Satu Pengunjung Epicentrum Mall Reaktif

Hasil Rapid Antigen Secara Acak Gugus Tugas

RAPID ANTIGEN : Pengunjung Lombok Epicentrum Mall saat mengikuti rapid antigen secara acak dan gratis, Sabtu malam (16/1). (ALI MA’SHUM/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Polresta Mataram dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melaksanakan rapid antigen secara acak di pusat perbelanjaan Lombok Epicentrum Mall (LEM), Sabtu malam (16/1). Dari 30 orang pengunjung dan karyawan yang menjalani rapid antigen dadakan tersebut, satu orang yang hasil tesnya dinyatakan reaktif. ‘’Malam ini kita melaksanakan rapid antigen di sini. Kita bawa 30 alat rapid-nya. Satu orang yang reaktif. Dia itu pengunjung,’’ ujar Direktur RSUD Kota Mataram, dr HL Herman Mahaputra kepada Radar Lombok, Sabtu (16/1).

Untuk yang reaktif ini, RSUD langsung melakukan pendataan. Pengunjung tersebut juga diminta datang ke RSUD untuk melaksanakan swab tes. Selanjutnya dilakukan tracing tentang riwayat kesehatan dan lainnya. ‘’Sudah kita hubungi untuk swab tes nanti di rumah sakit. Hasilnya bagaimana apakah isolasi mandiri atau dirawat kita putuskan setelah di-swab,’’ katanya.

Rapid antigen secara massal dan acak direncanakan masih digelar kedepannya. Dasarnya karena beberapa hari terakhir, penambahan pasien positif cukuf signifikan. ‘’Dengan kegiatan ini, tidak ada kita dapat kasus yang setinggi-tingginya. Dari sini kita tracing dan tes, kita berharap sumber-sumber penyebaran itu bisa kita ketahui,’’ ungkapnya.

Diterangkannya, rapid antigen secara massal dan acak tersebut diinisiasi oleh Polresta Mataram. Lalu diputuskan untuk melaksanakan rapid antigen di tempat yang ramai dikunjungi oleh warga masyarakat. ‘’Kita kejar terus sumber penyebaran. Kalau tidak seperti ini tidak akans selesai. Apalagi kalau rumah sakit cuma menunggu. Sulit itu untuk selesai. Ini kegiatan yang bagus sekali yang diinisiasi Polresta Mataram,’’ terangnya.

Beberapa hari ke depan, kegiatan serupa masih akan digelar di perkantoran dan pusat keramaian lainnya. ‘’Kita dari rumah sakit siap back up. Personel dan alat rapid kita tetap tersedia,’’ pungkasnya.

Rapid antigen secara acak ini cukup membuat pengunjung LEM terkaget. Karena puluhan anggota kepolisian bersama TNI dan Satpol PP Kota Mataram mendatangi mall terbesar tersebut. Rapid antigen dilaksanakan di lantai satu LEM. Awal diumumkan untuk rapid antigen gratis itu sepi peminat. Pengunjung rata-rata panik dan was-was hingga akhirnya petugas mengumumkan, bahwa ada rapid antigen.

Begitu juga saat petugas mendatangi sejumlah outlet di Epicentrum Mall. Petugas meminta karyawan outlet mengikuti rapid antigen sebagai perwakilan. Cukup lama petugas membujuk karyawan untuk bersedia di-rapid antigen. ‘’Ayo perwakilan karyawan siapa yang dipilih untuk di-rapid. Ini gratis jangan lama-lama,’’ ungkap Kabag Ops Polresta Mataram, Kompol Taufik.

Kapolresta Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan peringatan kepada masyarakat. Yaitu untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. ‘’Jadi nanti tidak hanya di mall. Mungkin juga di pasar-pasar tradisional. Pasar swalayan maupun tempat yang banyak PKL-nya nanti kita laksanakan,’’ katanya.

Kegiatan itu menurutnya penting dilakukan untuk mengingatkan disiplin masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Pengunjung yang ikut rapid antigen dipilih secara acak. ‘’Kita pilih sampai 30 sampel. Kalau ditemukan kasus reaktif, kita akan hubungi yang bersangkutan untuk swab ulang di rumah sakit. Kalau OTG mungkin isolasi mandiri, kalau di aada gejala rumah sakit nanti yang menentukan,’’ pungkasnya.

Setelah berjalan beberapa saat, rapid antigen tersebut cukup antusias diikuti pengunjung. Salah satunya adalah Yarti Sulistyaningrat yang mengaku senang dengan kegiatan rapid antigen gratis tersebut. ‘’Kita bisa tahu sehat apa enggak. Apalagi kalau sebelumnya diumumkan pelaksanaannya di sosial media. Banyak lagi yang mau ikut, saya belum pernah di-rapid. Jadi ini biar bisa tahu juga hasilnya bagaimana,’’ katanya.

Kabid Tibumtranlinmas Satpol PP Kota Mataram, M Israk Tantawi Jauhari mengatakan, swab di tempat ini sebagai bagian dari ketentuan pemberlakuan jam malam. Pihaknya memberlakukan bukan hanya untuk warga kota, tapi juga orang luar yang berkunjung. Swab ini juga sekaligus untuk menekan agar semua orang patuh terhadap protokol kesehatan. ‘’Memang agak ekstrem kali ini, kita langsung swab,’’ tambah Jauhari.

Sekertaris Komisi IV DPRD Kota Mataram, Nyayu Ernawati mengingatkan, pemberlakuan jam malam maupun penindakan swab langsung ke masyarakat harus tetap sesuai aturan yang sudah ditetapkan. Pencegahan penyebaran virus Covid-19 harus berlaku sampai melandai di Kota Mataram. ‘’Saat ini, Kota Mataram masih status waspada. Belum ada penurunan angka kasus, sebaliknya terus naik,’’ katanya.

Politisi PDI Pejuangan  menyebutkan, untuk pencegahan kerumunan di Kota Mataram harus tetap dipantau. Termasuk pemberlakuan protokol kesehatan di beberapa pusat areal publik yang perlu ditekankan. Bukan sekadar wacana namun aksi yang harus dilakukan satgas covid-19 di Kota Mataram. ‘’Sekarang ini, kondisi di Kota Mataram sudah mulai kendor. Penerapan protokol kesehatan kerap diabaikan sehingga angka kasus terus meningkat. Kita ingatkan semua kalangan pengusaha harus taat juga pada aturan yang sudah ditetapkan pemerintah,’’ tegasnya.

Kapolresta Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi menambahkan, pihaknya akan tetap melakukan hal serupa dalam waktu dekat ini. Terutama di tempat area publik yang penuh kerumunan. ‘’Kita akan laksanakan di perkantoran, pasar dan pusat perbelanjaan lainnya, termasuk juga di tempat hiburan. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan RSUD Kota Mataram untuk pelaksanaannya,’’ katanya. (gal/dir/der)