Samsul Rijal, Bekas Pecandu Narkoba Yang Memilih Berwirausaha

Tularkan Semangat Kewirausahaan dan Ingin Jadi Konselor

Bekas Pecandu Narkoba Yang Memilih Berwirausaha
MANDIRI: Samsul Rijal, mantan pecandu narkoba memilih berwirausaha di tengah diskriminasi dan stigma negatif sebagai mantan pecandu narkoba. (AHMAD YANI/RADAR LOMBOK)

Keinginan Samsul Rijal untuk keluar dari jeratan narkoba patut diapresiasi. Tak hanya itu, ia juga bertobat dari barang haram itu setelah merasakan sakitnya penjara.


AHMAD YANI – MATARAM


SEBUAH garasi rumah disulap menjadi tempat usaha sablon. Rumah itu terletak di jalan Jepara BTN Tanah Aji Punia, Kota Mataram. Tampak seorang pemuda berusia 26 tahun terlihat serius mengerjakan sablonan. Tangannya cekatan dan lincah menyablon sejumlah pakain berbagai motif dan warna.

Dinding di sekitar pun terpajang berbagai motif dan contoh sablonan. Berbagai klimat tulisan motivasi juga ikut mewarnai dinding itu. Berbagai cetakan dan alat bagi proses penyablonan berserakan di sudut garasi. Di situlah sehari-sehari Rijal merintis dan menjalankan usaha sablonnya. Sudah hampir setahun dia merintis dan menjalankan usaha itu.

Siapa sangka, Samsul Rijal sebelumnya adalah seorang pecandu narkoba. Kuatnya lingkaran narkoba telah menjeratnya sejak duduk di bangku SMP tahun 2006 silam. Berawal dari rasa penasaran dan coba-coba sebagai remaja masih labil. Akhirnya membuat dirinya terjerembap dalam obat-obatan terlarang tersebut. Akibatnya, Rijal pun tidak bisa menyelesaikan pendidikan di bangku SMA. “Praktis, masa remaja saya terhempas gar-gara narkoba ini,” tuturnya kepada Radar Lombok, kemarin.

Selain tidak bisa menyelesaikan pendidikan di bangku SMA. Dia pun harus mendekam tiga tahun di balik jeruji besi akibat dari penyalahgunaan narkoba. Tidak seperti remaja pada umumnya, menikmati masa remaja dengan kebahagian dan kegembiraan. Namun, dirinya mengalami masa remaja sangat pahit dan kelam. Akibat dari terjerat pemakaian barang haram itu. “Saya masuk penjara usia 18 tahun dan keluar penjara 21 tahun,” sambungnya.

BACA JUGA :  Curhat Indrya Milasari, Pesilat Andalan NTB yang Gagal Raih Emas

Meski begitu, Samsul Rijal memiliki tekad dan kesungguhan untuk pulih dan sembuh dari jeratan barang haram tersebut. Ia sadar, bahwa nyawanya sewaktu-waktu bisa terancam akibat penyalahgunaan narkoba. Dirinya pun bertekad untuk menjalani kehidupan normal.

Dengan bantuan dari AKSI NTB, sebuah lembaga bergerak dalam rehabilitasi sosial bagi pecandu narkoba. Dirinya menjalani proses rehabilitasi sosial di AKSI NTB. Akhirnya, Rijal pun sudah pulih dan sembuh dari jeratan narkoba.

Namun demikian, persoalan dihadapi dirinya sebagai mantan pecandu tidak berhenti di situ. Sebagai mantan pecandu narkoba, dia pun sering menerima diskriminasi dan stigma negatif dari masyarakat. Salah satunya sulit bagi mantan pecandu narkoba memperoleh lapangan pekerjaan.

Tak ayal, banyak juga mantan pecandu kembali ke habitatnya karena depresi tidak memiliki pekerjaan. Sadar atas kondisi dihadapi bagi mantan pecandu narkoba. Syamsul Rijal memilih membuka lapangan pekerjaan sendiri dengan berwirausaha. Keterampilan dan keahlian sablon dimilikinya, dipergunakan untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

Dengan modal pas-pasan, Rijal pun merintis dan menjalankan usaha sablon tersebut. Namun begitu, dari keuntungan usaha sablon itu, dirinya mampu memenuhi kehidupan hidup sehari-sehari. Ia berharap usaha sablon tersebut bisa berkembang dan maju. Pada akhirnya, bisa merekrut sesama mantan pecandu narkoba. “Saya berharap usaha sablon bisa berkembang,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Mengunjungi Kerajaan Bisnis Keluarga Faber di Indonesia

Ia pun berpesan kepada mantan pecandu narkoba, agar tidak mudah menyerah dan putus asa. Baginya, berwirausaha adalah pilihan sangat realistis bagi mantan pecandu narkoba. Oleh karena itu, dia pun saat ini terus menularkan semangat berwirausaha bagi teman-teman mantan pecandu narkoba. Sehingga dengan berwirausaha, mereka memiliki kemandirian ekonomi. “Dengan berwirausaha dan bekerja ini, energi dimiliki bisa tersalurkan kepada hal positif,” tandasnya.

Untuk mengantisipasi kemungkinan terjerumus lagi menjadi narkoba, Samsul Rijal pun kini terlibat aktif di AKSI NTB untuk mengkampanyekan kepada generasi muda bahaya dari penyalahgunaan narkoba.

Ia berharap, apa dialami dirinya tidak dialami orang lainnya. Oleh karena itu, dirinya bersama AKSI NTB akan terus bekerja sama memerangi penyalahgunaan narkoba. ‘’Saya pun secara pribadi ingin menjadi konselor, untuk membantu pemulihan bagi teman – teman terjerat narkoba agar bisa sembuh,” harapnya. (**)