Pengusaha Kue Bulo Peduli Penyandang Disabilitas

Pembelian 1 Boks, Seribu untuk Kaum Disabilitas

Pengusaha Kue Bulo Peduli Penyandang Disabilitas
RACIKAN: Nita Hermawati salah satu pengusaha kue bolu yang peduli terhadap nasib penyandang disabilitas. (Sudir/Radar Lombok)

Nita Hermawati SIP merupakan salah satu ASN di Dinas Sosial Provinsi NTB. Dibalik  kesuksesannya berusaha kue bolu, tidak lupa menyisihkan rezeki untuk penyandang disabilitas yang masih butuh perhatian.


SUDIRMAN-MATARAM


SALAH satu ASN di lingup Pemprov NTB, Nita Hermawati SIP patut ditiru. Ia kini menjabat sebagai salah satu staf di Seksi Peyadang Disabilitas dan Korban Penyalahgunaan Narkoba.

Sosok ASN yang satu ini menyempatkan diri berbisnis kue bolu di tengah kesibukanya sebagai ASN. Menariknya, dari keuntungan penjualan kue yang dilakoninya ini selalu disisihkan untuk penyandang disabilitas.

Nama Nita, sudah familiar di kalangan penyandang disabilitas di Kota Mataram. Ia sosok srikandi yang dianggap aktif membantu kalangan anak disabilitas selama ini.

BACA JUGA: Masih Ada Warga yang Tinggal di Tenda

Selepas  kerja sebagai abdi negara, waktu  malam harinya  dijadikan waktu membuat racikan kue bolu yang akan dijual. Lewat usahanya itu, kini ia telah memiliki rumah produksi sendiri sebagai brand di pasaran. Ia mendirikan Nita Home Bakery. Rumah produksi ini bermotto ‘’belanja sambil sedekah’’. Rumah produksi Nita terletak di rumahnya di Jalan Peternakan Selagalas Baru, Kelurahan Selagalas.

Ia merupakan sosok wanita yang ramah dan tidak sombong. Ia merintis usaha kecil-kecilan, kue bolu tidak semata-mata mencari keuntungan. Tetapi di balik itu, niat mulianya untuk membantu penyandang disabilitas di Kota Mataram.

‘’Setiap pembelian satu boks, saya sisihkan Rp 1.000  untuk penyandang disabilitas,’’ katanya, kepada Radar Lombok, Jumat kemarin, (22/3).

Usahanya disebutnya dirintis sejak tanggal 24 Januari 2019. Sejak itu, pemesan bisa melalui online.  Beragam jenis bolu, hasil racikannya sudah beredar di pasaran. Seperti bolu pisang, bolu labu, bolu ubi, bolu naga, bolu durian, bolu cappuccino, bolu jagung dan prol tape. Setiap malam berhasil mencetak kue bolu sampai 30 boks. 

BACA JUGA: Mengunjungi Rumah Duka Korban Longsor Air Terjun Tiu Kelep

Khusus terhadap disabilitas, ia menyebut perhatiannya tidak lepas dari rasa keperihatinan selama ini. Karena banyak penayandang disabilitas ada yang tidak memiliki keluarga.

Ia berharap, kedepan bukan hanya di Kota Mataram dan Lombok Barat yang mampu disantuni. Tetapi se-NTB, sehingga bisa meringankan beban mereka. (*)