Airlangga: Kesehatan Global Jadi Bahasan Pertemuan Sherpa Ke-2 Presidensi G20 Indonesia

Airlangga Hartarto

LABUAN BAJO–Arsitektur kesehatan global menjadi salah satu isu prioritas yang dibahas dalam Sesi Pertama Pertemuan Sherpa ke-2 Presidensi G20 Indonesia di Labuan Bajo, Senin (11/07).

Hal ini disebabkan masih berlangsungnya pandemi Covid-19 yang juga berdampak pada perekonomian banyak negara.

Selain itu, dampak ketegangan geopolitik juga telah mempengaruhi ketahanan pangan global, karena secara tidak langsung akan menyebabkan kenaikan harga jika distribusi bahan pangan terhambat.

“Sudah menjadi tugas kita sebagai Sherpa untuk memastikan lingkungan kerja yang kondusif serta bagaimana kita dapat mengubah saran teknis dan kebijakan yang kompleks menjadi aksi konkret untuk Kepala Negara kita,” tegas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pembukaannya.

Pertemuan ini yang dihadiri oleh seluruh negara Anggota G20, negara undangan, dan organisasi internasional secara hybrid, dipimpin oleh kedua Co-Sherpa G20 Indonesia yaitu Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi dan Staf Khusus Bidang Penguatan Program-program Prioritas Kementerian Luar Negeri Dian Triansyah Djani.

Pandemi Covid-19 dan konflik antar negara (yang terkini adalah Rusia dan Ukraina) juga berdampak besar pada sektor pariwisata.

Konflik berkepanjangan dapat menyebabkan hilangnya pendapatan pariwisata sekitar US$14 miliar secara global pada 2022.

Baca Juga :  Airlangga: Surplus Neraca Perdagangan Semester I 2022 Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Menyadari tantangan yang semakin berat, Presidensi G20 Indonesia telah mendorong penguatan ketahanan kesehatan global untuk memastikan G20 akan berkontribusi pada penguatan sistem kesehatan global yang lebih inklusif dan responsif terhadap krisis.

Penguatan sistem kesehatan global akan membuka jalan bagi pemulihan global yang inklusif, termasuk di sektor pariwisata dan pertanian.

Oleh karena itu, sesi pertama dibuka oleh laporan perkembangan dari sejumlah pertemuan Working Group yaitu Health (Kementerian Kesehatan), Agriculture (Kementerian Pertanian), dan Tourism (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif).

Pada sektor kesehatan telah disampaikan sejumlah hasil bahasan mengenai inisiatif G20 pada Presidensi Indonesia yakni Financial Intermediary Fund dan Finance Health Platform sebagai sarana pendanaan agenda kesehatan global pasca krisis pandemi.

Adapun dibahas mengenai pentingnya sentralitas dan kepemimpinan WHO, serta komitmen negara-negara di dunia terhadap prinsip-prinsip kesehatan yang telah ditetapkan.

Mengenai sektor pertanian, telah dibahas pentingnya mengembangkan sektor pertanian yang tahan terhadap perubahan iklim, kemudian perlunya perdagangan bahan pangan yang mengutamakan prinsip terbuka, dapat diprediksi, non-diskriminatif, dan transparan.

Selain itu, dibahas juga mengenai tantangan mendasar bagi petani kecil, termasuk petani perempuan dan digitalisasi pertanian.

Baca Juga :  Peduli PMI, Menko Airlangga Mendapat PMI Award 2021

Sedangkan pada sektor pariwisata, dibahas beberapa aspek utama seperti upaya mengurangi dampak dan pemulihan dari pandemi.

Ada beberapa tindakan yang diperlukan untuk mendukung transformasi sektor pariwisata pasca pandemi yaitu antara lain sumber daya manusia; inovasi, digitalisasi, dan ekonomi kreatif; pemberdayaan perempuan dan pemuda; aksi iklim; konservasi keanekaragaman hayati dan ekonomi sirkular; dan kerangka kebijakan, tata kelola, dan investasi.

Presidensi G20 Indonesia menekankan bahwa seluruh sektor yang terdampak paling berat oleh pandemi tidak hanya harus pulih, namun juga harus berkembang lebih baik.

Adapun negara-negara yang bergabung dalam pertemuan kali ini mendukung agenda dan upaya Indonesia.

“Kami sangat mendukung kerja sama antara Health and Finance Task Force. G20 juga harus menghasilkan nilai nyata yang meningkatkan akses vaksin ke dunia,” ungkap Delegasi Perancis mengenai isu kesehatan pada sesi ini.

Adapun sejumlah negara, contohnya Amerika Serikat, mengapresiasi Indonesia dalam inisiatif Financial Intermediary Fund yang dilakukan oleh Health Working Group bersama Finance Track. Turkiye juga menyambut baik promosi ketahanan sektor pariwisata melalui pendekatan berjenjang dari G20 Bali Guidelines. (*/gt)