BI NTB Beri Hadiah Sepeda Motor Jukir Digital di Kota Mataram

Juru parkir digital pembayaran berbasis QRIS menerima apresiasi dari Bank Indonesia Provinsi NTB, Senin (18/12).

MATARAM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB memberikan apresiasi kepada juru parkir (jukir) digital yang ada di Kota Mataram. Apresiasi yang diberikan mulai dari handphone hingga sepeda motor. Jukir yang diapresiasi ini adalah jukir yang memiliki transaksi digital mengguanakan QRIS tertinggi.

Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB Berry ArifsyaBIh Harahap mengatakan, program parkir digital berbasis QRIS  ini kembali menjadi program masif yang akan meningkatkan tata kelola keuangan pemerintah daerah.

“Kami berterima kasih kepada juru parkir digital menggunakan QRIS di Kota Mataram. Kita sangat bangga para juru parkir ini mendukung bagaimana tata kelola pemerintahan daerah yang sudah baik,” kata Berry disela-sela kegiatan pemberian apresiasi jukir digital di Gedung Serbaguna BI NTB, Senin (18/12).

Menurut Berry, sebagai salah satu langkah untuk mengedukasi menumbuhkan kebiasaan masyarakat transaksi menggunakan QRIS, Bank Indonesia berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Mataram dalam mengadakan lomba juru parkir digital Kota Mataram. Di mana, dari Januari hingga Oktober 2023, lomba dibagi dari 3 kategori dengan jumlah total harian pendapatan dengan rincian kategori pertama potensi harian Rp65 ribu hingga Rp300 ribu, kategori dua potensi hariannya Rp35 ribu hingga Rp60 ribu, kemudian potensi harian kategori 3 potensi harian Rp10 ribu hingga Rp30 ribu.

Baca Juga :  BI NTB Siapkan Rp3,6 Triliun Kebutuhan Penukaran Uang

Plt Dinas Perhubungan Kota Mataram Lalu Martawang mengatakan sejalan dengan kebijakan Pemerintah Pusat, untuk menontunaikan dan mendigitalisasi berbagai kondisi perekonomian, maka di Indonesia yang merespon secara positif adalah Pemkot Mataram, kemudian memberlakukan pelayanan parkir nontunai.

Dengan skenario parkir non tunai ini pemerintah kota Mataram sudah memulainya beberapa tahun lalu, yakni di 2019 memulai program digitalisasi. Salah satunya adalah dari retribusi parkir 2020 yang dicoba ini pada tiga lokasi dengan transaksi digital ini. 

“Dari 2021 sampai dengan saat ini kita sudah memiliki 981 merchant ini menggunakan QRIS. Dimana 770 merchant dan di Bank NTB Syariah ada 212 merchant, sehingga QR kita yang aktif 914 merchant,” terangnya. 

Baca Juga :  BI NTB Siapkan Kemudahan Bertransaksi Nontunai di Sirkuit Mandalika

Lalu Martawang juga memastikan Pemerintah Kota Mataram untuk akuntabilitasnya, sehingga mereka termotivasi. Apalagi sekarang sudah banyak jukir digital di kota Mataram, Dinas Perhubungan Bekerjasama dengan Bank Indonesia Provinsi NTB dengan memberikan apresiasi kepada para jukir digital.

“Bank indonesia mengapresiasi apa yang kita lakukan. Non tunai parkir di kota Mataram yang sukses dilakukan. Kedepan kami akan terus membenahi, memperbaiki dan lebih maksimal lagi,” terangnya.

Diakui perkembangan untuk penerimaan retribusi daerah dari parkir digital perkembangannya sangat positif. Dijelaskan, untuk penerimaan retribusi penerimaan daerah pada 2018 mendapatan sekitar Rp 1,8 miliar. Pada 2019 sekitar Rp 1,9 miliar dan 2020 sekitar Rp 1,9 miliar. Pada 2021 sekitar Rp 3 miliar lebih, kemudian 2022 sekitar Rp8,2 miliar.

“Dan perbulan kemarin dapat kami laporkan sudah mencapai Rp 8,7 miliar. Terlihat sangat signifikan. Diakhir tahun kita bisa mencapai paling tidak Rp 9 miliar,” pungkasnya. (luk)

Komentar Anda