Mantan Penderita Covid-19 Minim Mendonor Plasma Konvalesen

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr H Usman Hadi

MATARAM–Sampai saat ini para eks pasien yang terpapar Covid-19, belum ada yang melakukan donor plasma konvalesen. Padahal darah ini sangat dibutuhkan oleh para pasien yang terpapar, terutama yang dalam kondisi kritis.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr H Usman Hadi menjelaskan, donor plasma konvalesen merupakan plasma darah yang diambil dari mantan pasien Covid-19 yang memenuhi syarat. Sebagai pendonor, mantan pasien Covid-19 ini harus sudah dinyatakan sembuh total.

‘’Yang penting tidak ada penyakit bawaan. Plasma akan diambil dengan alat tersendiri, dan ini tidak bisa sembarangan. Memang plasma ini sangat dibutuhkan oleh pasien terpapar Covid-19 yang memiliki komorbit  penyakit berat. Ini bisa membantu ketika ada donor plasma sesuai dengan golongan darah,” katanya kepada Radar Lombok, Kamis kemarin (4/3).

Kesadaran warga untuk donor darah harus ditingkatkan, khususnya yang pernah terpapar Covid-19 untuk membantu sesama. Data  terakhir  jumlah pasien sembuh di Kota Mataram 2.134 orang, pasien isolasi 46 orang, meninggal 117 orang, dan 7 kasus positif baru Covid-19.

Untuk itu, kesadaran masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, serta mulai mendonorkan plasma konvalesen harus digerakkan. “Warga jangan takut untuk donor plasma. Ini bisa membantu yang masih dirawat ketika dibutuhkan,” jelasnya.

Disampaikan, penyebaran Covid-19 masih sangat tinggi. Bahkan masih ada beberapa pasien yang dirawat di rumah sakit dalam kondisi berat dan kritis. Untuk donor plasma, tentunya harus melalui skrining. Sebab, ada persyaratanya, di antaranya suhu tubuh 36,5-37,5 derajat, denyut nadi 50-100/permenit, tekanan darah Sistole 90-160 mmHg, Diastole 60-100 mmHg. Selain itu, Hemoglobin 12,5g/ dl-17g/dl dan lolos seleksi kesehatan oleh tim dokter di PMI maupun di RSUD Kota Mataram.

Beberapa pasien masih dirawat di RSUD Kota Mataram. Beberapa kali ada permintaan donor plasma konvalesen, tapi sayang masih belum ada yang mendonor karena takut.

Terpisah, Direktur RSUD Kota Mataram HL Herman Mahaputra mengatakan, untuk donor plasma konvalesen terus disosialisasikan. “Karena ini sangat membantu kalangan pasien yang masih menjalankan perawatan,” singkatnya. (dir)