Gubernur Janji Oktober, Pabrik Pakan Ternak Tidak Kunjung Beroperasi

PABRIK PAKAN : Inilah bangunan pabrik pakan ternak di RPH Banyumulek yang hingga saat ini belum ada kejelasan kapan mulai beroperasi. (IST/ RADAR LOMBOK)

MATARAM – Operasional pabrik pakan ternak yang berlokasi di kawasan Rumah Potong Hewan (RPH) Banyumulek, Lombok Barat hingga saat ini semakin tidak jelas. Jika sebelumnya Gubernur NTB H Zulkieflimansyah mengklaim bulan Oktober mulai operasional, namun ternyata hingga saat ini justru semakin tidak jelas.

Pasalnya, perusahaan pihak ketiga, yakni PT Siar Nusa Tenggara yang disebut-sebut akan mengelola pabrik pakan ternak terebut, hingga kini belum ada kejelasan. Bahkan, kontrak kerja dan MoU antara PT Siar Nusa Tenggara hingga saat ini belum pernah ditandatangani. Sementara itu, bangunan pabrik pakan yang menelan anggaran dari APBD NTB sudah mencapai miliaran rupiah. Namun, operasional pabrik pakan ternak tersebut tidak ada tanda-tanda akan mulai beroperasi.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB Khairul Akbar mengatakan, untuk pabrik pakan ternak prosesnya sedang ajukan untuk draft kerja sama antara PT Siar Nusa Tenggara dengan Pemprov NTB dalam hal ini Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi. Sebelumnya sudah ada pertemuan dengan beberapa stakeholder terkait meminta masukan terkait recana investor mengeoperasionalkan pabrik pakan ternak.

BACA JUGA :  BNPT Gelar Webinar Guru Pelopor Moderasi Beragama

“Kami akan menghadap Asisten II dan Sekda NTB menjelaskan semua proses kerja sama dan tinggal tanda tangan MoU penyewaan dan sebagainya dari PT Siar Nusa Tenggara dengan Pemprov NTB,” kata Khairul Akbar kepada Radar Lombok, Selasa (30/11).

Dijelaskan, sebenarnya sudah sejak lama ada berita acara tentang penyewaan dan nilainya untuk pengelolaan pabrik pakan di RPH Banyumelek . Ada lima item disewakan dan nilainya mencapai Rp 98 jutaan setahun dan disewakan selama 5 tahun.

“Kami rencananya memang sebelum tanggal 17 Desember sudah ada produk semacam MoU, menjelang ulang tahun NTB mungkin dilaunching pertama,” katanya.

Pabrik pakan ternak di RPH Banyumelek sudah cukup lama dibangun. Bahkan sudah ada beberapa investor melirik pabrik pakan. Hanya saja kini tidak ada kejelasan kapan akan mulai kembali beroperasional. Namun memasuki 2021 ada investor melirik untuk menyewa pabrik pakan ternak sejak Mei lalu, sudah direncanakan akan beroperasional pada Juli, Agustus, September dan November.

BACA JUGA :  Banjir Gepeng di Bulan Ramadan

“Kami kejar bulan Mei, karena ada beberapa yang dipenuhi kaitan dengan persyaratan teknisnya,” katanya.

Khaerul menargetkan akan tuntas  sebelum 17 Desember 2021 bertepatan dengan HUT NTB sudah selesai agar segera beroperasional pabrik pakan tersebut. Meski semua tergantung dari putusan Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi.

“Kalau pun nanti tidak disetujui oleh pak sekda, kami sudah punya calon juga yang akan memanfaatkan pabrik pakan di RPH ini. Dan sudah ditinjau dan nanti mereka akan sampai ke proses hilirisasinya buat semacam sosis. Dari hulu dan hilir,” jelasnya.

“Ada dua investor, yang utama itu satu dulu. Kalaupun nanti gagal kita juga ada yang lain. Banyak investornya tapi kita dahulukan yang PT Siar Nusa Tenggara,” tandasnya. (dev)