Tak Kunjung Berangkatkan Korban ke Kuwait, Perempuan Asal Batukliang Utara Ini Ditangkap

N (47) perempuan asal Batukliang Utara, Lombok Tengah ditangkap kasus dugaan TPPO. (IST FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM–Satreskrim Polresta Mataram Polda NTB menangkap N, perempuan 46 tahun, asal Batukliang Utara, Lombok Tengah, Kamis malam (20/6/2024) sekitar pukul 19.00 WITA.

Ia diduga melakukan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di wilayah Desa Sedau, Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (20/06/2024)

Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Purusa Utama mengatakan, penangkapan sesuai Laporan Polisi Nomor LP/B/121/V/2024/SPKT/POLRESTA MATARAM/POLDA NTB, tanggal 22 Mei 2024 atas nama korban Endy Erwan, pria 36 tahun alamat Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram sekaligus menjadi TKP transaksi pembayaran.

Pada Februari 2023, Endy Erwan menghubungi N untuk menanyakan tentang pekerjaan menjadi TKI di Kuwait

Kemudian N menjawab ada pekerjaan di restoran di Kuwait. Setelah itu menjelaskan persyaratan. Sekitar Maret N menyuruh korban datang ke salah satu PT yang ada di wilayah Batukliang Utara, Lombok Tengah.

Di PT itu N sudah menunggu. Sesampainya di sana korban bertemu dan langsung menanyakan terkait pekerjaan yang ada di Kuwait.

“Terduga pelaku dan salah satu pegawai di PT tersebut menyuruh korban untuk mempersiapkan syarat-syarat untuk bekerja di Kuwait dan seminggu kemudian menyuruh korban untuk cek kesehatan di salah satu klinik di Mataram,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Purusa Utama.

Setelah itu korban menyerahkan sejumlah uang untuk mengurus paspor kepada terduga pelaku.

Sekitar tiga bulan kemudian korban menghubungi N untuk menanyakan kapan berangkat ke Kuwait.

“Akan tetapi terduga pelaku menjawab bahwa untuk bekerja ke timur tengah sementara ditutup dan mengarahkan korban untuk mengganti negara tujuan ke Hongkong akan tetapi sampai dengan saat ini korban tidak kunjung berangkat,” terangnya

Atas dasar tersebut Tim Opsnal bersama Unit PPA Sat Reskrim berhasil mengamankan terduga pelaku beserta sejumlah barang bukti.

Di antaranya 1 lembar fotokopi kwitansi dari Endy Erwan senilai Rp 13 juta yang diterima N tertanggal 27 Mei 2023.

Selain itu 1 lembar kwitansi senilai 47,5 juta dari Turmuzi yang diterima N tertanggal 25 Agustus 2023 untuk pemberangkatan ke luar negeri.

Kemudian 1 paspor atas nama N No. Reg. 1A53AB8548EXQW, 1 paspor atas nama korban, 1 kartu atam BCA, 1 kartu atm Mandiri, 1 HP Samsung A55, 1 buku tabungan BCA dan 1 buku tabungan Mandiri.

Atas perbuatannya terduga pelaku beserta barang bukti diamankan ke Polresta Mataram untuk proses hukum lebih lanjut dan terancam Pasal 2, Pasal 4 junto Pasal 10, Pasal 11 UU RI Tahun 2007 dan atau Pasal 81 junto Pasal 69 UU RI Nomor 18 Tahun 2017, dengan ancaman hukuman paling singkat 3 tahun penjara dan paling lama 15 tahun penjara, serta denda paling banyak Rp 600 juta. (RL)

Komentar Anda