Ahyar ‘Tunas’ Pamit

MESRA : Wali Kota Mataram, H Ahyar Abdh dan H Mohan Roliskana, tampil mesra saat acara pelepasan H Ahyar Abduh dari Pendopo Wali Kota Mataram, kemarin. (ALI MA’SHUM/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh dan Wakil Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana tampil kompak dan bersahabat saat acara pelepasan purna tugas Wali Kota Mataram. Mulai kemarin, H Ahyar Abduh tidak lagi menempati pendopo wali kota Mataram.

Ahyar Abduh dan keluarga kini tinggal di kediaman pribadinya di Kelurahan Dasan Agung. Ahyar dan Mohan kompak saling lempar pujian mengomentari 10 tahun perjalanan kepemimpinan paket Ahyar-Mohan (Aman). ‘’H Mohan Roliskana ini adik saya. Akan tetap seperti itu. Kami sudah bersama sejak lama,’’ ujar H Ahyar Abduh membuka pid Mataram, kemarin (10/2).

Pelepasan H Ahyar Abduh ini dihadiri oleh puluhan Kepala SKPD dan Forkopimda Kota Mataram. Karpet merah terbentang dari pintun masuk halaman pendopo. Ahyar dilepas oleh seluruh hadirin naik mobil pribadinya ke Dasan Agung. Momen haru langsung terekam jelas, Ahyar dan Mohan lalu berpelukan sebelum berpisah. ‘’Saya meminta maaf kalau ada kehilafan selama meminpin Kota Mataram,’’ katanya.

Kedepan nanti, masih banyak aspek pembangunan yang belum diselesaikan. Harapan bersama kepada H Mohan Roliskana dan TGH Mujiburrahaman selaku pemenang pilkada Kota Mataram untuk melanjutkan ikhtiar membangun KOta Mataram. “Mari kita bersatu kompak memberikan dukungan penuh kepada pimpinan kota Mataram. Yaitu untuk adinda H Mohan Roliskana dan TGH Mujiburrahman,’’ ungkapnya.

Ahyar lalu menyampaikan rasa terima kasihnya kepada warga kota. Dia bangga menjadi warga Kota Mataran. Ia pun meminta agar kedepan kehidupan warga kota menjadi lebih sejahtera. ‘’Saya dan Haji Mohon sudah dapat 108 penghargaan selama kami menjabat 10 tahun. Ini ujung perhidmatan saya. Hari ini saya izin untuk keluar meninggalkan pendopo. Tapi secara pemerintahan saya masih menjabat sampai tanggal 17 Februari sebagai wali kota,” terangnya.

Sambil terbata-bata, Ahyar mengaku susah menggambarkan perjalanan 10 tahun kepemimpinannya. Seluruhnya bekerja keras berusaha memenuhi harapan masyarakat. Kemudian menuntaskan persoalan masyarakat. “Dari tolak ukur hampir semua sisi pembangunan mendekati dan melampaui target,” jelasnya.

Ahyar juga lantang meyakinkan, bahwa birokrasi di Mataram diklaimnya paling harmonis di seluruh Indonesia. ‘’Terhadap adanya perbedan kecil dengan H Mohan itu kan lumrah. Saya dan H Mohan punya cara untuk menyelesaikannya. Di Mataram itu paling harmonis di Indonesia,’’ pungkasnya.

Wakil Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana bersyukur suasana pelepasan Wali Kota berlangsung sangat cair. Dia mengatakan hubungan baiknya dengan H Ahyar Abduh tidak pernah berakhir. ‘’Bagi saya pribadi, selalu ada silaturahmi yang menghubungkan saya dengan Pak Wali. Ini bukan perpisahan saya dengan beliau. Saya pasti akan meminta nasihat dan saran serta pendapat beliau dalam rangka melaksanakan tugas kepemimpinan di Kota Mataram,’’ katanya.

Mohan tidak berhenti memuji Ahyar. Selama 10 tahun meminpin Mataram, dia menganggap H Ahyar Abduh layaknya buku berjalan. Dalam fase kepemimpinan paket Aman, keduanya menunjukkan bahwa masyarakat bisa melihat kedua kepemimpinan dengan harmonisasi yang baik. “Kami saling melengkapi. Itulah yang kami jaga selama ini. Sehingga diujung ini kami bisa merangkai harmonisasi itu,” ungkapnya.

Ia mengajak warga masyarakat bersama-sama melepas H Ahyar Abduh untuk mengakhiri masa jabatannya. H Ahyar Abduh dia nilai seorang politisi yang memiliki pemahana agama baik. “Selepas ini beliau saya percaya bisa terus membangun harapan untuk kemaslahatan warga Kota Mataram,” pungkasnya. (gal)