Bazar Ramadan Sepi, Dua Kadis Kena Semprot Bupati

BAZAR RAMADAN: Suasana ketika pembukaan kegiatan Bazar Mandalika Ramadan Bersatu Jaya, yang berlangsung di halaman Masjid Agung Praya, Kamis lalu. (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA — Meski berbagai persiapan sudah dilakukan jauh hari sebelumnya, namun pelaksanaan Bazar Mandalika Ramadan Bersatu Jaya, yang berlangsung di halaman Masjid Agung Praya, dan telah dimulai pada 14 April lalu, belum bisa berjalan maksimal. Hal ini terbukti dengan sepinya pengunjung atau berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Melihat itu, Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri pun tak kuasa menahan rasa kecewanya. Dimana kehadirannya ketika membuka Bazar Ramadhan tersebut, awalnya mengira akan ramai, namun yang dijumpai Bupati justru sebaliknya. Even yang dihajatkan untuk masyarakat itu justru sepi pengunjung, dan juga minim pedagang yang terlibat.

Tentu saja Bupati terlihat kecewa dengan kondisi itu. Sehingga dia menyalahkan dua kepala dinas terkait, yakni Kadis Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta Kadis Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Loteng, yang dinilai tidak bekerja maksimal mempersiapkan kegiatan itu, agar bisa berlangsung meriah.

“(Awalnya) mau kita laksanakan tiga hari setelah puasa, tetapi saya menolak, karena khawatir akan sepi. Tetapi ternyata benar-benar sepi,” ujar Pathul Bahri dengan raut wajah kecewa, saat membuka Bazar Ramadhan, Kamis lalu (14/4).

Pihaknya menilai Dinas Koperasi dan UMKM serta Dinas Perindag tidak ada koordinasi, dan jalan sendiri-sendiri. Seharusnya bekerjasama saling bantu-membantu antara satu dengan yang lain. Karena kalau seperti ini persiapannya yang kurang maksimal, tentu saja tidak ada pengunjung yang mau hadir. “Saya kalau lihat ini, pantesan saja Wabup dan Sekda tidak hadir. Akhirnya saya yang hadir, dan mudah-mudahan jemaah pulang ngaji mau berbelanja,” harapnya.

BACA JUGA :  Angka Kematian Ibu Melahirkan Masih Tinggi

Pathul juga meminta kepada Kadis Koperasi dan UMKM agar hari-hari selanjutnya kegiatan tersebut bisa ramai oleh pengunjung maupun pedagang. Karena kegiatan bazar ini minim kehadiran perbankan dan ritel modern.

Hanya Bank NTB saja yang terlihat. Sementara ritel modern seperti Alfamart dan Indomart serta ritel lainnya tidak terlihat. Karena itu, pihaknya kemudian mempertanyakan manfaat adanya ritel modern ini untuk masyarakat Lombok Tengah.

“Seharusnya ramai di pembukaan, dan saya minta hari selanjutnya harus hadir 42 pedagang itu. Dinas Perdagangan dan Dinas Koperasi harus kerjasama. Kalau seperti ini bukan bazar, ini jualan biasa. Pebankan juga diundang, kenapa hanya satu bank saja. Begitu juga ritel modern Alfamart dan Indomaret itu. Kalau tidak ada, lantas apa manfaatnya untuk kita. Ayo kita berikan semangat yang sama untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ajaknya.

Lebih jauh disampaikan Bupati, bahwa selama ini laporan dari Kepala Dinas Koperasi dan UMKM dinilai terlalu muluk dan mengada ada. Karena ternyata laporan yang disampaikan tidak sesuai kenyataan. “Tolong jangan laporan saja yang bagus, tetapi kenyataannya tidak. Harus ada yang bikin ramai.  Tolong Perindag dan Koperasi bersinergi. Mudahan nanti setelah pengajian ramai,” harapnya.

BACA JUGA :  Penyelundup Lobster Lintas Negara Dibekuk

Pathul juga mempertanyakan peran ritel modern bagi masyarakat Lombok Tengah. Karena selama ini di kegiatan Pemkab ritel modern tidak pernah terlibat. Sementara mereka mencari uang di Kabupaten Lombok Tengah bertahun-tahun.

“Siapa yang kelola ritel modern? Jangan hanya dapat izin saja lalu tak ada manfaatnya bagi masyarakat. Bertahun-tahun cari makan di Lombok Tengah, apa yang mereka berikan. Saya minta Pak Asisten untuk catat jumlah ritel modern. Kita bahas manfaat dan mudharatnya bagi masyarakat. Jadi bahan evaluasi kita,” geramnya.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Koperasi dan UMKM Lombok Tengah, M Ikhsan dalam laporannya mengatakan bahwa Bazar Mandalika merupakan agenda rutin dari tahun ke tahun. Dimana kali ini yang ikut serta kegiatan adalah dari seluruh penggiat organisasi lembaga UMKM sebanyak 13 lembaga, dan 42 pelaku penggiat UMKM.

“Tujuan dari kegiatan ini tidak lain untuk menggerakkan pelaku UMKM agar semangat berusaha dan terus meningkat. Sehingga indek pendapatannya juga akan terus meningkat. Semoga kegiatan ini dapat dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM,” harapnya. (met)