Lewat Radio, PMI dan BPBD Ajak Masyarakat Tunda Mudik

MATARAM-Membantu memutus mata rantai penyebaran virus corona di Nusa Tenggara Barat (NTB), Palang Merah Indonesia (PMI) dengan dukungan International Federation Of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) melakukan siaran radio melalui stasiun Radio Republik Indonesia (RRI) dengan topik “Tunda Mudik Demi Keselamatan Bersama” dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar menunda rencana untuk melakukan perjalanan jauh di tengah pandemi seperti sekarang.

Siaran radio ini dihadiri oleh narasumber dari salah satu pengurus PMI dan perwakilan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan tetap menerapkan protokol pencegahan virus corona selama siaran, tidak lupa menerapkan protokol pencegahan covid-19. Narasumber dan pembawa acara radio berada di lokasi yang berbeda.

Sebagai perwakilan BPBD, Bapak Ir. H. Ahmadi, Sp1 menyampaikan dalam siarannya menyampaikan “Hingga saat ini BPBD sudah melakukan penanggulangan hingga ke pelosok desa. Sebenarnya hal-hal yang paling penting terkait penanggulangan covid-19 ini adalah kesadaran dari masyarakat, dengan selalu jaga jarak dengan orang lain, rajin cuci tangan dan gunakan masker. Terlebih saat ini kita sudah mendekati idul fitri yang dimana akan banyak sekali orang yang ingin melakukan mudik lebaran dan itu sangat berisiko terutama untuk mereka yang berada di wilayah terjangkit. Untuk itu, bagi masyarakat yang belum melakukan mudik sebaiknya ditunda terlebih dahulu. Kita masih bisa bersilaturrahmi walau tidak mudik dengan memanfaatkan aplikasi media sosial seperti zoom, whatsapp dan lain lain.”

“Hingga saat ini tercatat ada 4.200 pendatang yang tiba di NTB. Setiap pendatang diarahkan untuk melakukan rapid test dan karantina di asrama haji sebagai lokasi karantina yang sudah disiapkan pemerintah” sambungnya.

Narasumber lainnya dari PMI, Ir. H. Rudy Razak, CES berpendapat “Pencapaian angka kesembuhan pandemi covid-19 di NTB sedikit membaik dibandingkan dengan angka yang positif, tapi bukan berarti kita berhenti untuk menerapkan protokol pencegahan covid-19 yang dianjurkan pemerintah agar kedepannya tidak ada lagi lonjakan kasus baru. Untuk mencegah penambahan kasus tersebut kita harus menghadapinya bersama. Saya sebagai perwakilan PMI NTB berharap dengan adanya siaran ini masyarakat semakin ketat dalam menerapkan protokol pencegahan dan menunda mudiknya bagi masyarakat yang berencana untuk mudik”. (der)