Masyarakat Gili Meno Tolak Investasi PT TCN

Firmansyah (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – PT Tiara Cipta Nirwana (TCN) berencana membangun instalasi pengolahan air laut menjadi air tawar (desalinasi) di Gili Meno. Namun ditolak warga.

Pengelolaannya dikerjasamakan dengan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Amerta Dayan Gunung. “Rencana ini sudah sejak lama tetapi masyarakat masih senang menggunakan PT BAL (Berkat Air Laut) padahal PT BAL sebentar lagi tutup,” ujarnya, kemarin.

Firmansyah mengungkapkan, surat izin pemanfaatan air tanah (SIPA) PT BAL di Gili hanya berlaku sampai tahun ini saja. Kabarnya tidak lagi diperpanjang, karena harus ada regulasi khusus. Untuk itu pemda bekerja sama dengan PT BAL melalui Perumda di Gili Meno mengolah air laut menjadi air tawar. Di Gili Trawangan masyarakat sudah dilayani PT TCN.

Mengingat tidak ada kepastian izin PT BAL bisa diperpanjang lagi, maka Firmansyah meminta masyarakat tidak menghalangi upaya pembangunan instalasi pengolahan air laut menjadi air tawar oleh PT TCN. “Kalau masyarakat tetap menolak maka setelah tahun ini berakhir, mereka terancam tidak punya alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan air di sana,” ungkapnya.

Baca Juga :  DPRD Sorot Utang Rp 18,82 Miliar Pemda ke Pihak Ketiga

Adapun untuk rencana membangun jaringan air Perumda dari daratan KLU ke Gili Meno, urung dilakukan. Awalnya air akan didistribusikan dari Gili Air menggunakan pipa bawah laut. Hanya saja hal itu dipersoalkan oleh PT TCN. Sebab PT TCN merasa memiliki hak untuk mengelola air di Gili Trawangan dan Gili Meno sesuai dengan kontrak kerja sama yang telah ditandatangani pada masa pemerintahan sebelumnya. Diketahui, saat ini hanya Gili Air yang bisa dilayani air Perumda dari darat menggunakan pipa bawah laut.

“PT TCN sudah pembebasan lahan di Gili Meno dan kemarin mereka sudah mau mengangkut materialnya ke sana tetapi ditolak oleh masyarakat,” sebutnya.

Pihaknya pun menyayangkan hal itu karena khawatirnya krisis air bersih kembali terjadi di Gili Meno setelah izin PT BAL berakhir. Firmansyah berencana segera bertemu dengan Pemerintah Desa Gili Indah dan para tokoh masyarakat Gili Meno untuk membahas persoalan ini.

Baca Juga :  PT BAL Berhenti Beroperasi, PDAM Siap Distribusi Air ke Gili Meno dengan Perahu

Kepala Dusun Gili Meno Nasrun mengatakan bahwa pihaknya sudah beberapa kali diundang pemda membahas persoalan ini. Hanya saja mereka tetap pada pendiriannya menolak PT TCN. “Banyak pertimbangan. Salah satunya Gili Meno ini adalah primadonanya untuk snorkeling di tiga Gili. Ketika fasilitas penyulingan air laut PT TCN masuk dikhawatirkan mengganggu lingkungan,” ujarnya.

Jika lingkungan sudah terganggu kata Nasrun maka itu akan berdampak kepada perekonomian masyarakat. Pasalnya andalan Gili Meno sejauh ini adalah keindahan laut.

Atas dasar itu ia pun berharap lebih baik izin PT BAL dilanjutkan saja tahun depan. Terkait seperti apa polanya ia menyerahkan ke pemda. “Apakah bentuknya nanti kerja sama b to b (bisnis) antara PT BAL dan PT TCN itu terserah pemerintah yang mengatur nanti seperti apa. Yang jelas kami tidak mau lingkungan rusak. Itu saja intinya,” tutup Nasrun. (der)

Komentar Anda