuji menunjukkan Minyak Jaran buatan warganya yang sudah dibuat turun temurun. (Janwari Irwan/Radar Lombok)

Obat herbal banyak ditemukan masyarakat dari bahan alami. Salah satunya adalah Minyak Jaran yang ditemukan leluhur Warga Desa Peresak Kecamatan Sakra Kabupaten Lombok Timur.


JANWARI IRWAN – LOMBOK TIMUR


DESA Peresak merupakan desa pemekaran dari Desa Kabar Kecamatan Sakra Kabupaten Lombok Timur. Di samping masyarakatnya mayoritas bekerja sebagai pengusaha, warga Desa Peresak juga memiliki kelebihan sebagai pembuat minyak obat. Minyak itu pertama kali ditemukan leluhur warga Desa Peresak pada zaman kolonial Belanda.

Resep obat herbal itu kemudian turun temurun dibuat oleh mamsyarakat setempat. Penemuan Minyak Jaran ini pertama kali sejak Indonesia masih dijajah kolonial Belanda. Kala itu, masyarakat dipaksa bekerja sehari-hari oleh negara yang menajajah Indonesia.

Dengan tenaga yang terkuras, makanan yang sedikit tanpa adanya vitamin tambahan pada saat itu, para sesepuh kemudian mencari cara agar dapat meningkatkan staminanya saat mereka bekerja. Akhirnya, para leluhur menemukan cara yaitu dengan meramu daging kuda (jaran) yang diambil minyaknya. “Penemuan minyak ini tentunya bukan secara instan, tetapi melalui beberapa proses yang dilakukan oleh leluhur kita,”terang Kepala Desa Peresak ,Muhamad Tahnuji kepada Radar Lombok, Selasa (15/9).

Dalam pembuatan Minyak Jaran, ini katanya, tentunya bukan sembarang bahan yang bisa digunakan. Tetapi ada beberapa bagian daging kuda yang diambil yang tentunya dipercaya bisa menopang tenaga bagi masyarakat yang menerimana. Seperti daging tengkuk kuda, daging kaki kanan bagian depan,  dan beberapa bagian yang tentunya menjadi rahasia warisan leluhur.

Setelah itu, sambungnya, minyak ini diolah dari bahan alami tradisional. Yakni dari kulit pohon tertentu yang dicampur jahe dan rempah-rempah tradisional. Dinamakan Minyak Jaran lantaran bahan-bahan alami tersebut memang diolah bersama lemak kuda pilihan. Temuan Minyak Jaran hasil akhir olahan ini berupa minyak yang dikemas secara modren.“Khasiaynya bagi warga dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, menyembuhkan sakit pinggang, meningkatkan imun tubuh, termasuk membangkitkan hubungan suami istri,”terang kata Tahnuji.

Dia menuturkan, obat herbal ini diproduksi satu dalam sepekan. Menyesuaikan dengan pesanan dan permintaan. Dalam satu botol ukuran 60 mililiter dihargakan Rp 30 ribu. Sementara botol ukuran 210 mililiter dijual Rp 125 ribu. Melihat dari harga ini, katanya, sebenarnya jauh lebih murah dari pada khasiat yang ada pada Minyak Jaran. “Jika ingin digunakan untuk meningkatkan hubungan suami isri, maka harus dicampur dengan kuning telur ayam kampung,’’jelasnya.

Keberadaan Minyak Jaran ini, katanya, pada saat ini sudah banyak yang memesan. Bahkan pesanan Minyak Jaran yang ada sejak zaman kolonial Belanda ini dipesan dari luar daerah di Indonesia. “Silakan bagi yang mau pesan, obat ini sudah kami masukkan ke dalam BUMDes sebagai pendapatan desa. Dan, bagi yang ingin silakan hubungi nomor 085934767683,”kata mempromosikan.

Tahnuji mengatakan, membuat Minyak Jaran ini dalam jumlah banyak sebagai PADes atas saran Camat Sakra, Ahmad Sakra. Hal ini berdasarkan khasiat bagi orang yang meminum Minyak Jaran dan banyaknya masyarakat yang meminta. “Alhamdulillah, saran dari camat benar-benar berjalan, dan alhamdulillah sekarang mulai lancar,”pungkasnya.(**)