Disperin NTB Gelar Bussiness Matching Desainer dan Penjahit

PERTEMUAN : Disperin NTB menghadirkan pelaku desainer dan penjahit dalam kegiatan bussines matching dan penjahit, Senin (26/12).

MATARAM – Industri fesyen kini semakin berkembang mengikuti perkembangan zaman, tren fesyen kini semakin bermacam-macam memenuhi pasar global. Di mana fesyen termasuk gaya hidup yang juga menjadi kebutuhan pokok berdasarkan kebutuhan pokok sandang, pangan, dan papan. Maka dari itu sektor industri fesyen akan terus meningkat dan berkembang.

Kepala Dinas Perindustrian (Disperin) Provinsi NTB Nuryanti mengatakan NTB mempunyai potensi yang sangat besar dalam industri fesyen. Di mana NTB dikenal dengan daerah pariwisata, ditambah dengan Pulau Lombok terkenal dengan julukan Pulau 1000 Masjid menjadikan NTB memajukan pariwisata halal atau Halal Tourism, dan Muslim Fesyen sebagai peluang.

“Dinas Perindustrian Provinsi NTB mengadakan pertemuan Bussiness Matching antara para Desainer fesyen dengan para penjahit, yang diselenggarakan di Aula Kantor Dinas Perindustrian NTB pada tanggal 26 Desember 2022,” kata Nuryanti, Senin (26/12).

Baca Juga :  KOIN NTB Ajak Generasi Milenial Jadi Penggerak Industrialisasi

Kegiatan ini melibatkan para desainer lulusan dari inkubator fesyen yang telah dilatih selama lebih dari 5 bulan berjumlah 15 orang dan para penjahit lulusan dari pelatihan sertifikasi menjahit berjumlah 30 orang.

Dikatkannya, Dinas Perindustrian NTB dalam rangka meningkatkan kolaborasi, mitra, dan mempromosikan produk lokal khususnya industri fesyen di Provinsi NTB, berharap dengan adanya pertemuan ini, akan matching desainer-desainer dengan para penjahit.

“Nantinya, kita akan membuat beberapa kelompok menjadi tim kerja untuk membangun kerja sama,” ujarnya.

Dinas Perindustrian NTB akan menjadi fasilitator dan penghubung baik dari fasilitas ruangan, sampai dukungan pendanaan, juga penghubung antara desainer dengan penjahit, ikm, dan juga pasar.

Disperin nantinya akan jadi satu pintu terkait fasilitas-fasilitas, masalah branding juga menjadi tugas Disperin NTB. Harapannya, dengan adanya ini sumber bahan baku menjadi satu tempat, jadi biaya produksi bisa ditekan dan harga bisa bersaing di pasaran.

Baca Juga :  NTB Produksi Mesin Roasting Kopi Berbasis Android

“Industri fesyen di NTB ini akan menuju produksi massal tetapi berbasis IKM bukan industri besar, dan nantinya bisa menjadi surganya fesyen,” harap Nuryanti.

Sementara itu, Desainer, dan instruktur Inkubator Fesyen Cindy Liana Putri akan menjadi pembimbing dari Business Matching, di mana permasalahan industri fesyen yang paling utama adalah para desainer dengan permasalahan produksi fesyen dan penjahit dengan permasalahan desain fesyen, maka dari itu dua peran ini sangat memerlukan satu sama lain.

“Desainer memerlukan penjahit untuk produksi, dan sama juga dengan penjahit yang memerlukan desainer,” tutupnya. (luk)

Komentar Anda