Hadapi Pilkada Lobar, Parpol Mulai Panaskan Mesin

GIRI MENANG – Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilihan Umum sedang dibahas di DPR RI. Salah satu rencana dalam RUU tersebut adalah kemungkinan pemilihan kepala daerah akan digelar tahun 2022 bagi daerah yang ada melaksanakan Pilkada tahun 2023. Kabupaten Lombok Barat  merupakan salah satu daerah yang kemungkinan akan menggelar Pilkada pada tahun 2022 jika RUU tersebut ditetapkan.

Menanggapi hal ini, partai-partai di Lombok Barat sudah mulai memanaskan mesin.

Sekretaris PAN Lombok Barat, Munawir Haris, menyatakan partainya sudah siap menghadapi Pilkada Lobar, kapanpun pelaksanaannya. PAN adalah partai yang akan mengutamakan figur-figur yang secara kapasitas mampu membawa daerah ini menjadi daerah yang maju.” Tentu kita sudah siap,” ungkapnya kepada Radar Lombok kemarin.

Namun partai, katanya, tentu saja menunggu keputusan soal RUU tersebut. Partai di daerah tetap pada posisi siap.

Hal yang sama disampaikan Ketua DPC Gerindra Lombok Barat Nauvar Forqoni Farinduan. Ia mengatakan, kalau Pilkada Lobar dihelat pada tahun 2022, Gerindra siap.”Mesin partai Gerindra di Lombok Barat cukup siap menghadapi Pilkada Lobar tahun 2022,” tegas Farin saat ditemui belum lama ini.

Pada bulan Maret nanti, katanya, pengurus anak cabang (PAC), pengurus ranting dan pengurus anak ranting sudah akan terbentuk. Dimana saat ini sedang diverifikasi dan tuntas di bulan Maret nanti.

Namun ia mengatakan tentu saja menunggu keputusan resmi KPU, apakah akan menetapkan Pilkada Lobar digelar tahun 2022 nanti. Farin mengaku sudah melakukan komunikasi dengan partai mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten. “ Dalam mengusung calon, kita di Partai Gerindra memiliki ukuran elektabilitas dan popularitas. Kita serahkan saja ke partai, yang penting dari mesin partai sudah siap,” ungkapnya.

Ketua DPD PKS Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, juga mengatakan bahwa menghadapi Pilkada Lobar yang kemungkinkan digelar tahun 2022, PKS Lobar siap.” Jika pilkada dimajukan ke tahun 2022, sebagai pimpinan PKS, kami bekerja untuk memastikan bahwa mesin partai  PKS siap memenangkan Pilkada,” ungkapnya.

Bagi Nurul, jika pelaksanaan Pilkada Lobar tahun 2022 itu sudah menjadi ketetapan, mau tidak mau Parpol harus menerima, dan harus siap.”Mau tidak mau, suka tidak suka kita harus menerima,” ungkapnya.

Mesin partai PKS sudah siap. Karena dari segi struktur partai, PKS sejak Pemilu lalu sudah ada sampai tingkat ranting. Yang perlu dilakukan sekarang ini adalah melakukan penyegaran kembali agar para pengurus lebih semangat lagi dalam berjuang memenangkan PKS sebagai partai pemenang dalam Pilkada Lobar.” Setelah Musda PKS tingkat kabupaten, agenda selanjutnya Muscab untuk tingkat kecamatan,” tegasnya.

Nurul menambahkan, salah satu target PKS yaitu memenangkan Pilkada atau Pemilu. Untuk bisa meraih itu  dengan mamastikan struktur PKS ada hingga tingkat ranting ( desa) dan anak ranting ( dusun). Dan pada Pilkada mendatang PKS akan mendorong kadernya sendiri untuk maju sebagai calon, baik sebagai nomor satu atau nomor dua.” Arahan dari Munas, PKS akan mendorong kadernya untuk maju dalam Pilkada. Namun, tentunya akan melihat siapa yabg paling berpeluang ada ruang yang sangat terbuka. kita pasti akan melakukan survei terlebih dahulu sebelum mengambil langkah menentukan kader yang akan diusung,” tegasnya.

Di Lobar PKS mendapatkan 5 kursi. Karena itu tetap  membutuhkan teman koalisi. Sehingga selain bekerja menyiapkan kader sebagai kekuatan utama PKS dan soliditas struktur, komunikasi  antar partai juga  harus dilakukan untuk bisa mendapatkan koalisi.(ami)