Isu Merkuri untuk Jegal Pariwisata Sekotong

Lalu Satriadi
Lalu Satriadi (IST FOR RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG-Munculnya penyebaran zat kimia berbahaya, merkuri di Sekotong ditanggapi dingin Camat Sekotong, Lalu Satriadi, kemarin. Menurutnya isu merkuri sengaja dimunculkan oleh pihak yang tidak mau melihat pariwisata Sekotong maju. Apalagi pihak-pihak tersebut tidak bicara berdasarkan data dan fakta di lapangan, apalagi berlandaskan hasil penelitian. “Jadi setop lah bilang bahaya merkuri itu bisa muncul sekian puluh tahun di Sekotong. Kalau bicara harus jelas datanya. Mana hasil penelitiannya? Berapa ambang batas merkuri yang aman? Kasih tahu saya. Inikan hanya katanya saja,” tegasnya.

Adapun berkaitan dengan beberapa penyakit anak di Sekotong yang dianggap akibat pencemaran merkuri, itu dianggap tidak ada dasar. Karena di Sekotong sendiri ada Puskesmas, ada dokter-dokter yang memeriksa anak-anak tersebut. Tidak ada yang mengkaitkannya dengan merkuri. “Dulu katanya ada pencemaran merkuri di laut, buktinya garam Sekotong setelah diuji lab, sangat aman. Jadi saya kira ini murni ketidaksukaan orang melihat Sekotong maju dari sisi pariwisata. Takut bersaing dengan Sekotong,” tegasnya.

Lebih-lebih lanjutnya, saat ini secara bertahap jalan-jalan di Sekotong sudah mulai dihotmix, listrik menuju Gili Gede melalui bawah laut juga mulai dikerjakan November ini. Kemudian even nasional maupun internasional sudah mulai dilaksanakan di Sekotong. Bahkan even yang dilaksanakan Pemkab Lobar berupa BRI Mekaki Marathon, saat ini sudah terasa efeknya di Sekotong. “Mekaki sekarang sudah ramai,” jelasnya.

Tetapi memang tidak bisa dipungkiri lanjutnya, saat ini masih saja ada masyarakat Sekotong, Lombok Tengah bahkan Lombok Timur yang datang menambang emas di Sekotong, kemudian melakukan pengolahan dengan merkuri. Pihaknya sendiri melakukan koordinasi dengan Dinas Pertambangan dan Energi NTB, karena pertambangan ada di SKPD itu. Selain juga dengan Danramil dan Kapolsek. Bagaimana untuk membina, agar caranya legal dan baik. Karena masyarakat sendiri melakukan itu karena mencari nafkah. “Sekarang gampang saja sebenarnya kalau memang mau menghentikan penambangan emas di Sekotong, batasi penjualan merkuri, kalau memang dianggap berbahaya,” ujarnya sembari membeberkan bahwa merkuri itu banyak dipergunakan untuk kosmetik, bahkan dokter ketika menambal gigi menggunakan merkuri.(zul)