Mengenal Independent Scooter Ekstrim(ISE) Lombok Timur

Memberdayakan Anggota Hingga Aktif di Kegiatan Sosial

Independent Scooter Ekstrim
KEGIATAN SOSIAL : Salah satu kegiatan sosial yang dilakukan oleh anggota klub scooter ISE Lotim belum lama ini. (ISE For Radar Lombok)

Komunitas pecinta motor jenis scooter makin banyak bermunculan. Begitu juga di NTB, komunitas ini juga cukup banyak. Salah satunya Independent Scooter Ekstrim (ISE) Lombok Timur (Lotim). 


ALI MA’SHUM—SELONG


Klub motor cukup mudah untuk ditemui. Mereka kebanyakan sering konvoi dengan perkumpulannya. Tidak terkecuali dengan ISE Lotim. Komunitas ISE masih terbilang baru, berdiri bulan September 2017 lalu. Terbangunnya perkumpulan ini bukan tanpa alasan dan tujuan. Karena banyak yang menanggap, perkumpulan motor identik dengan kegiatan negatif.  ‘’ Awalnya kita ini merangkul klub scooter di Lotim. Semuanya kita kumpulkan. Lalu terbentuk ISE ini yang membawahi semua klub scooter  di Lotim,’’ ujar Zarwani, salah satu pendiri dan ketua ISE Lotim kepada Radar Lombok, kemarin.

Untuk mengaktifkan klub ini, dibentuk dan disusun pengurus. Tujuannya, pembentukan ini agar jelas wadah perkumpulannya. Setelah menunjuk ketua pengurus, Suralaga dipilih menjadi bass camp untuk tempat berkumpulnya anggota. ‘’ basscampe-nya di Suralaga. Disana kami biasa berkumpul,’’  katanya.

Setelah terbentuk, ISE tidak hanya sekedar wadah untuk berkumpul. Tapi ingin mendekatkan diri pada masyarakat dengan kegiatan positif. Lalu dipilih kegiatan sosial yang dilakukan secara berkelanjutan. Bentuknya seperti mengunjungi kaum duafa yang sedang sakit. Memberikan santunan kepada yatim piatu dan para lansia. ” Sudah dua kali dilakukan. Di daerah Sambelia dan Rensing sekaligus cek cek kesahatan gratis. Kedepan akan mengunjungi Jurit Baru sebagai kegiatan bulanan,” ungkap pria yang akrab disapa Anex ini.

Mengenai pembiayaan kegiatan sosial ini, ISE mendapatkan dari patungan para anggota dan donatur.

ISE tidak membebankan jumlah nominal tertentu kepada anggotanya. ” Cukup seikhlasnya saja. Tapi karena anggotanya cukup banyak, hasilnya banyak,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Mengenal Sri Sukarni,Penggagas Koperasi Penyandang Disabilitas

Tidak hanya berasal dari iuran anggota saja, ISE beberapa kali didukung oleh instansi kesehatan. Seperti Puskesmas Lenek dan Batuyang serta Labuhan Lombok. Ketiga puskesmas ini membantu dalam bentuk memberikan obat-obatan. ” Kita juga dibantu dengan tenaga kesehatan saat turun ke masyarakat,’’ terangnya.

Sebelum turun ke masyarakat, ISE berkirim surat ke kantor kepala desa yang akan dituju. Tujuannya untuk meminta data yang akan menerima bantuan dan sumbangan. Nantinya, ISE juga memberikan santunan kepada warga berupa sembako dan uang. ” Juga sebagai pemberitahuan kalau kita akan ke desa itu. Jadi tidak turun langsung begitu saja,” jelasnya.

Hingga saat ini, ISE memiliki anggota sebanyak 172 orang. Sedangkan tidak terdaftar berjumlah ribuan korang. ” Nanti kumpulnya pas ada acara akan sangat banyak. Walaupun anggota yang terdaftar itu baru 172 orang,” ungkapnya.

ISE tidak memilih atau membedakan orang lain untuk menjadi anggota. Asalkan punya scooter dan ingin peduli lingkungan, maka bisa menjadi anggota ISE. Untuk menginventalisir dan memantau anggotanya, ISE menerbitkan Kartu Tanda Anggota (KTA) untuk anggotanya. ” Itu kita buatkan dan bagikan secara gratis. Ini untuk lebih mudah memonitor anggota,” jelasnya.

Banyak anggota komunitas ini belum bekerja. Mereka  mulai dirangkul untukbekerja bersama anggota lainnya yang sudah punya pekerjaan atau usaha. “Mereka ada yang diajak untuk bekerja di bengkel las. Ada juga yang buruhbangunan dan di toko tekstil.Yang penting anggota bisa produktif,” terangnya.

Sebelum terbentuk,sering kali terjadi aksi kriminal yang dilakukan oleh anggota. Seperti perkelahian dan tawuran. Tapi setelah ISE terbentuk, tidak terdengar lagi aksi serupa. ” Jadi ini sangat positif untuk mengumpulkan para scooter dalam satu wadah,” jelasnya.

Kedepannya akan menggandeng scooter di kabupaten lainnya. Seperti Lombok Tengah, Mataram dan  Sumbawa. Tujuannya untuk menularkan virus kepedulian sosial. ” Terutama

mengurangi aksi kriminal. Itu yang terpenting,” tegasnya.(*)