Pasar Seni Trawangan Dijadikan Ruang Tunggu Penumpang

MENUMPUK: Wisatawan menumpuk di Dermaga Gili Trawangan, baru-baru ini. (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Para pedagang mendukung rencana pemda menjadikan pasar seni atau kuliner sebagai ruang tunggu bagi wisatawan yang bakal keluar dari Gili Trawangan melalui dermaga.

“Sesuai dengan harapan pemerintah provinsi maupun kabupaten kami dari pasar seni sudah siap untuk itu,” kata Kepala Pasar Seni Gili Trawangan Muhidin, Selasa (6/2).

Rencananya, pasar seni yang luasnya sekitar 8 are itu akan ditata kemudian digunakan sebagai ruang tunggu. Hanya saja itu tidak digunakan selama 24 jam oleh pemerintah. Melainkan mulai pukul 08.00-17.00 WITA. Setelah itu masyarakat bisa menggunakan untuk usaha kuliner dan sebagainya hingga pukul 24.00 WITA.

Baca Juga :  HUT RI ke-77, Polres Lombok Utara Kibarkan Merah Putih di Dasar Laut

“Aturan ini sudah disosialisasikan oleh pemerintah kepada para pedagang dan pedagang juga setuju. Nanti lapak-lapak yang ada di depan ini bakal ditertibkan agar tidak menggangu pemandangan,” bebernya.

Untuk bangunan pasar kata Muhidin tidak banyak yang akan diubah. Hanya penambahan beberapa fasilitas saja seperti tempat duduk bagi wisatawan dan lainnya. “Detailnya seperti apa kami kurang tahu,” ucapnya.

Kepala Dinas Pariwisata KLU Dende Dewi Tresni Budi Astuti mengatakan bahwa pemberlakuan pasar seni sebagai ruang tunggu wisatawan yang hendak meninggalkan Gili Trawangan akan diberlakukan dalam waktu dekat ini. “Informasinya mulai 1 Maret tetapi ini masih kita koordinasikan dengan Dinas Perhubungan Provinsi NTB,” ujarnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD KLU Minta Proyek Pantai Bintang Dihentikan Sementara

Diakui Dende bahwa upaya ini dilakukan salah satunya guna mengurangi penumpukan di Dermaga Gili Trawangan. Pasalnya, sejauh ini wisatawan yang datang maupun yang hendak pergi semuanya menumpuk di sana. “Makanya perlu ruang tunggu. Mereka nanti baru ke dermaga setelah ada penggilan dari petugas,”ucapnya.

Aturan ini juga memudahkan pihaknya yang hendak menarik retribusi masuk kawasan wisata. Jadi tidak ada lagi antrean panjang di sana. “Makanya kami dukung penuh upaya dari pemerintah provinsi ini,” pungkasnya. (der)

Komentar Anda