Pelaporan Fihiruddin Kesepakatan Semua Fraksi

JUMPA PERS: Semua Fraksi di DPRD NTB sepakat dan kompak melawan Fihiruddin melalui jalur hokum, atas cuitannya di WA Grup. (AHMAD YANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM — DPRD NTB memastikan pelaporan Fihiruddin terkait cuitannya dalam group WhatsApp (WAG), dipastikan merupakan sikap lembaga DPRD NTB secara resmi.

Karena itu, tidak benar jika pelaporan yang disangkakan Tim Hukum Pembela Rakyat (THPR), adalah pribadi Isvie selaku Ketua DPRD NTB.

“Kami ingin meluruskan kesimpang siuran informasi bahwa yang melaporkan ke Polda itu, adalah lembaga DPRD NTB. Dan status Bu Isvie adalah atas nama lembaga dan bukan pribadi beliau,” tegas  Ketua Fraksi Bintang Perjuangan Nurani Rakyat (FBPNR) DPRD NTB, Ruslan Turmudzi, Kamis (10/11).

Didampingi semua pimpinan fraksi dan empat pimpinan DPRD NTB. Politisi PDIP itu mengatakan, bahwa persepsi masyarakat yang kini, dibangun oleh para lawyers yang menjadi pembela Fihiruddin, perlu diluruskan.

Sebab, narasi yang menyebutkan bahwa lembaga DPRD NTB, anti kritik, justru tidak benar. Mengingat, selama ini justru DPRD setempat paling demokrasi.

“Setiap hari di DPRD NTB banyak berbagai elemen melakukan aksi demonstrasi, bahkan berujung pengrusukan kantor dan pagar kamu banyak yang jebol. Kami tidak pernah melaporkan para pengunjuk rasa itu ke polisi, maka endak benar jika kita ini lembaga anti kritik,” ujar Ruslan.

Baca Juga :  Empat Petahana Ikut Seleksi Bawaslu NTB

Ia memastikan, pelaporan DPRD NTB ke Fihiruddin, hingga kini masih berjalan. Di mana, para saksi pelapor yang sudah diminta keterangan oleh polisi, rata-rata merupakan para anggota DPRD.

Sejauh ini, lanjut Ruslan, semua fraksi dan sebanyak 65 anggota DPRD NTB, solid dan kompak untuk menunggu proses hukum yang kini berjalan.

“Silahkan kita berhadapan di proses hukum. Ini karena semua proses sudah kita lalui, dan lembaga DPRD NTB, kompak dan solid untuk sampai ke meja persidangan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PAN DPRD NTB, Hasbullah Muis, mengatakan bahwa, semua mekanisme yang dilakukan pimpinan DPRD dalam kasus ciutan Fihiruddin itu, sudah dilakukan melalui mekanisme rapat pimpinan fraksi.

Karena itu, pasca ciutan itu, DPRD NTB langsung mengajukan somasi pada Fihiruddin. Hal itu didahului dengan rapat internal.

“Siapa bilang kita tidak prosedural. Kita ini sudah berbaik hati, dan meminta yang bersangkutan meminta maaf, tapi masih saja dibilang yang enggak-enggak. Sekali lagi, ini bukan soal Ibu Isvie dengan Fihiruddin, tapi ini adalah menyangkut lembaga DPRD NTB yang dihuni oleh sebanyak 65 anggota DPRD,” jelas Hasbullah.

Baca Juga :  Ogah Dukung Dr Zul, Demokrat Dorong Rohmi-IJU

Tudingan yang menyangkut lembaga dewan tidak solid dalam kasus Fihiruddin. Dipastikan itu tidak benar.

Menurutnya, yang melapor itu pimpinan DPRD NTB. Mereka itu bergerak atas dasar rapat pimpinan fraksi dan di tatib DPRD juga sudah diatur bahwa, Ketua DPRD adalah juru bicara lembaga yang melindungi Marwah sebanyak 65 anggota DPRD NTB.

Karena itu, Hasbullah meminta publik agar tidak lagi terkecoh dengan asumsi atau pernyataan sepihak  yang dituduhkan bahwa DPRD NTB adalah sarang narkoba.

Sebab, hal itu tidak benar. Pasalnya, cuitan awal Fihiruddin menyebutkan jika kejadiannya di Jakarta, dan ada uang sogokan segala ke aparat kepolisian. Namun saat terpojok karena semua anggota DPRD NTB yang ikut workshop bersaksi bahwa tidak benar ada peristiwa dimaksud, belakangan isu dialihkan ke hal lainnya.

“Ingat semua anggota DPRD NTB saat ini punya konstituen, yang mana mereka juga marah manakala informasi yang dihembuskan itu enggak benar. Dan yang utama, kami semua di DPRD NTB solid bergerak bersama lembaga DPRD yang dipimpin oleh Ibu Isvie,” tandas Hasbullah Muis. (yan)

Komentar Anda