Reagen Tersedia, Pemeriksaan Swab Kembali Normal di NTB

dr Nurhandini Eka Dewi (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)
dr Nurhandini Eka Dewi (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

Kasus Positif Kembali Bertambah Tiga Orang 

MATARAM – Meski sempat menipis, reagen atau pereaksi kimia untuk menguji sampel RNA pasien Corona Virus Desease (COVID-19) melalui metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di Laboratorium RSUD Provinsi NTB sudah tersedia lagi. Sehingga pemeriksaan swab virus corona kembali normal.

“Sudah datang sore ini (Jumat,red) insyaallah mulai besok lab sudah bekerja optimal,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr Nurhandini Eka Dewi saat dikonfirmasi radarlombok.co.id, Jumat (1/5).

Dia menjelaskan dengan kembali tersediaan stok reagen sangat membantu untuk kelancaran pemeriksaan swab kepada pasien. Apalagi adanya tambahan reagen dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pada minggu ini sudah tiba di NTB.

“Insyaallah lancar karena hari minggu bantuan dari kemenkes juga sudah sampai di NTB, malam ini sudah start dari Jakarta, jalan darat,” jelasnya.

Mewabahnya Covid-19 di NTB, lanjut Eka, sangat menguji kesabaran disamping tetap melakukan pelayanan kepada pasien yang terpapar juga melakukan berbagai langkah untuk memenuhi ketersediaan reagen sehingga proses pengujian sample tetap berjalan disemua laboratorium di NTB. “Pandemi ini betul betul melatih kesabaran kita semua,”ujarnya.

Di NTB sendiri ada tiga tempat pemeriksaan RNA pasien COVID-19. Yakni di Laboratorium RSUD Provinsi NTB, kedua di Laboratorium RS Unram dan Laboratorium STP Sumbawa.

Diketahui, dalam dua hari terakhir sejak Rabu hingga Kamis jumlah kasus baru positif COVID-19 NTB turun, bahkan tak ada kasus. Misalnya, pada Rabu (29/4) Laboratorium RSUD Provinsi NTB memeriksa sebanyak 19 sampel, hasilnya 16 sampel negatif dan 3 sampel kasus baru positif COVID-19. Sementara pada Kamis ini hanya 8 sampel swab yang di diperiksa di Laboratorium RSUD Provinsi NTB dan ternyata hasilnya semua negatif.

Sedangkan, Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Provinsi NTB kembali mengumumkan kasus baru terkonfimasi positif, per 01 Mei 2020. Hasil pemeriksaan yang dilakukan Laboratorium RSUD Provinsi NTB sebanyak 28 sampel swab dengan hasil 22 sampel negatif, 2 (dua) sampel positif ulangan, dan 3 (tiga) sampel kasus baru positif Covid-19. Hingga total kasus positif di NTB menjadi 223.

“Dengan adanya tambahan 3 (tiga) kasus baru terkonfirmasi positif, 1 (satu) tambahan kasus sembuh baru, dan tidak ada kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (1/5/2020) sebanyak 233 orang, dengan perincian 32 orang sudah sembuh, 4 (empat) meninggal dunia, serta 197 orang masih positif dan dalam keadaan baik Kasus baru positif,” kata H Lalu Gita Ariadi melalui press release yang diterima radarlombok.co.id, Jumat malam (1/5).

Kasus baru positif tersebut, yakni, Pasien nomor 231, an Tn. S, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Utara dengan kondisi baik.

Kemudian, Pasien nomor 232, an. Tn. S, laki-laki, usia 75 tahun, penduduk Desa Dangiang, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Utara dengan kondisi baik. Dan Pasien nomor 233, an. Ny. SM, perempuan, usia 69 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 tidak pernah. Riwayat kontak dengan anggota keluarga yang pulang dari luar negeri. Pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan demam dan sesak. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik.

Selain adanya kasus baru, sambungnya, terdapat juga satu orang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif. Yakni Pasien nomor 19, an. Tn. AS, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Dasan Griya, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. “Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,”katanya.

Populasi berisiko yang sudah diperiksa dengan metode Rapid Diagnostic Test (RDT), yaitu Tenaga Kesehatan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG), serta Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) terutama yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Sebanyak 522 tenaga kesehatan telah diperiksa dengan hasil tidak ada yang reaktif, 1.093 ODP/OTG diperiksa dengan hasil 47 orang (4,3%) reaktif, dan 1.997 PPTG perjalanan Gowa Makassar diperiksa dengan hasil 452 orang (22,6%) reaktif, serta PPTG perjalanan Bogor diperiksa 101 orang dengan hasil 14 orang (13,9%) reaktif. “Semua orang dengan hasil RDT reaktif dilanjutkan pemeriksaan swab sebagai standar pemeriksaan laboratorium untuk penegakan diagnosa Covid-19,”terangnya.

Hingga press release ini dikeluarkan, lanjutnya, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 561 orang dengan perincian 373 orang (66%) PDP masih dalam pengawasan, 188 orang (34%) PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 16 orang PDP meninggal. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 5.034 orang, terdiri dari 760 orang (15%) masih dalam pemantauan dan 4.274 orang (85%) selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 3.130 orang, terdiri dari 1.997 orang (64%) masih dalam pemantauan dan 1.133 orang (36%) selesai pemantauan.

“Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 52.470 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 10.976 orang (21%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 41.494 orang (79%),”jelasnya. (sal)