MELIHAT GUA PENINGGALAN TENTARA JEPANG DI DESA SOKONG

GUA JEPANG: Salah satu pengunjung tengah melihat kondisi di dalam Gua Jepang di Dusun Karang Nangka, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Selasa (15/8). (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

Sebagai salah satu negara yang pernah menjajah Indonesia selama kurang lebih 3,5 tahun, Jepang meninggalkan sejumlah peninggalan bersejarah seperti lubang atau gua Jepang. Salah satunya ada di wilayah di Dusun Karang Nangka, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara (KLU).

KALA itu dimasa penjajahan, pembangunan gua oleh tentara Jepang di Desa Sokong, adalah untuk mengawasi setiap pergerakan rakyat, atau yang dianggap musuh.

Untuk menemukan Gua Jepang ini tidaklah sulit, karena lokasinya yang persis berada di pinggir jalan raya. Dari parkiran hanya berjalan beberapa meter saja, pengunjung sudah bisa menyaksikan Gua Jepang ini.

Cerita turun-temurun yang beredar di masyarakat Lombok Utara, Gua Jepang ini sudah ditemukan sejak puluhan tahun lalu. Dinamakan Gua Jepang, karena dibangun saat masa penjajahan Jepang. Fungsinya adalah untuk mengawasi pergerakan dan aktivitas masyarakat.

Baca Juga :  MELIHAT BUDIDAYA TANAMAN VANILI DI DESA JERUK MANIS

“Karena lokasinya yang tinggi, jadi mudah untuk melihat pergerakan musuh dari bawah,” kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sokong, Adi Putra.

Selain itu, tempat ini juga menjadi tempat istirahat tentara Jepang. Di dalam Goa tersebut, terdapat terowongan yang panjangnya sekitar 30 meter. “Di dalamnya juga terdapat beberapa kamar atau ruangan yang diduga sebagai tempat istirahat tentara Jepang,” ujar Adi.

Saat ini, keberadaan Gua Jepang itu masih belum banyak diketahui warga luar daerah KLU. Namun warga setempat sudah mengetahui, dan tak asing dengan keberadaannya. “Pas puasa biasa penuh orang yang berkunjung ke sini,” ucap Adi.
Warga setempat kata Adi, sebetulnya ingin menjadikan Gua Jepang ini sebagai wisata sejarah. Hanya saja kurang mendapatkan dukungan pemerintah.

Baca Juga :  KESUKSESAN YAD HAFIZUDIN, PERAIH MEDALI EMAS KEJUARAAN SAC NASIONAL

“Untuk penataan kita pakai dana pribadi. Misalnya pemasangan Wi-Fi, lampu dan lainnya,” tuturnya.
Sebelum ditata, Gua Jepang ini dianggap sebagai tempat mistis atau angker. Bahkan warga banyak yang bertapa di dalamnya, baik itu untuk mencari kesaktian, ilmu pellet, maupun kekayaan. “Ada warga minta nomor Togel (Toto Gelap) disini,” cetusnya.
Hanya saja sejak mulai ditata, maka kini Gua Jepang ini bukan lagi sebagai tempat yang mistis, tetapi sudah menjadi tempat nongkrong bagi para anak remaja.

Adi berharap ke depan ada bantuan pemerintah untuk menata tempat ini, sehingga bisa menjadi salah satu objek wisata baru di Kabupaten Lombok Utara yang ramai dikunjungi. Apalagi lokasi Gua Jepang ini berada di Ibu Kota KLU. (DERY HARJAN – LOMBOK UTARA)

Komentar Anda