Bayi Kembar Siam Berkaki Enam Kesulitan BAB

TUMBUH BESAR: Bayi kembar siam berkaki enam, Muhammad Karunia, asal Desa Suangi Timur, Kecamatan Sakra, kini semakin tumbuh besar. Sehingga orang tua berharap anaknya bisa segera dioperasi. (IST/RADAR LOMBOK)

SELONG — Orang tua (Ortu) bayi kembar siam berkaki enam, Muhammad Karunia, asal Desa Suangi Timur, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur, berharap agar anaknya itu bisa segera dioperasi. Pasalnya, kondisi salah satu organ inti dari bayi, yaitu anus tidak berfungsi normal seperti anak pada umumnya. Terlebih bayi tersebut semakin tumbuh besar.

Sri Nurul Hidayati, ibu dari bayi  kembar siam mengakui jika kondisi  anaknya saat ini  sehat, dan pertumbuhannya normal seperti anak-anak pada umumnya. Namun yang menjadi masalah adalah anaknya mengalami kesulitan ketika Buang Air Besar (BAB), karena tidak memiliki anus. Sehingga ketika ingin BAB, butuh alat bantu.

“Kami berharap agar pelaksanaan operasi segera dilakukan. Karena ketika BAB perutnya kembung. Lubang anusnya kecil sekali. Apalagi sekarang anak kami sudah bisa makan. Dan kalau sudah makan, perutnya itu akan kembung,” kata Sri, kemarin.

Selain percepatan operasi pemisahan badan, dia juga berharap agar pembuatan lubang anus juga bisa dipercepat. Dengan demikian maka semua organ tubuh anak bisa berfungsi dengan baik, terutama ketika hendak BAB. Apalagi anak tersebut saat ini akan menginjak usia delapan bulan. Selain mengkonsumsi ASI, bayi juga telah mulai diberikan makanan tambahan lainnya.

“Jika operasi tidak segera dilakukan, maka akan semakin menyulitkan anak untuk BAB dan kencing. Sehingga benjolan yang ada di samping perut anak semakin membesar. Bahkan dengan kondisi seperti itu, anak tersebut sering mengeluarkan darah ketika BAB,” imbuhnya.

Anaknya terang Sri, memang telah mendapatkan penanganan pihak RSUP NTB, baik perawatan maupun pelaksanaan operasi nanti. Operasi pemisahan rencananya akan dilakukan di RSUP NTB oleh dokter spesialis RSUD Soetomo Surabaya. Akan tetapi untuk jadwal pelaksanaan operasi sampai saat ini belum ada kepastian kapan akan dilakukan.

“Pihak RSUP NTB masih menunggu informasi dan jadwal dari dari pihak RSUD Soetomo Surabaya. Namun pemeriksaan persiapan operasi sudah dilakukan, seperti rontgen, citi scan dan pemeriksaan lainnya,” jelasnya.

Lebih lanjut dia menceritakan terkait dengan proses  awal mengandung sampai bayi tersebut dilahirkan. Ketika hamil dirinya telah beberapa kali melalukan USG. Dokter pun memberitahukan jika bayi yang ada didalam kandungannya itu adalah kembar. Dia mengira jika bayi kembar yang ada didalam kandungannya itu dalam kondisi normal. “Pas lahir saya tentu saja kaget melihat kondisi anak saya seperti itu,” ujarnya.

Baca Juga :  Walhi Sebut Kereta Gantung Rinjani belum Ada Kajian

Sementara itu Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr Raden Soedjono Selong, dr Ahmad Bardan Salim menyebutkan kondisi kelahiran anak tersebut sebelumnya sudah diprediksi akan lahir seperti itu. Sehingga dilakukan operasi di RSUD dr Soedjono Selong. Setelah lahir pihak RSUD dr Soedjono Selong selanjutnya berkoordinasi dengan dokter anak kembar siam RSUD dr Soetomo Surabaya.

“Setelah menjalani perawatan pasca bersalin, kondisi ibu dan anak baik, sehingga dipulangkan pada waktu itu. Kemudian anak tersebut sempat kontrol ke dokter spesialis anak yang ada di RSUD Selong,” ungkapnya.

Saat baru lahir, kondisi anak kembar siam, memiliki satu kepala, satu anggota badan utuh mulai dari kepala hingga kaki. Namun pada anggota badan yang satu hanya memiliki sepasang bakal kaki dan sepasang bakal tangan saja.

Untuk operasi pemisahan dipastikan akan dilakukan, dan tinggal menunggu jadwal dari RSUP NTB. “Anak tersebut sudah ditangani oleh RSUP NTB, dan dokter spesialis anak kembar siam RSUD dr Soetomo Surabaya,” jelasnya.

Humas RSUD dr. Soedjono Selong, Muhammad Rahmatullah mengatakan bayi tersebut lahir di RSUD dr. Soedjono Selong, pada 10 November 2022 lalu. Saat ini pasien sedang dalam penanganan RSUD Provinsi NTB.

Rahmatullah menjelaskan berdasarkan informasi yang diperoleh dari Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr. Soedjono Selong, bahwa pasien ini sekarang menjadi kelolaan RSUD Provinsi NTB dan RSUD dr Soetomo Surabaya. “Untuk pelaksanaan tindakan operasi baik tanggal, tempat dan perkiraan biaya akan menunggu hasil asessment dari RSUD dr. Soetomo Surabaya,” terangnya.

Untuk pembiayaan terhadap operasi bayi tersebut, Pemprov NTB dan Pemda Lombok Timur siap memberikan dukungan. Pasien tersebut sudah memiliki kartu BPJS Kesehatan.

Baca Juga :  Anggaran Infrastruktur Lobar Hilang di APBD NTB

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Fathurrahman mengatakan bahwa bayi tersebut saat ini masih menjalani rawat jalan di RSUP Provinsi NTB. “Selama ini bayi tersebut dirawat jalan di RSUP Provinsi NTB, dan akan dilakukan operasi,” katanya.

Fathurrahman mengungkapkan bahwa kondisi bayi berkaki enam itu dalam keadaan sehat. Saat ini tim dari Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Lombok Timur tengah mengurus proses operasi bayi tersebut. “Ada tim dokter dari RSUD Soetomo Surabaya yang akan ke NTB untuk mengecek kondisi bayi,” imbuhnya.

Sedangkan Dirut RSUD Provinsi NTB, Lalu Herman Mahaputra mengatakan kalau saat ini tim medis di RSUD NTB, dr. Hananto sedang melakukan penanganan terhadap bayi tersebut. Pihak RSUD NTB nantinya akan bekerja sama dengan Rumah Sakit Universitas Airlangga dan RSUD dr. Soetomo Surabaya, untuk melakukan operasi terhadap bayi kembar siam tersebut.

“Nanti saya akan info (jadwan operasi, red). Karena saya belum dapat laporan dari staf. Ini kan masih perbaiki kondisi dulu,” ujarnya.

Ditambahkan, pihak RSUD NTB sendiri telah membentuk tim yang melibatkan sekitar delapan dokter spesialis untuk menangani bayi kembar siam tersebut. Terdiri dari Dokter Spesialis Bedah Anak, Dokter Spesialis Anak, Dokter Spesialis Bedah Ortopaedi, Dokter Spesialis Anastesi, Dokter Spesialis Radiologi, Dokter Spesialis Bedah Plastik, Dokter Spesialis Urologi, dan Dokter Spesialis Patologi Klinik.

“Saya sudah dilaporkan, dan membentuk tim beberapa dokter spesialis yang bekerja sama dengan RS Unair dan RSUD dr. Soetomo Surabaya. Perbaiki kondisinya (bayi) dulu, baru nanti akan dilakukan tindakan pemeriksaan,” jelas Dokter Jack, sapaan akrabnya.

Dokter Jack memastikan RSUD NTB memiliki SDM yang cukup mampu untuk melakukan operasi pemisahan pada bayi kembar siam itu. Disamping bantuan dari Rumah Sakit Universitas Airlangga dan RSUD dr. Soetomo Surabaya. “Bisa, kan saya punya dokter bedah anak. Dibantu dari Rumah Sakit Universitas Airlangga dan RSUD dr. Soetomo Surabaya. Pokonya kolaborasi lah,” pungkasnya. (lie/rat)

Komentar Anda