Prestasi Zohri Diganjar Dua Rumah Baru

Rumah Zohri
HADIAH RUMAH: Rumah baru berarsitektur klasik modern untuk Lalu Muhammad Zohri dari Presiden Joko Widodo melalui Kementerian PUPR di Dusun Telagawareng. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG — Lalu Muhammad Zohri mendapatkan apresiasi dari pemerintah atas prestasinya di dunia lari. Zohri yang dulunya hanya punya rumah gedek, kini sudah memiliki dua rumah baru.

Dua rumah itu merupakan pemberian Kementerian PUPR dan IPDN. Selain dua itu, rumah gedeknya juga sudah dipugar. “Ada dua rumah pemberian yaitu Kementerian PUPR di Dusun Telagawareng dan IPDN di Perumahan Residence Bangsal Kecamatan Pemenang. Satu unit rumah lamanya sudah diperbaiki,” terang Kakak Zohri, Baiq Fazila kepada Radar Lombok, Rabu (22/5).

Rumah di Telagawareng itu merupakan hadiah dari Presiden RI Joko Widodo yang kemudian ditindaklanjuti oleh Kementerian PUPR. Rumah itu dibangun di atas lahan 5 are, berdekatan dengan Poskesdes di pinggir jalan. Lokasi rumah itu berjarak 50 meter dari jalan raya utama Pemenang. Nilai rumah sekitar Rp 591 juta dari APBN 2018. “Rumah itu baru selesai sekitar dua bulan lalu, dan sekarang masih masa pemeliharaan. Belum serah terima dari Kementerian PUPR ke Zohri, termasuk balik nama atas sertifikat pemda ke Zohri. Kalau kami dari keluarga menunggu,” jelasnya.

BACA JUGA: Zohri Sprinter Asia Tenggara Pertama Lolos ke Olimpiade Tokyo 2020

Rumah hadiah presiden ini berukuran 60 meter persegi, terdiri dari halaman depan dan samping, ruang tamu, dapur, toilet, tiga kamar tidur, tempat olahraga dan musala. Kemudian ada taman, pagar keliling, dan berugak. Arsitektur rumah yakni klasik modern. “Zohri sendiri sudah dua kali melihat rumah itu pada waktu pulang. Sekarang ada keluarga misan tinggal sementara di sana,” ucapnya.

Kemudian, rumah hadiah kedua untuk Zohri dari IPDN berlokasi di Residence Bangsal. Di sana sedang dibangun, tinggal sebentar selesai. Bangunan itu juga belum diserahkan ke Zohri. Selanjutnya, rumah lama sudah selesai direnovasi tahun 2018, sebelum gempa sudah selesai dan tidak mengalami kerusakan karena menggunakan kayu. Ketiga rumah Zohri dibangun tahan gempa.

BACA JUGA: 3 Atlet NTB Wakili Indonesia di SEA Games

Selain rumah, Zohri juga mendapatkan bantuan usaha dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang kini menjadi usaha keluarganya. Toko itu bisa meraup Rp 3 juta hingga Rp 4 juta sehari. “Kalau toko itu masih belum menjadi hak milik Zohri seutuhnya. Masih dilihat progresnya dan pengelolaan keuangan, makanya barangnya itu kita sudah distok selama tiga tahun,” terangnya.

Zohri sendiri berpesan kepada keluarganya, bahkan untuk dirinya agar tidak jumawa atas apa yang diperoleh sekarang. Bahkan, Zohri meminta jangan terlalu dipublikasi. “Zohri kerap berpesan seperti itu,” pungkasnya. (flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid