KEK Mandalika Buat Pilkada Loteng Lebih Menarik

PRAYA—Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) 2020 mendatang, akan berbeda dibandingkan dengan Pilkada sebelumnya. Ada berbagai poin menarik yang menjadi pembeda, seperti Bupati Loteng Suhaili FT tidak bisa maju lagi karena sudah dua periode memimpin. Kondisi ini otomatis memberikan peluang kepada banyak tokoh potensial di Loteng untuk maju Pilkada, dengan gagasan-gagasan yang menarik.

“Poin lainnya, tentu saja keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, proyek pembangunan kawasan pariwisata super prioritas nasional ini akan menjadi magnet dan pesona yang sangat kuat untuk Pilkada Loteng,” kata Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 Mataram, Bambang Mei Finarwanto, SH, Senin (16/9/2019).

Khusus KEK Mandalika, lanjut Didu, sapaan akrabnya, membuat Bupati dan Wakil Bupati Loteng yang baru nanti memiliki tantangan besar dalam menjaga salah satu destinasi super prioritas Indonesia tersebut.

Tak hanya itu, Bupati dan Wakil Bupati Loteng juga harus mampu mengelaborasikan keberadaan KEK Mandalika dengan mendorong keterlibatan dan meningkatkan perekonomian masyarakat Loteng. “Sejak operasional KEK Mandalika diresmikan pada 20 Oktober 2017, oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Pemkab Loteng harus mempersiapkan sumber daya manusia (SDM),” katanya.

Terkait pemanfaatan SDM lokal pada industri di KEK Mandalika, ungkap Didu, akan sangat bergantung pada kebijakan pemimpin setempat dalam menyiapkan SDM  warganya agar dapat memenuhi persyaratan mengisi berbagai posisi dan lapangan kerja di KEK Mandalika.

Didu menerangkan, saat meresmikan operasional KEK Mandalika, Jokowi menyebut kehadiran KEK Mandalika akan membutuhkan sekira 58 ribu tenaga kerja untuk operasional. “Jumlah ini tidak main-main, bayangkan kalau warga Lombok Tengah dapat mengisinya, dampaknya tentu pada perekonomian masyarakat itu sendiri. Namun kalau tidak dipersiapkan dengan baik, bukan tak mungkin masyarakat hanya akan jadi penonton saja,” ujarnya.

Didu menambahkan, 2020 menjadi tahun yang sangat penting bagi Lombok Tengah. Di samping pilkada, pengembangan proyek KEK Mandalika diperkirakan mulai berjalan secara masih masif pada tahun depan. Tak hanya pengembangan dalam kawasan Mandalika, melainkan juga sirkuit moto GP dan pengembangan di luar kawasan. “Satu-satunya tuan rumah motoGP di Indonesia, semua mata akan tertuju ke Lombok Tengah, ini peluang yang sangat besar mengenalkan Lombok Tengah ke manca negara,” imbuhnya.

Didu mendorong para calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah nantinya memiliki konsep dan gagasan matang tentang kesiapan/ terobosan Lombok Tengah dalam pengembangan KEK Mandalika. Didu menilai indikator keberhasilan dalam menangani KEK Mandalika ialah mendukung pemerintah pusat menyukseskan KEK Mandalika dan mendorong KEK Mandalika bermanfaat bagi perekonomian masyarakat Lombok Tengah.

Selain itu kata Didu, KEK Mandalika menawarkan ibarat dua sisi mata uang bagi bupati dan wakil bupati Lombok Tengah terpilih pada 2020. “Kalau berhasil dalam ‘menangani’ KEK Mandalika membuka peluang untuk lebih dikenal di tingkat pusat, tapi kalau gagal tentu akan menjadi bulan-bulanan kritikan,” tukasnya. (gt)