Ketua PGRI Loteng Kampanyekan Pathul Bahri Jadi Gubernur NTB

TASYAKURAN: Tasyakuran Hari Guru Nasional dirangkaikan dengan do’a bersama untuk Palestina di Kantor Bupati Lombok Tengah, Senin (27/11). (M Haeruddin/ Radar Lombok)

PRAYA Pelaksanaan tasyakuran hari guru nasional yang dirangkaikan dengan do’a  bersama untuk Palestina yang dilakukan di lapangan Kantor Bupati Lombok Tengah pada Senin (27/11) sangat kental dengan muatan politik. Bahkan ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Lombok Tengah secara terang-terangan mendukung Lalu Pathul Bahri menjadi Gubernur NTB. “Yang terhormat H Lalu Pathul Bahri Gubernur NTB tahun 2024-2019, Amin,” ungkap Ketua PGRI Lombok Tengah, H Amir saat memberikan sambutan, Senin (27/11).

Selain itu, H Amir juga mengucapkan terima kasih terhadap anggota DPRD Provinsi NTB, H Ruslan Turmuzi yang selama ini telah banyak memberikan kontribusi sehingga gedung PGRI Lombok Tengah bisa diselesaikan dan digunakan. “Terima kasih bapak Ruslan Turmuji atas  bantuannya,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, H Amir juga meminta kepada Pemkab Lombok Tengah untuk mengkaji ulang aturan terkait waktu masuk para guru yang ada saat ini. Pasalnya dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, guru yang merupakan bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti aturan yang ditetapkan oleh pemerintah yakni masuk kerja pukul 07.00 WITA dan pulang pukul 14.30 WITA. “Sementara para siswa kami pulang pukul 12.45 WITA tapi kami tidak bisa langsung pulang karena kami harus melakukan absen elektronik menggunakan HP android makanya pulang kadang sore. Maka kami mohon agar Bupati meninjau aturan ini dan kami para guru bisa mengikuti jam pulang siswa kami,” tambahnya.

Baca Juga :  Tinggalkan Sepucuk Surat, Mahasiswa Ditemukan Tewas

Hal ini mereka sampaikan karena sejatinya para guru walaupun berada di rumah masih tetap bekerja mulai dari menyiapkan bahan mengajar untuk hari berikutnya. Disatu sisi pihaknya juga meminta agar setelah para siswa menerima rapot baik semester ganjil atau semester genap yang biasa siswa akan libur. Maka diharapkan agar guru juga bisa ikut libur. “Kami mohon kepada Bupati agar para guru diberikan libur juga sama seperti siswa kami saat usai penerimaan raport sesuai kalender pendidikan dan kami tidak akan menuntut hak cuti 12 hari kerja itu. Permintaan kami yang ketiga yakni kalau Kadus saja diberikan motor maka kami setidaknya PGRI di fasilitasi mobil,” katanya.

Baca Juga :  Banjir Lumpur Genangi Gedung MTsN 3 Lombok Tengah

Menanggapi hal itu, Bupati Lombok Tengah, H Lalu Pathul Bahri menegaskan selama ini Pemkab sudah banyak memberikan kontribusi kepada para guru. Bahkan posisi jabatan penting di Pemkab juga saat ini banyak diemban oleh para guru. Sehingga jika saat ini para guru meminta untuk penyesuaian waktu untuk pulang maka tentu hal ini juga harus di pikirkan bersama. “Kadis pendidikan, Kabid di Dikbud hingga kabag Kesra bahkan banyak camat yang berasal dari Guru dan ini bentuk perhatian kita kepada guru. Kalau kaitan dengan absen elektronik dan waktu libur maka ini tentu akan kita bahas dan kita lihat apakah ada penerapan di daerah lain juga,” ungkapnya. (met)

Komentar Anda