Bosda Rp 7 Miliar untuk Guru Honor dan Tendik di Lombok Utara Terancam Kena Refocusing

Kabid PTK Dikpora KLU Sudiartha (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengalokasikan bantuan operasional daerah (Bosda) kepada guru dan tenaga kependidikan (tendik) honor sebesar Rp 7 miliar pada 2021.

Sayangnya, anggaran ini masih belum dinyatakan final karena tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) masih melakukan refocusing Rp 13 miliar dana alokasi umum (DAU) dengan menyisir anggaran yang ada. “Pada pembahasan anggaran 2021 di tahun lalu sudah ditetapkan Rp 7 miliar untuk Bosda, tapi kami belum bisa pastikan lagi karena pada saat ini TAPD sedang melakukan refocusing terhadap DAU,” ungkap Kabid PTK Dikpora KLU Sudiartha kepada Radar Lombok, Senin (15/3).

Semula, anggaran Bosda diperuntukan bagi 2.726 guru honor yang terdiri dari GTT SD/SMP 968 orang, GTY MI/MTs 659 orang, GTT PAUD/TK 650 orang, GTY RA 74 orang, PTT SD/SMP 201 orang, PTT Dikpora 77 orang, dan eks K2 97 orang.

Pada 2020, per bulan khusus guru honor mendapat Rp 250 ribu. Anggaran Bosda ini ditransfer langsung melalui rekening masing-masing guru dan tendik untuk menghindari kerumunan saat pembagian yang dilakukan bertahap itu. “Untuk tahun ini kami belum dapat pastikan lagi, karena masih menunggu refocusing, baru kami sampaikan secara resmi kepada penerima Bosda,” terangnya.

Anggaran Bosda dialokasikan melalui DAU sehingga kemungkinan besar terkena refocusing untuk penanganan covid-19. Namun, pihaknya akan memperjuangkan supaya anggaran tersebut tidak terkena juga, karena guru honor juga terkena dampak akibat covid-19 yang belum tuntas sampai sekarang ini. “Kami berharap TAPD mempertimbangkan dalam refocusing,” harapnya. (flo)