Mengikuti Tour de Lombok Mandalika (TdLM) Kali Ketiga di NTB

Star di KEK Mandalika, Dikuti Pembalap 24 Negara

Tour de Lombok Mandalika
CIRCUIT RACE: Para pebalap dari berbagai negara ketika mengikuti Tour de Lombok Mandalika 2017, untuk kategori circuit race. (SIGIT SETYO/RADAR LOMBOK)

Gelaran balap sepeda internasional, Tour de Lombok Mandalika (TdLM) kali ketiga kembali di gelar mulai Jumat besok (hari ini, red). Ada 18 tim dari 24 negara yang siap berlomba pada kejuaraan balap sepeda yang juga telah masuk dalam kalender UCI (Uni Cyliste Internationale) 2.2 tersebut.


SIGIT SETYO – MATARAM


ADA tiga etape yang akan dilombakan, yakni etape pertama TdLM akan digelar dengan mengambil posisi start di KEK Mandalika, Lombok Tengah, dan finish di Pendopo Gubernur NTB, Kota Mataram. “Kami Dinas Pariwisata NTB saat ini masih menyelesaikan berbagai persiapan non teknis yang menjadi tugas kami, seperti transportasi, akomodasi, venue saat start maupun finish, dan lainnya,” Kepala Dinas Pariwisata NTB, HL. Moh Faozal, Kamis (12/4).

Untuk jalur yang akan dilalui oleh peserta sambungnya, dapat dipastikan sudah aman oleh ihak terkait (Kepolisian). “Start hari pertama akan dilaksanakan di KEK Mandalika, sekitar pukul 14.00 Wita, dan finish di depan Pendopo Gubernur NTB dierkirakan sekitar pukul 16.30 Wita, sejauh 84,4 kilometer (Km),” ujar Faozal.

Etape pertama ini, para peserta akan melintasi sejumlah destinasi wisata, seperti gugusan pantai di KEK Mandalika, perkampungan tradisional Sasak di Sade dan Ende, Lombok Internasional Airport (LIA), persawahan dengan udara segar di sepanjang lintasan bypass LIA, serta destinasi wisata Kota Mataram.

Sementara pada etape dua, yang merupakan etape favorit bagi para peserta, adalah jalur Mataram – Sembalun, Lombok Timur dengan jarak tempuh 172.4 Km. Rute ini mengambil start di pintu Timur Islamic Center (IC) NTB di Kota Mataram, kemudian menyusuri sejumlah destinasi di Lombok Tengah, dan Lombok Timur, sebelum akhirnya finish di Sembalun, Lombok Timur.

Sedangkan etape ketiga, circuit race di Kota Mataram dengan jarak tempuh 110 Km. Rute ini akan mengambil start di Taman Sangkareang, Kota Mataram, kemudian menyusuri sejumlah destinasi wisata seperti gugusan pantai di jalan Lingkar Ampenan, dan juga kawasan Kota Tua Ampenan, untuk kembali finish di Taman Sangkareang. “Seluruh obyek wisata yang akan dilintasi para pebalap TdLM 2018 juga telah kita persiapkan. Karena kegiatan sport tourism ini menjadi salah satu promosi positif bagi pariwisata NTB, sekaligus dalam upaya mendorong Pulau Lombok sebagai destinasi sport tourism berskala internasional,” papar Faozal.

Kegiatan TdLM ini sambung Dadang, Race Technical TdLM, ternyata mendapat antusias tinggi para peserta. Buktinya, sejak kali pertama dibuka pendaftaran hingga ditutup, para peserta ternyata melebihi dari kuota. “Awalnya peserta kami batasi hanya 16 tim. Namun antusias peserta ternyata begitu besar. Bahkan menjelang akhir pendaftaran ada 2 tim yang mendaftar secara mandiri, tanpa harus kami subsidi, yaitu Tim dari Solo dan Tim Uni Emirat Arab,” jelas Dadang.

Sondi Sampurno, Race Director TdLM juga mengakui kalau daya tarik TdLM ini sudah sangat mendunia, dan telah masuk dalam kalender resmi UCI. “TdLM sudah terdaftar dalam kalender UCI 2.2, sehingga otomatis diketahui oleh para pebalap dari berbagai negara. Padahal tahun ini besaran hadiahnya menurun drastis, hanya total Rp 300 juta. Namun mereka tetap antusias untuk ikut,” pungkas  Sondi. (**)