JODA Sanggup Menang 60 Persen

Sudirsah Sujanto (AHMAD YANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Usai debat kedua, Sabtu (28/11) lalu, pihak Djohan Sjamsu-Danny Karter Febrianto Ridawan (JODA) semakin sanggup memenangkan Pilkada Kabupaten Lombok Utara (KLU) 2020. Paslon penantang inipun sanggup menang dengan raihan suara 60 persen. “Karena ini pertarungan head to head, JODA target kemenangan di angka 60 persen,” tegas Sekretaris Tim Pemenangan JODA Sudirsah Sujanto di Kantor DPRD NTB, Senin (30/11) kemarin.

Baginya, target angka kemenangan 60 persen itu realistis. Apalagi performa JODA di debat kedua atau terakhir secara gamblang dan detail menjelaskan berbagai persoalan masyarakat. Berikut menyampaikan berbagai program kerja realistis dan langsung menukik kepada kepentingan dan hajat masyarakat. Sehingga hal tersebut menjadi keunggulan dan daya tarik bagi masyarakat untuk memilih paslon nomor urut 1. “Itu semua sudah disampaikan dengan meyakinkan oleh paslon JODA AKBAR, baik di debat putaran pertama maupun kedua,” bebernya.

Selain itu dalam kampanye JODA, juga terlihat ada antusiasme tinggi masyarakat terhadap adanya perubahan. Tampak kerinduan kuat dari masyarakat terhadap kepemimpinan Djohan Sjamsu, Bupati KLU periode 2010-2015. Bahkan dalam survei Poltracking pada 17-21 Oktober 2020 terkait persepsi publik; kepemimpinan siapa yang lebih baik dan disukai? Sebanyak 49,4 persen publik menyatakan kepemimpinan Djohan Sjamsu lebih baik. Kemudian 20,1 persen menyatakan kepemimpinan Najmul Akhyar lebih baik, dan sebanyak 30,5 persen menyatakan tidak tahu atau tidak jawab. Total responden 400 orang. “Ini artinya masyarakat KLU jauh lebih merindukan sosok Djohan Sjamsu untuk memimpin Lombok Utara kembali,” beber Anggota DPRD NTB dapil KLU-Lobar tersebut.

Pihaknya cukup meyakini persepsi publik itu berbanding lurus terhadap elektabilitas atau keterpilihan paslon. Untuk itu, di sisa waktu kampanye beberapa hari lagi, JODA bahu-membahu dan bekerja keras meyakinkan pemilih, khususnya swing voters atau pemilih yang belum menentukan pilihan.

Pihaknya pun sudah memetakan segmen swing voters yang mencapai 39,2 persen seperti dirilis lembaga survei Polram itu. “Ini potensi betul-betul kita garap. Sehingga kita targetkan massa mengambang sebagian besar bisa memilih pasangan JODA AKBAR,” imbuhnya.

Pengamat Politik UIN Mataram Agus, M. Si mengungkapkan, jika swing voters atau massa mengambang relatif cukup tinggi, maka akan menjadi kerugian tersendiri bagi petahana. Itu menunjukkan kepuasaan terhadap kepemimpinan petahana. Jika mereka puas dan merasakan dampak kepemimpinan petahana, tentu mereka sudah jauh-jauh hari menentukan pilihan. Namun masyarakat KLU jauh lebih banyak belum menentukan pilihan, sehingga akan menjadi keuntungan tersendiri bagi penantang. “Saya kira pasangan JODA AKBAR berpotensi bisa merebut sebagian besar pemilih mengambang,” pungkasnya. (yan)