Hotel Terapung di Gili Mas Penuh

HOTEL TERAPUNG : Fasilitas di dalam hotel terapung,KM Kelud yang disediakan bagi para tamu yang akan menonton MotoGP. (Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG-Sebanyak 1.100 kamar yang ada di KM Kelud, kapal yang disulap menjadi hotel terapung di Gili Mas, penuh oleh para penonton MotoGP. Dari data yang dikumpulkan oleh pihak Poltekpar Lombok, sebagai pihak yang bertanggung jawab menerima reservasi pesanan kamar dari para penonton, sampai hari Kamis jumlah penontonsudah reservasi sebanyak 1.250 orang. “Per hari Kamis yang sudah reservasi 1.250 orang dari berbagai daerah.

Namun hingga hari Jumat jumlah penonton yang menginap, dari jumlah 1.250 orang yang melakukan reservasi, jumlah mereka yang menginap di sebanyak 1. 142 orang.

“ Dari yang sudah reservasi ada 1.142 orang tamu nginap,” ungkap Direktur Poltekpar Lombok, Herry Rahmat Widjaja, melalui Pembantu Direktur bidang Akademik dan Kemahasiswaan.

1.452 tamu yang memanfaatkan kamar di KM Kelud berasal dari reservasi by e-mail sebanyak 377 orang , tamu dari Pulau Sumbawa 267 orang, personil keamanan TNI/Pri 400 orang, media nasional 8 orang, rombongan Astindo 52 orang, dan dari PPL 40 orang.

BACA JUGA :  Penutup Gorong-gorong di Senggigi Dicuri

Ia menjelaskan, kapasitas yang disediakan di KM Kelud sebanyak 1.500 kamar. Hingga Jumat siang yang sudah check in sebanyak 1.142 orang. Kamar tersedia gratis tanpa dipungut biaya dengan ketentuan syarat diatur.” Bahwa kapal ini sebagai akomodasi terapung, diperuntukan bagi masyarakat umum yang akan menginap,” terang Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Lembar, R. Pradigdo yang ditemui di sela memantau Pelabuhan Gili Mas.

Ia menerangkan syarat ketentuan bagi masyarakat umum yang bisa menginap di hotel terapung itu. Mulai dari harus memiliki tiket MotoGP, sudah divaksin minimal dosis dua, memiliki aplikasi Pedulilindungi dan melakukan registrasi kamar.” Akomodasi ini tidak berbayar, jadinya gratis, tetapi makanan berbayar di kapal ada kantin. Tetapi tergantung selera mau makan di kapal atau turun kapal (makan di luar),” ungkapnya.

BACA JUGA :  Aksi Nyata Bersih-Bersih Senggigi

Ceck in kamar sudah bisa dilakukan sejak 17 Maret lalu dengan datang langsung. Sebab di lokasi pihaknya sudah menyiapkan petugas yang menerima check in hingga mengantarkan ke kamar tamu di kapal. Menurutnya, total kamar yang disiapkan pada hotel terapung itu sebanyak 1.500 kamar. Hanya saja 400 kamar diperuntukan bagi pihak keamanan. Sehingga sebanyak 1.100 kamar untuk masyatakat umum. Di kapal ini beberapa fasilitas diantaranya kamar hotel yang terdiri dari tiga tipe. Selain itu terdapat selimut di setiap kamar, kantin serta hiburan di kapal untuk para penumpang. Tak kalah utamanya tersedianya akomodasi transport dari pelabuhan ke sirkuit Mandalika.(ami)