Hujan Deras, Rumah Lansia Roboh

RTLH: Salah satu RTLH milik warga lanjut usia di Lingkungan Turida Timur, Ahmad 80 tahun, roboh saat hujan lebat. (SUDIR/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Rumah milik Ahmad, 80 tahun, warga Lingkungan Turida Timur, Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, roboh ketika terjadi hujan lebat, Senin (21/2). Beruntung dia dan istrinya selamat, dan terhindar dari reruntuhan atap kamar di rumahnya yang berjatuhan.

Ahmad menuturkan, rumahnya itu memang sudah lama tidak diperbaiki. “Saya tinggal bersama istri di rumah ukuran 5×6 meter. Kayunya sudah tua dan dimakan rayap, sehingga tidak bisa menaan beban. Jadi ketika datang hujan, langsung roboh,” tuturnya kepada Radar Lombok, Senin (21/2).

Diakui, meski rumahnya itu tergolong rumah tidak layak huni (RTLH), namun selama puluhan tahun tidak pernah ada perhatian pemerintah. Sementara karena keterbatasan ekonomi, dia tidak mampu memperbaiki sendiri rumahnya.

Sementara waktu, dia dan istrinya hanya berani berdiam di teras rumahnya saja, untuk menghindari kalau sewaktu-waktu sisa bangunan lainnya roboh. “Saya berharap ada perhatian pemerintah, agar rumah saya bisa diperbaiki. Karena kondisi rumah saya ini sudah tidak layak,” harapnya.

Baca Juga :  Tak Abu-abu Lagi, Mohan Sambut Suhaili-Amin

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Dinas Perumahan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram, H. Imam W Trisno, mengatakan telah melakukan peninjauan langsung terhadap musibah yang dialami Ahmad, salah satu Lansia.

Pihaknya juga sudah melakukan pendataan dan sudah masuk di Dinas Perkim, perihal permohonan bantuan rumah roboh. Karena kondisi rumahnya memang sudah tidak layak. “Kita sudah lakukan kroscek lapangan, dan kondisinya memang sangat memprihatinkan. Kita perjuangkan di Dana Alokasi Khusus (DAK) yang bisa dicairkan pada bulan Juni mendatang,” katanya.

Baca Juga :  Menunggak Pajak, Hotel Ternama akan Diaudit Investigasi

Terpisah, Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram, Shinta Primasari mengaku sangat prihatin atas kondisi rumah Lansia yang ada di Turida. Apalagi bantuan rumah kumuh tetap diperoleh Kota Mataram. “Kita harapkan segera ditangani. Karena ini sangat mendesak, dan mereka membutuhkan tempat tinggal yang layak,” katanya.

Pemkot Mataram harus menuntaskan persoalan RTLH ini, karena kondisi di beberapa Lingkungan masih ditemukan rumah kumuh. Program penuntasan rumah kumuh harus terukur, dengan data yang riil. “Konsep penataan rumah kumuh masih tetap sama, yakni perbaikan atap, lantai, dan dinding (Aladin). Setiap tahun (Kota Mataram) selalu mendapatkan kucuran dana dari pusat untuk perbaikan rumah kumuh ini,” singkatnya. (dir)

Komentar Anda