Baru Dilantik, Berhasil Menggali Potensi Desa

Berhasil Menggali Potensi Desa
BERAKTIVITAS: Sekdes Senanggalih, Sugita Jiwantara saat beraktivitas membangun desanya. (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)
Advertisement

MELIHAT TEROBOSAN SUGITA JIWANTARA, SEKDES TERMUDA DI NTB

Desa Senanggalih Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur, kini cukup popular sebagai salah satu desa wisata di NTB. Desa itu juga diklaim mampu mengentaskan kemiskinan penduduknya. Semua itu tak terlepas dari peranSugita Jiwantara, Sekretaris Desa Senanggalih.

ABDI ZAELANI – LOMBOK TIMUR

SUGITA Jiwantara tercatat sebagai salah seorang sekretaris desa termuda di NTB. Ia kelahiran Senanggalih, 7 September 1992 silam. Kemudian tercatat sebagai sekdes saat usianya menginjak 27 tahun. Tepatnya, ia dilantik menjadi sekdes pada 26 Mei 2019 lalu.

Karir Sugita sendiri diawali dari pendidikannya. Terakhir, ia mengenyam pendidikan di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hamzanwadi Selong yang kini sudah menjadi Universitas Hamzanwadi. Saat menimba ilmu di perguruan tinggi itu, Sugita menempa diri dengan masuk di organisasi kemahasiswaan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Lombok Timur. Berkat mengasah dirinya dengan ilmu pengetahuan dan organisasi, Sugita kemudian mendedikasikan dirinya di tengah masyarakat Senanggalih. ‘’Alhamdullah, meskipun muda dan belum mempunyai pasangan tapi diberikan kepercayaan menjadi sekdes,’’ tutur Sugita Jiwantara kepada Radar Lombok, kemarin.

Sebenarnya, lanjut Sugita, dia memberanikan diri menjadi sekdes tidak lain karena kaum muda harus berpikiran maju dan progresif untuk membantu masyarakat. Sejak dilantik berbagai terobosan dilakukan bersama kepala desa untuk menggali potensi di Senanggalih untuk menekan angka kemiskinan. Bahkan, sesa ini masuk menjadi salah satu desa yang ditetapkan oleh Gubernur NTB menjadi 99 lokasi wiata di Provinsi NTB tahun 2019-2023. ‘’Desa kami mempunyai potensi yang luar biasa. Meskipun berada jauh dari jantung kota tapi desa kita dikenal sebagai desa wisata anggur. Makanya mulai tahun lalu desa kita ditetapkan sebagai desa wisata anggur,’’ jelasnya.

Desa Senanggalih yang biasa di kenal sebagai desa wisata anggur yang terletak di ujung timur Sambelia. Potensi desa ini menjadi buah bibir bahkan bukan hanya orang lokal yang berdatangan tapi dari mancanegara seperti Singapura dan Kanada berdatangan ke desa yang jauh dari perkotaan untuk menikmati pemandangan alamnya. Untuk diketahui, Desa Senanggalih sendiri terdiri dari 5 dusun dengan jumlah penduduk 2500 jiwa terdiri dari 700 kepala keluarga (KK).

Selain itu, komitmen pemerintah desa yang  ingin mengubah wajah desa menjadi maju dengan didukung oleh semua perangkat yang ramah tamah dan kompak. Di usia yang muda ada harapan besar masyarakat Senanggalih di pundak yang diembannya. ‘’Alhamdullah, kini Desa Senggalih lebih fokus pada peningkatan pendapatan masyarakat desa dengan membuat terobosan baru seperti kios desa serta memberikan ruang masyarakat untuk membuka lapak digunakan untuk berjualan. Ini salah satu cara memberantas kemiskinan yang ada di Desa Senanggalih,’’ jelasnya.

Selain itu, ada bebarapa terobosan yang dimanfaatkan untkuk menggenjot pendapatan desa mulai dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pengusaha Wifi dan lainnya. ‘’Melalui usaha ini kemajuan berpikir pemuda masyarakat maju utk membuka jendela dunia karena bisa internetan di rumah masing-masing. Sampai hari ini baru 60 persen dari luas wilayah terjangkau Wifi BUMDes. Semoga usaha ini mnjadi peningkatan SDM masyarakat kita,’’ harapnya.

Baginya, desa sudah saatnya menemukan jati dirinya sendri karena sudah diberikan kado dari negara yang berbentuk dana desa. Bukan hanya itu di bidang kesehatan, Desa Senanggalih ini sudah mendapatkan sertifikat open defecation free (ODF). Artinya masyarakat sudah mulai hidup sehat dengan tidak buang air besar sembarangan (BABS). ‘’PKK di Senggalih berperestasi mewakili Kecamatan Sambelia dalam lomba di tingkat kabupaten,’’ tandasnya. (**)