50 Persen Lulusan TBSM SMKN 2 Lingsar Buka Usaha Mandiri

GIRI MENANG – SMKN 2 Lingsar mencatat selama ada jurusan Teknik Bisnis dan Sepeda Motor (TBSM) di sekolah ini, hampir 50 persennya menjalankan wirausaha.

“Kalau kita lihat 10 persen yang melanjutkan kuliah, dan 40 persennya terserap lapangan pekerjaan,” kata Wakasek Kurikulum SMKN 2 Lingsar Sonny Lee Susandra.

Ia menyebut kini jumlah siswa yang mengikuti TBSM di SMKN  2 Lingsar ada 80 orang, terbagi menjadi tiga jenjang kelas yaitu kelas X, XI, dan XII.
Bahkan khusus tahun ini ada satu siswa perempuan yang mengikuti pendidikan jurusan TBSM.

Menurutnya, hal ini sangat langka, dikarenakan biasanya otomotif peminatnya dominan laki-laki. Namun kali ini ada dua orang siswa perempuan yang ikut otomotif. Satu siswa di otomotif TBSM dan satu siswa lainnya di Teknik Kendaraan Ringan (TKR) Otomotif.

BACA JUGA :  Ini Alasan Konsumen Loyal Kembali Membeli Motor Honda

Dikatakan, dengan adanya jurusan TBSM, siswa mendapatkan pengalaman untuk menjalankan dan belajar tentang bisnis, termasuk juga pemahaman perbengkelan yang dibutuhkan untuk bekerja di bengkel saat diterima dunia kerja. Semakin berkembangnya jurusan ini, peminat untuk otomotif kian meningkat.

“Alhamdulillah peminatnya kini mulai banyak. Semula peminat TBSM ini hanya 20 anak, sekarang sudah lebih,” terangnya.

Ia mengatakan rintisan awal pendidikan TBSM ini sudah ada sejak tahun 2013 lalu dan mulai penjajakan kerja sama dengan Honda, walaupun sempat vakum beberapa tahun lamanya.

BACA JUGA :  AHM Perkuat Kontribusi Ekspor Motor Indonesia

“Tetapi kita memulainya dengan lengkap fasilitas sejak sebelum gempa dan melakukan kerja sama dengan Honda dilanjutkan,” ujarnya.

Saat itulah mulai diintensifkan jurusan TBSM ini. Salah satu bentuknya dengan mengikuti berbagai pelatihan yang diberikan Honda. Bahkan beberapa guru juga bergilir mendapatkan pelatihan dasar dari Honda. SMKN 2 Lingsar memiliki enam jurusan, diantaranya TBSM, TKR Otomotif, Agrobisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP), Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Rekayasa Perangkat Lunak, dan Desain Komunikasi Visual.

“Harapan tahun ini TBSM bisa membuka dua kelas,” imbuhnya. (luk)