Mengenal Indra Irawan LM, Pemilik Media Online Kabar Media Citra

Dari Marketing Farmasi Sampai Mendirikan Perusahaan Media

Indra Irawan Lalu Malapui (Sigit Setyo lelono/Radar Lombok

Nasib manusia, memang tidak ada yang bisa menebak, entah akan jadi apa kelak setelah dewasa. Untuk meraih kesuksesan hidup, semua tentu tergantung dari usaha dan kerja keras masing-masing orang itu sendiri. Demikian pula Indra Irawan Lalu Malapui (LM), menjadi seorang jurnalis awalnya bukan cita-citanya. Namun siapa yang bakal menyangka, saat ini ternyata sukses sebagai pemilik media online, Kabar Media Citra (KMC). Seperti apakah sosoknya?

SIGIT SETYO LELONO – MATARAM

JALANAN di Kota Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), pagi itu masih sepi, dan sedikit berkabut. Sebagai daerah tingkat dua di Provinsi NTB yang baru definitif pada tahun 2003 silam, KSB memang masih sepi dari aktifitas layaknya kabupaten/kota lainnya di NTB.

Namun demikian, geliat sektor jasa di Kota Taliwang, Ibu Kota KSB, sudah mulai tampak. Apalagi dengan keberadaan perusahaan tambang internasional PT Newmont Nusa Tenggara (NNT), yang beroperasi di Batu Hijau, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat. Berakibat pada berbagai sektor di KSB pun mulai bangkit.

Tak terkecuali bidang kesehatan, dengan banyaknya berdiri klinik-klinik, maupun rumah sakit swasta, untuk melayani para pekerja dari berbagai daerah di Indonesia yang bekerja di PT NNT.

Pagi itu, Indra juga telah terlihat bersiap. Dengan menyandang tas kerjanya, dia terlihat ceria menyusuri jalanan yang masih sepi tersebut. Tujuannya, yaitu berkunjung ke rumah sakit, Puskesmas, klinik-klinik, dan juga dokter praktik untuk menawarkan produk obat-obatan dan alat kesehatan, dimana dia bekerja saat itu, di sebuah perusahaan farmasi.

“Ini peluang yang tidak kecil. Karena itu, mengapa awalnya saya tertarik bekerja di farmasi, sebagai pemasaran obat-obatan untuk menyuplai fasilitas kesehatan,” kata Indra, mengawali perbincangan dengan Radar Lombok, Sabtu (20/2/2021).

Tiga tahun bekerja sebagai marketing obat-oatan dan alat kesehatan (Alkes), yakni  1998 – 2001, Indra mengaku banyak menemui orang-orang dengan berbagai latar belakang profesi, salah satunya wartawan.

Intensitas pertemuan dan obrolan para wartawan itulah yang pada akhirnya terlintas untuk bekerja menjadi jurnalis. “Tahun 2004 saya pertama kali bergabung menjadi wartawan di media Fajar Bali. Kemudian setelah mengetahui seluk beluk tentang dunia jurnalis, maka tahun 2007, saya mendirikan media cetak sendiri, Kobar, dan media online, KSB News,” jelas bapak dari empat putra dan putri ini.

Jatuh bangun mengelola dua media, cetak dan online, menjadi pembelajaran dan pengalaman berharga bagi Indra. “Ke dua media yang saya dirikan itu tutup tahun 2017. Jujur saja, saya tidak kuat mengelola media cetak. Berat dan panjang prosesnya. Bagaimana tidak, untuk cetak saja, paling tidak saya harus begadang 24 jam, untuk mengawal proses mulai dari awal liputan wartawan, mengedit, layout, sampai cetak di percetakan. Itu belum lagi memikirkan gaji teman-teman wartawan dan pekerja lainnya,” ucap pria ramah kelahiran Taliwang, Sumbawa Barat, tanggal 10 Juli 1978 ini.

“Setelah tutup, kemudian saya mendirikan kembali media online Kabar Media Citra (KMC), yang saya kelola sampai sekarang. Alhamdulillah, lancar sampai sekarang,” sambung Indra.

Banyaknya media online yang berdiri sekarang ini, diakui Indra, menjadi sebuah tantangan dan persaingan menjadi lebih kompetitif. Tentu untuk merebut hati pembaca, kembali kepada produk-produk berkualitas yang disuguhkan oleh medianya.

“Karena itu mengapa saya mengikuti uji kompetensi wartawan (UKW). Selain untuk upgrade kemampuan saya sebagai pemilik media, juga untuk menimba ilmu dari para senior jurnalis yang menjadi penguji,” ujar Indra.

“Terpenting, legalitas media, terutama wartawan yang bekerja di media tersebut, harus benar-benar kompeten. Sehingga produk tulisan yang dihasilkan juga otomatis berita yang berkualitas, sesuai dengan kaidah kode etik jurnalistik, dan tentu dalam menghadapi para narasumber bisa lebih percaya diri,” kata Indra. (*)