Airlangga: Pemerintah Berharap Ada Peningkatan Ekspor Produk Kelapa Sawit ke Jepang

PERTEMUAN: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat melakukan pertemuan dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI) Jepang Nishimura Yasutoshi, Sabtu (3/09).

JAKARTA–Pemerintah telah menerapkan berbagai kebijakan untuk menyeimbangkan aspek kesehatan, sosial, dan ekonomi dalam mengatasi dampak yang ditimbulkan oleh pandemi.

Caranya, yaitu dengan menekankan pada kelancaran aktivitas dan laju ekonomi, pengetatan protokol kesehatan, serta percepatan vaksinasi.

Sementara itu, kerja sama erat Indonesia dengan negara-negara lain di dunia, termasuk Jepang, turut menciptakan tren positif pemulihan di berbagai sektor yang terdampak selama pandemi.

Total nilai perdagangan Indonesia dengan Jepang pada tahun 2021 tercatat sebesar USD32.5 miliar dan nilai investasi Jepang pada tahun 2021 mencapai USD23 miliar.

Berdasarkan hasil pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Jepang telah disepakati bahwa General Review Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) yang membahas protokol perubahan IJEPA ditargetkan selesai dan diumumkan di sela-sela G20 Summit November 2022 di Bali.

Salah satu isu yang masih tertunda dalam pembahasan yakni terkait permintaan Indonesia atas akses pasar untuk ekspor tuna kaleng serta produk buah tropis ke Jepang.

Baca Juga :  Menko Airlangga: Membayar dan Melaporkan Pajak Merupakan Bentuk Kecintaan Kepada Negara

“Diharapkan Jepang dapat mempertimbangkan tarif bea masuk untuk beberapa komoditas seperti ikan tuna serta buah pisang dan nanas,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat melakukan pertemuan dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI) Jepang Nishimura Yasutoshi, Sabtu (3/09).

Lebih lanjut, Menko Airlangga juga membahas mengenai investasi Jepang di Indonesia. Beberapa perusahaan otomotif Jepang juga telah meningkatkan investasi seperti Mitsubishi Motors yang berkomitmen untuk menjadikan Indonesia sebagai hub ekspor kendaraan.

Terutama untuk memproduksi kendaraan yang berbasis Electric Vehicle dengan rencana tambahan investasi IDR10 triliun dari 2022 hingga 2025.

Selain itu, Toyota Group juga telah merencanakan tambahan investasi IDR27,1 triliun dalam rentang waktu 2022 s.d. 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga mengapresiasi dukungan dan kerja sama dari Pemerintah Jepang dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia seperti Pelabuhan Patimban dan MRT North-South Fase 1.

Baca Juga :  Menko Airlangga Serahkan Bantuan Tunai PKL dan Warung di NTB

Sektor kelapa sawit turut menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut dimana Pemerintah Indonesia berharap Pemerintah Jepang dapat menerima sertifikasi ISPO Indonesia. Hal ini diharapkan dapat mendorong peningkatan ekspor produk kelapa sawit ke Jepang.

“Indonesia menjamin bahwa aspek berkelanjutan dari tanaman sawit ini sesuai dengan yang disyaratkan Jepang di bawah skema feed in tariff (FIT),” ujar Menko Airlangga.

Diakhir pertemuan, Menteri Nishimura berterima kasih kepada Pemerintah Indonesia karena produk dan teknologi dari Jepang diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia dan mengajak untuk bersama-sama saling mendukung dalam menyukseskan G20 tahun ini.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Perindustrian, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Deputi Bidang Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. (*/gt)

Komentar Anda