Hanya Sepekan Nilai Transaksi KKI 2021 Tembus Rp 1 Miliar

KKI-2021
Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah bersama Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB Heru Saptaji dalam kegiatan Belanja Bersama produk UMKM NTB, Rabu (10/3).

BI Bersama Pemerintah Ajak Masyarakat Belanja Produk UMKM

MATARAM – Bank Indonesia (BI) bersinergi bersama Pemerintah menyelenggarakan kegiatan Belanja Bersama Produk UMKM #Eksotisme Lombok, Rabu (10/3), sebagai rangkaian dari gelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2021 Seri 1. Kegiatan Belanja Bersama merupakan bentuk konkrit dukungan para pemangku kebijakan terhadap produk-produk UMKM, khususnya dari NTB, sebagai tema utama dari penyelenggaraan KKI 2021 Seri 1.

Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk senantiasa mencintai, menggunakan, dan bangga terhadap produk-produk dalam negeri.

Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah selaku tuan rumah gelaran KKI 2021 Seri 1 kegiatan Belanja Bersama menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang sangat tinggi kepada Bank Indonesia dan Kemenko Marves RI karena memberikan privilege kepada NTB untuk menyelenggarakan kegiatan KKI, Gernas BBI dan Bangga Berwisata #di Indonesia aja selama satu bulan penuh dengan tema eksotisme Lombok. 

“Kami sangat berterima kasih kepada Bank Indonesia yang telah membangkitkan UMKM di masa pandemi Covid-19 dengan kegitan KKI, Gernas BB dan Bangga Berwisata serta kegiatan Belanja Bersama,” kata Wagub Rohmi Djalilah.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan bahwa KKI 2021 Belanja Bersama Produk UMKM #Eksotisme Lombok merupakan bentuk dukungan dan upaya BI dalam menyukseskan Instruksi Presiden atas Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dan Bangga Berwisata #DiIndonesiaAja (BWI). Kegiatan ini dilakukan untuk mendorong belanja produk UMKM lokal yang didukung pula oleh 15 Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi terobosan besar dan tonggak produk lokal artisan yang berorientasi luar negeri, serta mendukung kebiasaan berbelanja produk UMKM lokal yang merupakan tulang punggung (backbone) perekonomian Indonesia.

Kegiatan Belanja Bersama Produk UMKM #EksotismeLombok menampilkan produk unggulan khas NTB, antara lain 341 kain yang dihasilkan oleh UMKM lokal, produk kopi dari kaki gunung di Lombok Utara sebanyak 450 paket kopi, baik robusta maupun arabica, yang sudah di ekspor ke Korea Selatan dan Kanada, serta produk teh kelor sebanyak 530 paket dalam berbagai produk turunannya yang memiliki manfaat untuk kesehatan.

Kegiatan ini mengedepankan sinergi yang diwujudkan melalui partisipasi dari Pimpinan 15 Kementerian dan Lembaga dalam melakukan belanja online produk UMKM NTB secara bersama-sama.  BI mengajak masyarakat untuk menghadiri berbagai rangkaian kegiatan KKI secara virtual melalui website www.karyakreatifindonesia.co.id.  Dalam hal masyarakat ingin membeli produk UMKM Binaan BI, telah disediakan menu katalog dan kontak pada website KKI.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB Heru Saptaji menyampaikan bahwa adanya program Belanja Bersama ini, selain merupakan ajang promosi produk UMKM NTB, antara lain juga bertujuan untuk mengajak dan mengkondisikan UMKM untuk mulai terbiasa memasuki dunia virtual.

“Kegiatan ini juga merupakan fasilitasi kepada UMKM untuk dapat menjual produknya di tengah pandemi, sehingga pada gilirannya roda produksi di perajin dapat berputar,” kata Heru Saptaji.

Heru mencatat dalam waktu sepekan, nilai transaksi di KKI KKI 2021 Seri 1, Gernas BBI sudah tembus diangka Rp 1 miliar. Sementara target nilai transaksi selama satu bulan gelaran KKI 2021 Seri 1, Gernas dan BBI sebesar Rp 1 miliar. Dengan demikian, hanya dalam sepekan nilai transaksi sudah tercapai. Hal tersebut menunjukkan tingginya animo masyarakat untuk membeli produk lokal NTB yang memiliki kualitas bagus dan potensi pasar yang terbuka luas. Karena itu, BI terus mendorong produk lokal UMKM NTB bisa memanfaatkan pasar virtual untuk mempromosikan dan menjual produk mereka.

“Alhamdulillah nilai transaksi belanja produk UMKM lokal NTB dalam sepekan sudah tembus Rp 1 miliar. Ini artinya, target transaksi selama sebulan sudah tercapai hanya dalam sepekan,” ungkap Heru Saptaji. (luk)