Belum Ada Bantuan untuk Rumah Rusak Akibat Banjir

RUSAK: Salah satu rumah warga di Dusun Badung, Desa Malaka rusak berat akibat banjir bandang beberapa waktu lalu. (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Masyarakat Desa Malaka yang rumahnya rusak akibat banjir bandang dan tanah longsor, Minggu (16/10) lalu sepertinya harus bersabar.

Peluang untuk mendapatkan bantuan rumah pengganti atau sekadar untuk memperbaiki dari Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) belum ada.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KLU Zaldy Rahardian mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPBD NTB terkait apa saja yang dibutuhkan korban banjir di Malaka. Begitu juga terkait bantuan apa saja yang telah diberikan. “Saat ini hanya tempat tinggal saja yang belum bisa diberikan bantuan,” ujar Zaldy, Senin (31/10).

Bantuan berupa makanan, minuman, obat-obatan, pakaian, dan keperluan mendesak lainnya telah dipenuhi. Namun untuk bantuan berupa rumah, BPBD KLU saat ini belum bisa membantu. “Untuk huntara (hunian sementara) tahun ini kita juga tidak ada stok,” jelas Zaldy.

Kondisi ini sudah disampaikan ke BPBD NTB. Terkait seperti apa respons dari sana, pihaknya masih menunggu. Ia pun berharap ada kabar baik dari BPBD Provinsi NTB. Saat ini pihaknya belum berani menjanjikan. Sebab belum ada kejelasan soal ada atau tidak bantuan rumah bagi para korban.

Baca Juga :  15 Rider Mancanegara Jajal Jalur Trail Sambik Elen

Seperti diketahui, masyarakat korban bencana gempa tahun 2018 saja sampai saat ini masih ada 3 ribuan belum dibuatkan rumah tahan gempa. Mereka saat ini baru tahap pengusulan ke pemerintah pusat. Sementara masyarakat yang rumahnya rusak akibat banjir baru tahap pendataan. “Jadi untuk masyarakat korban bencana banjir bersabar dulu,” pintanya.

Sagir, salah satu korban banjir yang rumahnya rusak berat di Dusun Lendang Luar, Desa Malaka sampai saat ini masih tinggal di rumahnya yang rusak. Kerusakannya cukup parah. Sebab bagian temboknya ada yang jebol sebagian.

Meski begitu ia sampai saat ini masih bertahan di rumah tersebut karena hanya itu rumah satu-satunya. Jarak rumahnya dengan warga lainnya cukup jauh sekitar 400 meter. Ia pun sungkan untuk mengungsi ke tetangga. “Semoga saja ada bantuan nanti,” harapnya.

Sebelumnya, Anggota DPRD KLU Hakamah mendesak pemerintah daerah agar membangunkan huntara bagi korban banjir yang rumahnya rusak. Hakamah mengaku bahwa ia bersama anggota DPRD lainnya dari Fraksi Gerindra telah turun menemui sekitar 60 warga di beberapa dusun di Desa Malaka yang terdampak banjir. Di antaranya di Dusun Lendang Luar, Dusun Malimbu, Dusun Badung, Dusun Nipah Timur dan Barat.

Baca Juga :  DLH Kewalahan Atasi Sampah di Gili

“Kita keliling temui masyarakat yang kena dampak longsor dan banjir bandang. Kita merasa sedih dengan kondisi masyarakat, kita lihat ada rumahnya hilang hanyut terbawa banjir, ada dasar rumahnya sebelah jebol,” tuturnya.

Hal ini kata Hakamah harus mendapat perhatian pemerintah dengan segera membantu pembangunan rumah warga yang rusak berat karena masih musim hujan.

Anggota DPRD KLU dari Fraksi Demokrat Kartadi juga menyampaikan hal yang sama. Warga yang rumahnya rusak berat butuh penanganan segera. Pasalnya mereka tidak bisa lagi menempati rumahnya dan terpaksa mengungsi ke rumah orang lain. “Mereka tidak punya rumah yang lain sehingga pemda harus mengambil tindakan segera,” pungkasnya. (der)

Komentar Anda