Global Hub Kayangan Tinggal Mimpi Belaka?

Investor Takut Gempa Terjadi Lagi

Ridwan Syah
Ridwan Syah (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Mimpi warga KLU secara khusus, dan NTB secara umum tentang kehadiran Global Hub Kayangan, sepertinya tinggal mimpi. Lahan yang diproyeksikan sebagai lokasi kini sudah dikavling-kavling sebagai areal pembangunan usaha dan bangunan lain. Informasi terbaru, investor yang akan membangun Global Hub takut ada bencana gempa lagi.

Asisten II Setda NTB, Ridwan Syah, mengakui para investor Global Hub takut menanamkan modal akibat gempa tahun lalu. “Ada tiga investor saat ini. Mereka minta jaminan dari pemerintah. Jangan sampai lokasi yang dibangun berbahaya terhadap gempa,” ungkap Ridwan Syah kemarin (17/6).

Selain tiga investor tersebut, ada juga investor baru yang tertarik ingin menanamkan modal di Global Hub. Namun persoalannya, bencana gempa sulit untuk diprediksi. “Mereka kan minta jaminan agar lokasi proyek aman dari gempa. Jadi sebenarnya investor ini bukan kabur, tapi hanya menunggu saja,” kata Ridwan Syah.

BACA JUGA: Polisi Gagalkan Pengiriman Tujuh Perempuan ke Saudi

Nasib Global Hub Kayangan memang jauh lebih memprihatinkan dibandingkan mimpi NTB lainnya memiliki sirkuit MotoGP. Padahal Peraturan Pemerintah (PP) telah terbit, Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) sudah direvisi untuk mendukung Global Hub.

Bukan itu saja, berbagai izin juga sudah keluar. Belum lagi upaya pembebasan lahan telah dimulai. Namun semuanya menjadi tidak jelas setelah adanya gempa yang meluluhlantakkan Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Hingga saat ini, belum ada kejelasan kapan groundbreaking Global Hub. Tidak ada pihak manapun yang bisa menjamin kapan pembangunannya akan dimulai. “Groundbreaking akan dilakukan kalau investor sudah siap,” ucap Ridwan Syah.

Terkait dengan perhatian Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah yang sangat minim, Ridwan Syah bisa memakluminya. “Gubernur tidak terlalu perhatikan, karena mungkin belum dilaporkan secara utuh oleh Pak Son Diamar. Tapi kalau jembatan Lombok-Sumbawa juga bisa terwujud, itu sejarah,” kata Ridwan Syah.

Global Hub Kayangan direncanakan akan menyerupai Kota Dubai, Uni Emirat Arab. Jumlah penduduknya nanti sekitar 1 juta jiwa pada lahan seluas 7.000 hektare. Kawasan tersebut akan dibangun pelabuhan modern yang dapat menampung kapal-kapal raksasa dengan panjang 500 meter. Konsep Global Hub merupakan yang pertama di Indonesia. Posisi Pulau Lombok yang sangat strategis, bisa dioptimalkan jika Global Hub dibangun.

BACA JUGA: Tiga Pejabat Pemprov NTB Isyaratkan Maju Pilkada

Kawasan Global Hub Kayangan direncanakan mampu menampung kapal dengan panjang 500 meter dengan kedalaman sekitar 35 meter. Kapal  dengan ukuran seperti itu akan mampu mengangkut 18 ribu kontainer. Untuk membangun pelabuhan, dibutuhkan biaya sekitar Rp 30 triliun. Disana juga akan dibangun kilang minyak dengan nilai investasi mencapai Rp 130 triliun.

Presiden Direktur PT Bandar Kayangan Internasional (BKI), Son Diamar, mengatakan dirinya yakin mimpi Global Hub Kayangan akan segera terwujud. Apalagi telah banyak investor yang tertarik untuk menanamkan modalnya. “Global Hub tidak bisa disamakan dengan KEK Mandalika,” ujarnya.

Menurutnya, Global Hub tidak bisa disamakan dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang begitu diperhatikan oleh pemerintah pusat. Apalagi membandingkan progres pembangunannya. Mengingat, KEK Mandalika telah dirintis sejak 25 tahun lalu. Sementara Global Hub dimulai pada kepemimpinan TGB M Zainul Majdi selaku Gubernur NTB. 

Saat ini, kata Son Diamar, pembangunan Global Hub semakin dekat. Penjajakan dengan investor terus dilakukan. “Pembangunan Kilang Minyak itu terbaik di KLU. Pasti Global Hub akan terwujud,” tegas Son Diamar.(zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid