Pulang, Pengungsi Erupsi Gunung Agung Gratis Naik Kapal Laut

Pengungsi erupsi Gunung Agung
KOSONG : Stok gudang Dinas Sosial Lobar saat ini kosong. Sisa isi gudang seluruhnya sudah diberikan kepada para pengungsi erupsi Gunung Agung yang ada di Lobar. (IST FOR RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG – Pengungsi erupsi Gunung Agung Bali di Lombok Barat berangsur-angsur pulang ke kampung halaman mereka di Bali mulai Sabtu (7/10) lalu. Khusus pengungsi yang berada di Melase Batulayar, mereka sudah pulang semuanya. “Sabtu sudah mulai balik ke Bali. Data yang tercatat di Tagana (taruna siaga bencana) ada 8 KK, 24 jiwa,” ungkap Kepala Dinas Sosial Lombok Barat Ni Made Ambaryati, Senin (9/10).

Dikatakannya untuk biaya kembali ke Bali, pihaknya tidak bisa membantu karena anggarannya tidak ada di Dinsos. Aparat kepolisian dan TNI yang membantu para pengungsi katanya, juga menanyakan perihal ada tidaknya anggaran pemulangan, tetapi ia juga menerangkan bahwa tidak ada anggaran itu.

Sementara itu Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lombok Barat, Hartono mengungkapkan, pihaknya bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi NTB menanganani kepulangan para pengungsi. Ia memastikan para pengungsi menggunakan kapal ferry dengan gratis. Adapun untuk angkutan mereka dari rumah keluarga mereka di Lombok menuju Pelabuhan Lembar menggunakan kendaraan aparat. “Dari Dinas Perhubungan rencananya juga akan membuat pos di Pelabuhan Lembar, untuk memudahkan para pengungsi yang ingin balik ke Bali. Tetapi dengan catatan, mereka itu benar-benar pengungsi,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Hartono, arus balik pengungsi ini ada juga yang menggunakan perahu kayu menuju Bali. Mereka tidak bisa dilarang karena saat mengungsi ke Batulayar sendiri mereka menggunakan perahu kayu. “Mereka bawa perahu ke sini, jadinya kalau balik menggunakan perahu, mereka tidak bisa dilarang,” jelasnya.

Diterangkan, ada 150 pengungsi erupsi Gunung Agung Bali di Lombok Barat. Sebarannya, di wilayah Kecamatan Batulayar 111 orang, Kecamatan Gerung 16 orang dan Kecamatan Kediri 23 orang. Data ini terus berubah karena hampir setiap hari pengungsi yang datang ke Lombok tetap ada dari Bali. Hanya saja banyak juga yang datang, adalah mereka yang tinggal di luar zona berbahaya Gunung Agung. Zona berbahaya sendiri berada di 12 KM dari Gunung Agung. Faktanya banyak warga Bali yang berada lebih dari 12 KM juga menungungsi ke Lombok, khususnya Lombok Barat. “Tetapi banyak juga yang datang ke sini tidak mau di data,” tandasnya. (zul)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid