Kisah Para Caleg Terpilih di Kota Mataram, Turun Ke Rumah-Rumah, Utamakan Doa Orang Tua

Shinta Primasari ST
LUWES : Shinta Primasari ST baju putih berhijab saat blusukan ke pasar tradisional di Kecamatan Mataram. (Sudir/Radar Lombok )

Shinta Primasari ST salah satu Calon Legislatif (Caleg) terpilih partai Demokrat dari dapil Mataram. Ia dikenal sebagai wanita yang luwes selama ini dan rajin turun ke rumah warga dan menyerap aspirasi masyarakat.


SUDIRMAN-MATARAM


Shinta Primasari ST, perempuan kelahiran 29 April 1988 salah satu legislator DPRD Kota Mataram terpilih pada pemilu 17 April lalu. Ia sosok figur milinial yang dikenal luwes dan membumi di Kota Mataram. Shinta meperolehan suara terbanyak di Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Mataram, dengan perolehan suara 2.358. Putri pertama dari pasangan Hj Gustini Widjaningsih sang bapak H Marjan Qomar sudah memiliki darah politik.

Alumi Fakultas Teknik Unram, jurusan Teknik Elektro, lulusa tahun 2011 lalu. Titisan gen politik sudah ada pada shinta karena bapaknya, sang aktivis maupun mantan legislator provinsi NTB. Ia juga tidak lepas dari doa restu dan dorongan sang ibu untuk maju sebagai calon. Shinta mengaku, perjalan pajanga saat massa kampaye telah dilakukan.

BACA JUGA: Kisah Pilu Sumartini, TKW yang Lolos dari Hukuman Mati

Ia dikenal aktif turun ke rumah-rumah warga di sembilan kelurahan di Kecamatan Mataram. Sudah ada dasar sejak kecil sudah terbiasa bermain dikampung-kampung, jadi saya banyak turun ke kampung, katanya, kepada Radar Lombok, Kamis kemarin, (9/5).

Dukungan sang suami Hendro Sugito dan dua buah hatinya yakni, Utami Maharani dan Adonia Huwaidah juga terus mengalir. Allhamdulilah dukungan keluarga, sahabat, serta doa ibu, ucapnya.

Shinta rajin blusukan, tim inti kampaye tidak lepas dari kedua orang tua dan suaminya. Dukungan, saat kampaye sampai pemilihan terus mengalir dari sahabat, teman-teman milenial serta dari teman suami dan kedua orang tuanya. Ya dukungan teman-teman milenial cukup besar, selama kampaye betul-betul menyentuh sahabat milinial, ucapnya.

Stiker maupun bentuk kamapaye sangat beda. Ia betul-betul memanfaatkan ilmunya dibantu tema-teman di sebuah usaha yang dirintis di percetakan dan Even Organizer (EO). Meski belum populer, caleg muda tidak pernah patah semangat menghadapi politisi senior. Keberadaan anak muda penting di kursi DPRD Kota Mataram sebagai representasi generasi milenial.

Saat kampaye, massa-massa yang tidak dilupakan. Perjuangan yang betul-betul menguras tenaga, pikiran dan waktu. Terutama turun ke masyakat yang tidak pernah dilupakan setiap hari turun.

semua atribut kampaye di desain sendiri, stiker buat sendiri ide kreatif sendiri dibantu teman-teman, ucapnya. Sebelumnya, tahun 2014 lalu sempat mencalonkan diri, namun tidak terlalu fokus karena usia masih muda. Ia memilih lebih fokus merawat anak sehingga tidak rajin turun, perolehan suara saat itu pada urutan nomor dua dari partai Demokrat.

BACA JUGA: Keunikan Hunian Tetap Korban Gempa di Desa Teratak

Di dapil kecamatan Mataram, ada sembilan kelurahan yang harus dikujungi. Saat kampaye hampir semua titik titip disapa. Ia terus merangkul, masyarakat maupun anak muda yang diajak untuk peduli dan membawa perubahan. Pengabdian yang tulus sudah menjadi niat utama, serta dorongan keluarga yang menambah semangatnya. saya berjuang dengan ehlas untuk pengabdian ke masyarakat, pungkasnya.

Sementara itu, sang ibu Hj Gustini Widjaningsih menambahkan, selama ini motivasi dan doa terus dihajatkan untuk memperlacar karir politiknya. Berkat perjuangan, sehingga bisa terpilih dalam kontes pemilu 17 April lalu.

Baginya, perjuangan yang sudah dilalui sang anak cukup membanggakan. Pembinaan selama ini, juga sudah lama dilakukan berawal dari teman maupun sahabat dan tetangga terdekat. Lebih awal bergerak sejak penetapan, sampai menjelang pemilihan sang anak sudah aktif turun mensosialisasikan diri dan program kedepan yang akan dibangun, ucapnya.

BACA JUGA: Mengenal Produk Ayam Geprek ‘’Mas Jahat“

Anak pertamanya, dikenal mandiri dan mudah bergaul selama ini. Sejak kecil sudah terbiasa ditengah kampung, serta bergaul dengan banyak orang.pendekatan langsung ke masyarakat yang diperbanyak selama ini, ketika turun bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat. selalu saya doakan semoga tetap aman, selalu berjuang untuk masyarakat, singkatnya. (*)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid