Kuasai Persoalan, HARUM Unggul Lagi Didebat Kedua

MEMUKAU: Paslon HARUM tampil memukau dan memberikan solusi brilian dalam debat putaran calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota putaran kedua, Sabtu Malam (14/11). (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram nomor urut 1, H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (HARUM) tampil memukau di acara debat publik putaran kedua yang digelar KPU Kota Mataram, Sabtu Malam (14/11).

Pasangan yang diusung Partai Golkar, PPP dan Partai Nasdem itu menguasai persoalan Kota Mataram pada debat yang bertemakan meningkatkan pelayanan masyarakat dan mengatasi persoalan daerah. Dari lima sesi tahapan debat putaran kedua.

HARUM tampil memukau dan memberikan solusi pasti untuk penataan Kota Mataram lima tahun ke depan. Paslon HARUM secara keseluruhan lebih meyakinkan dan unggul dari tiga pasangan lainnya. Dibuktikan juga dengan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman sangat kompak dan memberikan solusi nyata.

Diawali dengan pemaparan visi misi, TGH Mujiburrahman menyampaikan, HARUM akan mengutamakan kebijakan yang mengandung kemaslahatan untuk warga Kota Mataram. Kemaslahatan warga Kota itu tertuang dalam vsisi misi untuk menciptakan suasana yang harmonis, aman, ramah, unggul dan mandiri.

HARUM bertekad untuk menjaga daya beli masyarakat. Lalu memberikan bantuan kepada warga miskin terdampak corona. Paslon nomor urut 1 ini memberikan perhatian besar kepada pelaku UMK yang telah teruji dan mampu menopang perekonomian Kota Mataram. Bentuknya dengan membantu permodalan dam pembinaan serta pelatihan.

“Untuk memperkuat fiskal daerah, kami akan menggenjot sumber-sumber pendapatan daerah dengan optimalisasi penagihan dan mencegah kebocoran dari seumber-sumber pajak dan retribusi yang ada,” ujar TGH Mujiburrahman diawal sesi debat.

Disesi kedua penajaman visi misi. Calon Wali Kota  H Mohan Roliskana menjawab lugas tentang tentang kekurangan ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) minimal 30 persen di Kota Mataram. Karena saat ini, RTH di Mataram baru tersedia 19 persen.

Mohan mengatakan, RTH sangat penting bagi sebuah kota. Karena akan memberikan dampak psikologis bagi warganya dengan ketersediaan RTH yang masih kurang. Oleh karena itu, perlu ikhtiar yang lebih keras, tujuannya untuk melengkapi RTH yang masih 19 persen.

Solusinya, HARUM menawarkan, seluruh sudut kota akan dijadikan dan menyediakan taman. Kedua, bekerja sama denga stakholder untuk memberikan kontribusi. Seperti bagian atas (rooftop) bangunan bisa  dimanfaatkan sebagai tempat tanaman dan lainnya.

“Kita akan berupaya menambah RTH sesuai dengan perintah Undang-undang. RTH yang ada juga akan kami maksimalkan fungsinya. Kita lengkapi semua fasilitas pendukungnya. Ornamennya juga kita lengkapi supaya betul-betul bisa dimfaatkan masyarakat. RTH ini tidak hanya jadi aksesoris pelengkap tapi ruang yang berfungsi secara sosial untuk warga kota yang kita cintai,” katanya.

Segmen selanjutnya, publik bertanya paslon menjawab. Mohan kembali menjawab dengan brilian pertanyaan warga tentang persoalan banjir di sekitar Sungai Ancar. Mohan mengurai persoalan ini dengan lancar dan harus tertangani dan dituntaskan ke depan.

Persoalan banjir dan genangan air tidak hanya dinilai secara parsial. Karena ada empat sungai yang membelah Kota Mataram, yaitu Sungai Bernyok, Sungai Ancar, Sungai Unus dan Sungai Jangkuk. Empat sungai itu ada yang berfungsi sebagai resapan, pendistribusian air dan dihilir sebagai daerah pemanfaatan.

“Sedimen sungai perlu kita keruk. Lalu imbauan kepada warga tidak menjadikan sungai untuk membuang sampah. Kita berharap ke depan di daerah sekitar sungai. Rumahnya tidak lagi membelakangi sungai. Itu di kota modern sudah diterapkan. Kita juga akan bekerja sama dengan komunitas pecinta sungai dan itu sudah saya rintis sebelumnya. Basisnya adalah komunitas masyarakat,” ungkapnya.

Sesi selanjutnya, sebagai solusi masalah guru honorer di Kota Mataram. Tugas tenaga pendidik di Mataram sangat terbantu dengan kehadiran guru honorer. Ke depan, pihaknya akan memberikan porsi yang lebih besar direkrutmen pengusulan CPNS Kota Mataram. Kedua, berupaya untuk meningkatkan tunjangan dari APBD. Ketiga, guru honorer diusulkan juga untuk menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

“Ini sangat membantu sesuai dengan program pemerintah. Karena mereka akan mendapat tunjangan pangan, tunjangan keluarga dan tunjangan setara dengan PNS. Itu yang kita dorong ke depan. Kesejahteraan mereka harus menjadi atensi kita. Tenaga honorer yang lain juga menjadi perhatian kita. Jika kami diberikan amanah, tenaga honorer bisa lebih baik kualitas kehidupannya,” terangnya.

Puncak penampilan memukau pasangan HARUM tersaji di segmen terakhir. Tanpa membaca teks, wibawa H Mohan terpancar saat menyampaikan closing statement. Dengan penuh kesantunan, Mohan mengajak seluruh pihak untuk membangun narasi besar untuk kemajuan dan keberlanjutan Kota Mataram.

Wakil Wali Kota dua periode itu juga mengajak untuk membangun tema dan pemikiran yang produktif. Perbedaan pandangan dan pilihan dalam kontestasi pilkada hal yang biasa. Perbedaan bisa menjadi titik temu untuk saling melengkapi demi kokohnya persatuan dan persatuan warga Kota Mataram.

“Kita harus dewasa dalam berpolitik. Kedaulatan ada ditangan bapak dan ibu warga  Kota Mataram. Kami semua yang hadir di depan (seluruh paslon) berniat dengan baik. Tapi mudah-mudahan diantara kami yang baik ini. Mudah-mudahan kamilah (HARUM) yang terbaik menurut pandangan warga Kota Mataram kami cintai,” pungkas Mohan dengan brilian. (gal/adv)