Bripda Ni Wayan Artiningsih, Juara Tiga Kejurnas Karate

Bripda Ni Wayan Artiningsih Juara Tiga Kejurnas Karate

Polda NTB dan Polres jajaran memiliki banyak anggota berprestasi. Salah satunya adalah Bripda Ni Wayan Artiningsih. Ia adalah salah satu srikandi olahraga beladiri karate. Apa target dan harapannya dalam karate kedepannya?


ALI MA’SHUM—GIRI MENANG


Kedatangan Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Komjen Pol Komjen Pol Putut Eko Bayu Seno beberapa waktu lalu dirangkai dengan banyak kegiatan. Salah satunya adalah pemberian penghargaan kepada 8 jajaran baharkam Polda NTB yang berprestasi. Salah satu penerima penghargaan ini adalah Bripda Ni Wayan Artiningsih. Ia dalah anggota Sat Sabhara Polres Lombok Barat (Lobar). ‘’ Diberikan penghargaan karena saya juara tiga Kejurnas Karate di Bekasi tahun lalu,’’ ujar dara kelahiran tanggal 28 September 1997 ini.

Dia mengaku senang dengan penghargaan yang diterima dari Kabaharkam tersebut. ‘’ Senang sekali. Siapa sih yang tidak senang perjuangannya selama ini dihargai. Apalagi yang menyerahkan ini seorang jendral polisi bintang tiga,’’ kenangnya.

Artiningsih sejak kecil sudah menggemari olahraga karate. Tepatnya sejak duduk di kelas V Sekolah Dasar (SD). Tahun demi tahun berlalu, kemampuannya pun meningkat dan kerap mengikuti perlombaan. ‘’Banyak pertandingn yang saya ikuti. Tahun 2011 saya sempat ikut pertandingan di taman Mayura. Itu pertandingan pertama saya dapat juara dan sampai sekarang saya dapat juara terus,’’ katanya.

Pada tahun 2015, ia sempat berhenti menggeluti karate dan tidak mengikuti kejuaraan. Pasalnya, dirinya waktu itu fokus untuk mendaftar sebagai Polwan. Kerja keras pun terbalas. Ia pun dinyatakan lolos untuk mengikuti pendidikan Sekolah Polisi Wanita (Sespolwan) di Ciputat. ‘’ Saya benar-benar vakum dari karate pada tahun 2015 karena masuk Sespolwan,’’ ungkap anakpertama dari dua bersaudara ini.

Setelah menyelesaikan pendidikan Sespolwan,ia diminta oleh pelatihnya untuk mengikuti seleksi Kejurnas Karate 2016. Ia mengaku sempat ragu karena setahun lebih tidak pernah latihan. Diapun kemudian dinyatakan lulus seleksi kejurnas dan mengikuti Training Center (TC). Ini dilakukan selama 1 bulan penuh. Hingga berlaga lah dia di Kejurnas Karate 2016 di Bekasi. Sayangnya, ia terhenti di semifinal dan keluar sebagai juara ketiga. ‘’ Waktu dapat juara tiga itu saya kecewa. Karena awalnya saya ingin memberikan emas untuk NTB. Tapi itu saya syukuri, karena itu medali pertama saya di kejurnas,’’ kenangnya.

Kegagalan ini tidak membuatnya putus asa. Ia mengaku saat ini sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB tahun 2018. Porprov itu juga disebutnya salah satu persaratan untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020.  ‘’ Niat saya semoga lolos PON dan bisa mempersembahkan emas untuk NTB,’’ katanya.

Tak lupa, ia mengatakan bela diri karate ini sangat menunjang tugasnya sebagai anggota kepolisian. ‘’ Menurut saya sih iya (menunjang). Karena dipendidikan kepolisian saja kita diajarkan beladiri Polri,’’ tandasnya.(*)