Diduga Cemburu, Remaja Pujut Ini Akhiri Hidup dengan Bakar Diri

DIBAWA: Korban saat dibawa ke rumah duka usai menjalani perawatan di RSUP NTB, Minggu (23/6). (IST FOR RADAR LOMBOK)

PRAYA–Nasib tragis dialami oleh pelajar berinisial DM, warga Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

Pemuda 15 tahun ini mengakhiri hidup dengan membakar diri dengan BBM jenis pertalite. Informasi yang dihimpun Radar Lombok, kejadian nahas itu terjadi pada Jumat malam (21/6) sekitar pukul 20.00 WITA.

Korban meminta rekannya untuk membelikan pertalite dengan alasan untuk membakar foto pacar. Namun tragisnya setelah rekan korban membawa pertalite, bukannya membakar foto pacar namun rekan korban kaget karena malah BBM tersebut digunakan untuk membakar dirinya sendiri.

Setelah membakar diri, korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Kuta, namun karena kondisinya parah akhirnya korban dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Mandalika namun korban kembali dirujuk ke RSUP NTB karena kritis. Setelah menjalani perawatan di RSUP NTB, korban dinyatakan meninggal pada Minggu (23/6) sekitar pukul 03.00 WITA.

Kasi Humas Polres Lombok Tengah, IPTU Lalu Brata ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian nahas itu. Dari keterangan saksi, korban nekat membakar diri karena permasalahan pribadi, diduga terbakar cemburu dengan pacar. Korban akhirnya tidak bisa mengendalikan rasa cemburu dan menghubungi rekannya untuk membelikan pertalite dengan alasan mau membakar foto pacar.

“Begitu rekannya datang membawa pertalite, korban langsung mengambil bahan bakar tersebut dan menyiram dirinya kemudian membakar diri,” ungkap IPTU Lalu Brata saat dihubungi Minggu malam (23/6).

Setelah korban membakar diri kemudian korban dilarikan ke Puskesmas Kuta, namun karena luka bakar cukup serius akhirnya dirujuk ke RS Mandalika. Hanya saja karena kondisinya kritis, akhirnya dirujuk ke RSUP NTB. “Minggu dini hari dinyatakan meninggal dunia,” tegasnya.

Korban membakar diri di bundaran dekat Novotel di Dusun Ujung Lauk, Desa Kuta. Pihak keluarga sampai dengan saat ini tidak melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. “Pihak keluarga tidak melaporkan kejadian itu karena murni dari korban,” tegasnya. (met)

Komentar Anda