Ritel Alfamart Depan Kantor Dewan Ditutup Paksa

AKSI: Massa dari PC PMII Lombok Tengah saat melakukan aksi di depan Alfamart dan kantor DPRD Lombok Tengah, Kamis (2/2). (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYAPuluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lombok Tengah menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRD Lombok Tengah. Mereka datang untuk menyuarakan menjamurnya ritel modern di daerah tersebut yang dianggap sangat merugikan pedagang kecil.

Mereka datang untuk meminta Komisi II DPRD Lombok Tengah bersama instansi terkait di Pemda Lombok Tengah untuk menindak tegas ritel modern yang diduga banyak tidak memiliki izin. Hanya saja karena massa tidak ditemui oleh dewan, kemudian masa melakukan aksi di depan Alfamart depan kantor dewan dan sebagai bentuk kekesalan akhirnya massa menutup  paksa Alfamart tersebut.

Ketua umum PC PMII Lombok Tengah, Lalu Dita Putra menegaskan, dewan dan pemda harus bisa bertindak tegas dengan menjamurnya ritel modern sampai pelosok desa di wilayah Lombok Tengah, yang diduga melakukan monopoli usaha atau membunuh usaha kecil menengah seperti pasar tradisional. “Kami juga mendesak DPRD Lombok Tengah untuk mengusut tuntas dugaan gratifikasi perizinan ritel moderen yang di daerah ini. Jika tidak dilaksanakan, kami pastikan seluruh kader PMII se-Lombok Tengah akan melakukan aksi susululan jilid 2 dan akan menutup secara paksa ritel modern yang belum mengantongi izin dan yang nakal buka 24 jam serta yang berada di dekat pasar tradisional,” ancam Lalu Dita Putra, Kamis (2/2).

Baca Juga :  Lembaga Adat Sasak Deklarasi Cak Imin Capres 2024

Mereka menduga, selama ini adanya beberapa ritel modern yang tidak memiliki perizinan, sehingga mereka meminta dinas terkait untuk menindak tegas terkait hal tersebut. Karena dianggap sangat merugikan para pedagang kecil. “Kami juga mempertanyakan jam operasional dari ritel modern yang buka tutup serta izin buka selama 24 jam yang mana hal tersebut dapat merugikan para pedagang kecil maupun menengah yang ada di daerah ini,” tegasnya.

Baca Juga :  DPT Pemilu 2024 Berkurang 3824

Sekretaris DPRD Lombok Tengah, Suhadi Kana menyampaikan, surat pemberitahuan PMII sudah mereka jawab meminta untuk ditunda karena saat ini Anggota DPRD Lombok Tengah masih sedang melaksanakan reses dan kegiatan tersebut merupakan jadwal resmi dari dewan yang tidak bisa ditunda. “Kami sudah melakukan komunikasi dengan komisi terkait dan rencananya dari PMII Lombok Tengah akan diterima pada 9 Februari mendatang,” terangnya.

Setelah mendapatkan penjelasan dari Sekwan, masa kemudian melakukan aksi di depan Alfamart yang berada di depan Kantor DPRD Lombok Tengah karena massa aksi dari PMII merasa kecewa atas tidak diterima oleh anggota DPRD. “Kami meminta Alfamart yang di depan kantor DPRD untuk ditutup sementara sampai apa yang menjadi tuntutan dari PMII terpenuhi,”t eriak massa aksi. (met)

Komentar Anda