Oknum Pimpinan Ponpes Diduga Cabuli Santri di Hotel

IPDA Samsul Hakim ( M Haeruddin/Radar Lombok )

PRAYA – Satreskrim Polres Lombok Tengah masih terus mendalami kasus dugaan pencabulan santri yang diduga dilakukan oknum tokoh agama pimpinan pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Praya Timur.

Penyidik sudah memeriksa saksi-saksi, baik dari pihak ponpes dan lainnya termasuk mengambil keterangan dari korban. Dari hasil pemeriksaan itu, terungkap oknum pimpinan ponpes cabul ini diduga mencabuli santrinya dengan membawa santri tersebut ke salah satu hotel yang ada di Lombok Tengah.

KBO Satreskrim Polres Lombok Tengah, IPDA Samsul Hakmi menerangkan, setelah menerima laporan adanya dugaan pencabulan oleh oknum pemilik ponpes yang diketahui sedang melaksanakan ibadah haji ini.

Pihaknya langsung mendalami dengan meminta keterangan saksi-saksi dan melakukan visum terhadap korban. “Satu orang korban yang sudah membuat laporan sudah kita mintai keterangan dan saksi yang sudah kita periksa sekitar tiga orang. Ada dari pihak ponpes dan ada saksi dari pihak korban juga yang kita periksa,” ungkap Ipda Samsul Hakim, Kamis (13/6).

Baca Juga :  BKPP Loteng Serahkan Data 6 Ribu Honorer ke Pusat

Dari keterangan korban diakui oknum pimpinan ponpes ini sudah melakukan pencabulan terhadap korban. Penyidik juga sudah melakukan visum dan dari hasil visum memang ditemukan adanya dugaan pencabulan yang dialami korban. “Kita sudah visum dan hasilnya memang ada dugaan,” tambahnya.

Untuk sementara ini masih hanya satu korban yang melapor dan pihaknya mengimbau jika ada yang merasa menjadi korban untuk bisa melapor juga. Kepolisian juga mengaku masih terus mendalami permasalahan itu karena saat ini masih dilakukan penyelidikan.

“Kalau menurut keterangan korban bahwa terduga pelaku mengajak korban ini ke salah satu penginapan di wilayah Lombok Tengah. Diduga kuat ada tekanan dan saat ini tahapnya masih penyelidikan karena terlapor masih belum kita periksa mengingat terlapor masih di luar negeri,” terangnya.

Baca Juga :  Lalu Muhibban Resmi Hengkang dari Gerindra

Wakapolres Lombok Tengah, Kompol Nasrulloh menambahkan, kasus dugaan pencabulan ini masih terus berjalan. Untuk mengantisipasi hal yang sama terulang kembali, maka pihaknya sudah memerintahkan kepada polsek untuk mengawal wilayah mereka masing-masing dan memantau aktivitas ponpes. “Kita masih melakukan penyelidikan. Kalau nanti sudah cukup alat bukti dan sudah jelas siapa tersangka baru nanti penyidikan lebih lanjut.

Di satu sisi pimpinan kami kapolres sudah mewajibkan semua kapolsek wajib turun kalau ada ponpes di wilayahnya agar polisi turun memberikan imbauan ke masyarakat atau ponpes. Bila perlu bhabimkamtibmas ikut ngaji bareng santri sehingga apabila ada masalah maka bisa disampaikan ke bhabinkamtimas,” tegasnya. (met)

Komentar Anda