Mengenal Produk Ayam Geprek ‘’Mas Jahat“

Terinspirasi Kisah Cinta, Masih Jualan Lewat Rumah

AYAM GEPREK
AYAM GEPREK : Produk ayam geprek “Mas Jahat” kini makin digemari dan banyak di pesan di Kota Mataram. (IST FOR RADAR LOMBOK)

Bisnis makanan via pemesanan online sedang booming. Kemudahan digital dimanfaatkan oleh warga untuk merintis usaha. Banyak yang berhasil. Salah satunya adalah usaha ayam geprek “Mas Jahat”.


ALI MA’SHUM-MATARAM


Kini kalau lapar tidak mesti keluar rumah atau tempat kerja. Cukup buka gadget dan pesan makanan lewat online. Warga dimanjakan dengan banyak pilihan menu yang disediakan layanan jasa. Di Mataram, ayam geprek “Mas Jahat” hadir. Pecinta ayam geprek semakin punya banyak pilihan.

Nama produknya unik dan tak lazim. Pemilihan nama ini tidak sembarangan dan membuat pembeli penasaran. “Pemilihan nama, mungkin awalnya untuk membuat orang penasaran. Jadi tergugah untuk mencari tahu dan membeli makanan kami,” ungkap Monde, pemilik ayam geprek “Mas Jahat” di Mataram kepada Radar Lombok kemarin.

BACA JUGA: Pengusaha Kue Bulo Peduli Penyandang Disabilitas

Monde memiliki beberapa sahabat yang kisah percintaannya kandas. Curhatan putusnya hubungan asmara mereka banyak ia dengar. Nah, dari kisah-kisah asmara itu ia terispirasi untuk memberi nama produk makanannya. “ Kata-kata putusnya begini. Kamu terlalu baik buat aku mas. Kita putus saja. Terus saya ingin jadi Mas Jahat biar gak diputusin karena terlalu baik,” kenang pria gondrong itu.

Untuk sementara, ayam geprek “Mas Jahat” dijual secara online. Harganya pun cukup terjangkau semua kalangan. Dengan Rp 19 ribu, ayam geprek “Mas Jahat” sudah bisa didapat. Ada tambahan nasi hangat dan tempe serta telur goreng. Tidak ketinggalan kol goreng juga menjadi penggugah selera. “Untuk pemesanan pengantaran jam 1 siang. Maksimal diorder jam 10 pagi. Setelah itu bisa untuk pengantaran jam 6 sore,” kata pria 26 tahun ini.

Ia member garansi makanan yang dijualnya berbeda dengan yang lain. Geprek “Mas Jahat” hanya ada satu level sambel, tidak ada level pedas seperti produk lainnya. “Kalau yang lain biasanya pakai level. Kalau di saya nggak ada. Pokoknya makanan saya itu pedes. Sambal saya juga tidak bikin mules. Ayam dan bahan lainnya juga masih fresh,” imbuhnya.

BACA JUGA: Lebih Dekat dengan Kreasi Bale Panggung Perajin Loteng

Ayam geprek ini baru beredar satu bulan. Produknya sudah banyak dikenal. Setiap hari pemesanan selalu sold out. Pemesan mulai dari karyawan swasta hingga pegawai pemerintah. Kebanyakan memesan sebagai menu makan siang.”Alhamdulillah tiap hari sold uot. Saya memang menyiapkan porsi terbatas tiap hari. Itu agar pembeli penasaran,” ungkapnya.

Merintis usaha bukan tanpa kendala. Monde pun merasakan hal yang sama. Kendala utama ada pada modal. Namun ia tetap yakin dengan usahanya akan berkembang. “Saya menikmati usaha ini. Saya rasa juga usaha ini akan terus berkembang. Seiring dengan meningkatnya daya beli warga Kota Mataram dan sekitarnya. Insya Allah dua minggu lagi saya akan buka toko. Sekarang masih dari rumah terima pesanan,” pungkasnya. (gal)