Jambret Beraksi di Jurang Jaler

KORBAN : Korban saat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum (RSUD) Praya, kemarin.

PRAYA-Aksi garong jalanan alias jambret kembali beraksi di wilayah hukum Polres Lombok Tengah.

Kali ini, dua orang kawanan jambret beraksi di jalan raya Praya-Kopang. Tepatnya di wilayah Desa Jurang Jaler Kecamatan Praya Tengah. Kronologisnya,  Mastuni 25 yang menjadi merupakan warga Desa Pengadang Kecamatan Praya Tengah.

Berdasarkan informasi yang diserap koran ini, kejadian bermula sekitar pukul 12. 00 wita. Saat itu, korban bersama anaknya hendak ke pasar Renteng Praya menggunakan roda dua untuk membeli pakaian sekolah anaknya. Sesampainya TKP, tiba-tiba dua orang pelaku menggunakan kendaraan jenis Suzuki Satria F, berboncengan datang dari belakang korban dan langsung menarik kalaung emas yang dipakai dari lehernya.  

Setelah kalung berhasil diambil, para pelaku menendang korban hingga terjatuh ke tengah jalan.  Kedua pelaku langsung melarikan diri ke arah selatan jalan menuju Praya.  Akibatnya, korban mengalami luka -luka dan langsung mendapatkan prtolonngan dari warga ke Rumah Sakit Umum (RSUD) Praya untuk ditangani medis.  Untungnya, anak yang digonceng korban tidak mengalami apa-apa.

Kapolsek Praya Tengah, IPDA Halid membenarkan kejadian itu. Setelah menerima laporan, pihaknya langsung memerintahkan anggota untuk memeriksanya.  Dari keterangan korban, ciri-ciri dua pelaku,  rambut cepak pendek mohak, dan menggunakan baju kaos warna abu.  Sedangkan pelaku yang di belakang menggunakan baju warna hitam. “Kami masih melakukan penyelidikan lebih lajutnya. Kami juga akan menunggu keterangan dari korban,”  ungkapnya.

Untuk itu, agar kejadian ini tidak terulang lag ia harapkan terhadap semua pengendara agar tidak memakai barang berharga serta mencolok pada saat berkendara di jalanan. Sebab ini yang mengakibatkan, tindak pidana jambret tersebut muncul. “Kita harapkan masyarakat untuk wasapada lagi. Kita juga akan tetap melakukan patroli di jalanan sekarang,” sarannya

Guna untuk keterangan lebih lajut, pihaknya akan memita keterangan korban. Tetapi kendalanya sekarang korban masih mendapatkan perawatan di rumah sakit, karena luka lecet di sekujur tubuhnya. “Kita tunggu korban sehat dulu. Baru kita akan lagi meminta keteranganya,” tandasnya.

Sementara Kapolres Loteng, AKBP Kholilur Rochman menyatakan, memang kasus ini menjadi atensi aparat kepolisian. Dan  pihaknya akan  mengintensipkan patroli dan operasi kewilayahan. Namun, yang menjadi sorotan kali ini adalah kebanyakan korban jambret adalah kaum wanita, baik ibu-ibu atau pun remaja putri selama ini.

Ia menjelaskan, korban jambret memang selama ini didominasi kaum ibu-ibu dan remaja putri. Hal ini dikarenakan mereka menjadi sasaran empuk pelaku, karena dianggap lemah dan tidak mungkin mengejar saat barang yang diincar berhasil diambil. Biasanya pelaku sudah mengikuti korban terlebih dahulu, sebelum dieksekusi.

Korban yang diincar bermacam-macam, seperti pengendara motor yang menggunakan ponsel sambil menggunakan sepeda motor. Hingga barang bawaan terutama tas, yang dibawa korban. Lokasi eksekusi pun biasanya ditempat sepi, bahkan ada yang nekat di keramaian. “Sehingga kami terus mengantisipasi berupa pencegahan dengan meningkatkan patroli. Dan tetap memenkankan agar masyarakat diharapkan berhati-hati, terutama ibu-ibu dan remaja putri yang sering menjadi sasaran,” imbuhnya.

Oleh karena itu, pihaknya juga meminta terhadap semua masyarakat agar tidak membawa barang-barang yang mencolok atau berharga yang bisa mengundang mereka itu. Untuk wilayah yang dianggap rawan. Ia menyatakan, semua rawan. “Kalau ada kesempatan pasti mereka melakukan. Makanya selama ini banyak mereka juga ditangkap warga,” tendasnya. (jay/lpg)