Disperin NTB Fokus Gaungkan Industri Fesyen

Kepala Disperin NTB Nuryanti

MATARAM – Dinas Perindustrian Provinsi NTB pada tahun 2023 akan fokus mengembangkan tiga sektor industrialisasi yang diyakini bakal bisa memberikan dampak luas terhadap sektor usaha lainnya. Ketiga sektor yang menjadi prioritas Disperin NTB pada tahun 2023 itu adalah, sektor kuliner, sektor fesyen dan sektor kosmetik herbal.

“Tahun 2023 ini, kita fokus kembangkan tiga sektor, dengan menggerakan pengembangan industri anak muda (milenial),” kata Kepala Disperin Provinsi NTB Nuryanti, Selasa (10/1).

Dikatakan Yanti, tiga sektor priroritas yang menjadi fokus dikembangkan pada tahun 2023 ini pastinya akan memberikan dampak kepada sektor lainnya. Ketiga sektor tersebut, mulai dari fesyen, kuliner dan kosmetik bisa mendongkrak ekonomi masyarakat dari sektor lainnya. Ketiga sektor prioritas ini memiliki potensi yang luar biasa untuk dikembangkan, dalam mendukung bangkitnya industri pariwisata NTB, dengan banyaknya event-event internasional.

Baca Juga :  Industrialisasi Mendorong Kemandirian Pelaku Usaha NTB

Untuk mendukung pengembangan tiga sektor itu, lanjut Yanti, pihaknya pada tahun 2023 juga menargetkan setidaknya ada 50 galery yang nantinya bisa menampilkan produk-produk khususnya fesyen. Dengan demikian, wisatawan ataupun pihak yang mencari fesyen berbahan baku tenun lokal khas NTB, bisa dengan mudah mendapatkannya. Sehingga, promosi dan penjualan fesyen berbahan tenun lokal NTB bisa semakin menggaung pasar lokal, nasional dan juga internasional. Terlebih lagi, Dekranasda, Disperin, Dinas Perdagangan dan pihak terkait lainnya terus gencar menggaungkan fesyen tenun lokal NTB, hingga kancah internasional.

“Kita ingin industri fesyen lokal NTB semakin digaungkan. Bahkan, ada rencana NTB, Bali dan NTT akan membuat event bersama untuk menampilkan produk fesyen. Karena ketiga daerah ini memiliki motif yang hampir sama untuk tenun dan fesyen secara umum,” kata Yanti.

Baca Juga :  Industrialisasi Sebagai Percepatan Pembangunan NTB

Selain itu, kata Yanti, untuk mendukung industri fesyen semakin menggema di kancah nasional dan internasional, pihaknya akan menggandeng para milenial dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) mereka melalui berbagai pelatihan dan pendampingan.

“Kita akan perkuat dan memberikan pendampingan peningkatan kapasitas SDM pelaku usaha industri fesyen,” ujarnya.

Yanti juga menyebut jika pihaknya di Disperin Provinsi NTB sudah menyediakan layanan Call Center yang nantinya bisa menjadi tempat para pelaku IKM mengadu dan konsultasi terkait persoalan yang dihadapi. Disperin NTB menyiapkan petugas khusus yang akan menerima aduan pada layanan IKM Call Center Disperin NTB di nomor : 087728937983.

“Jadi pelaku IKM dan masyarakat bisa mengirimkan aduan atau konsultasi di IKM Call Center,” katanya. (luk)

Komentar Anda