Lombok Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Paralayang

MATARAM—Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Rembiga, yang sekaligus induk dari Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Provinsi NTB, bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB, selama lima hari, 4 – 8 Agustus 2016 mendatang, akan menggelar kejuaraan dunia paralayang bertajuk Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) di Are Guling, Kabupaten Lombok Tengah.

“Sesuai temanya, yaitu accuracy, maka kejuaraan sport tourism (olahraga wisata) paralayang ini juga lebih menekankan pada pertandingan nomor ketepatan mendarat, atau accuracy,” kata Komandan Lanud Rembiga, Kolonel Pnb. Bambang Gunarto, S.T, kepada sejumlah wartawan, Kamis kemarin (23/6).

Menurutnya, even ini merupakan kehormatan, sekaligus kebanggaan bagi daerah NTB, karena gelaran PGAWC ini juga melombakan tiga even sekaligus, yaitu kejuaraan paralayang tingkat dunia, kejuaraan paralayang tingkat Asia, dan kejuaraan paralayang tingkat Nasional.

“Dengan adanya even PGAWC ini, diharapkan dapat semakin memperkenalkan NTB, khususnya Lombok sebagai destinasi wisata berkelas dunia,” harap Bambang, yang merupakan Alumni Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1993, dan penerbang pesawat Hercules ini.

Senada, Kepala Disbudpar NTB, HL Moh. Faozal juga menyampaikan, semakin banyak gelaran lomba-lomba sport tourism berlangsung di NTB, baik di Lombok maupun Sumbawa, maka otomatis juga akan membuat daerah ini lebih dikenal dan populer di kancah internasional.

“Even PGAWC ini sekaligus meyakinkan kepada dunia internasional, kalau Lombok dan Sumbawa yang memiliki keindahan alam, keunikan seni dan budaya, serta kelezatan aneka kuliner tradisionalnya, tak hanya daerah tujuan berwisata saja. Lebih dari itu, kontur alamnya yang berbukit-bukit, ternyata juga menyimpan potensi untuk tumbuh kembangnya olahraga wisata paralayang,” ujar Faozal.

Untuk lebih menggaungkan even PGAWC ini sambung Faozal, selain menyebarluaskan informasi melalui media, pihaknya juga akan mempromosikan melalui berbagai even kepariwisataan yang akan dilaksanakan Disbudpar NTB.

“Diantaranya kita akan promosi even PGAWC ini pada saat launching Bulan Budaya Lombok Sumbawa (BBLS) tanggal 17 Juli mendatang di Jakarta, yaitu pada saat pelaksanaan Car Free Day di Jalan Jenderal Sudirman – Jalan Thamrin, dekat Monas,” papar Kadisbudpar NTB yang juga Plt Direktur Poltekpar Lombok ini.

PGAWC: Komandan Lanud Rembiga, Kolonel Pnb. Bambang Gunarto, S.T, Kepala Dibsupdar NTB, HL Moh. Faozal, dan Pengurus FASI NTB, sekaligus penggiat olahraga Paralayang, Nanang Wirawan, foto bersama usai jumpa pers kejuaraan dunia PGAWC.

 

BACA JUGA :  Dikpora Lombok Utara Bakal Kembangkan Olahraga Paralayang

“Selain itu, untuk lebih mengenalkan giat olahraga paralayang ini kepada masyarakat NTB, sekaligus promosi even kejuaraan dunia PGAWC, maka tanggal 24 Juli 2016 nanti juga digelar pameran fotografi olahraga dirgantara paralayang di Jalan Udayana, pada saat car free day, yang juga akan dimeriahkan dengan pertunjukan olahraga dirgantara paramotor, drone, dan juga aeromodeling,” tutur Faozal.

Sedangkan Nanang Wirawan, penggiat olahraga paralayang, sekaligus pengurus FASI NTB menjelaskan, hingga hari ini peserta kejuaraan dunia paralayang PGAWC yang telah mendaftar ada sebanyak 147 peserta, berasal dari 20 negara, yaitu China, Serbia, Singapura, Thailand, Taipei, India, Jepang, Korea, Malaysia, Nepal, Pakistan, Philipina, Saudi Arabia, Slovenia, Amerika dan Czech.

“Kegiatan ini sekaligus menjadi pelaksanaan olahraga paralayang terbesar sepanjang sejarah dunia, karena akan ada tiga even didalamya, yaitu World Cup, Asian Cup dan Kejurnas. Khusus Asian Cup, merupakan kali pertama digelar, sekaligus menjadi bagian dari sosialisasi paragliding untuk bisa masuk dalam Asian Games 2018,” jelas Nanang.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkenalkan Lombok dan Sumbawa di mata dunia, terutama dari sisi aero tourism. “Yang membanggakan, meski di NTB olahraga paralayang ini relatif baru dikenal, namun saat ini di NTB sudah ada 21 pilot paralayang. Masing-masing di Lombok ada 12 pilot paralayang, KSB 4 pilot, Sumbawa 3 pilot, Dompu 2 pilot, dan Bima 1 pilot. Sedangkan untuk site (lokasi, red) paralayang, hampir di semua daerah NTB, mulai dari Kabupaten Lombok Utara hingga Kabupaten Bima memiliki site-site paralayang,” pungkas Nanang. (gt)