Tiga Tahun Sukiman-Rumaksi, Fokus Benahi Infrastruktur,Kesehatan dan Pendidikan

Bupati Sukiman Azmy dan pimpinan Forkompinda Lotim meneken kerja sama pada momentum refleksi tiga tahun kepemimpinan Sukiman-Rumaksi.

Pemkab Lombok Timur menggelar refleksi 3 tahun kepemimpinan Sukiman-Rumaksi (Sukma) di pendopo bupati, Senin (27/9). Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati HM Sukiman Azmy, Wakil Bupati H Rumaksi, Sekda HM Juaini Taofik, pimpinan Forkompinda,   dan semua pimpinan OPD.

……………………………..……………………………..……………………………..………………

DALAM momentum refleksi tiga tahun ini disampaikan berbagai capaian dan prestasi yang telah ditoreh pemerintah Sukiman-Rumaksi selama kurun waktu tiga tahun. Di mana semua capaian ini didasari pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah  (RPJMD). Baik capaian di bidang infratruktur, kesehatan, pendidikan,  ekonomi, dan indikator lainnya.

Bupati Sukiman Azmy mengatakan, meski banyak hal yang telah dicapai selama tiga tahun. Tapi masih banyak pula persoalan lainnya yang perlu diprogresifkan dalam masa dua tahun sisa kepemimpinannya. Terlebih lagi berbagai persoalan tersebut merupakan bagian dari janji politik ke masyarakat. Di antaranya infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan lainnya. “Dalam sisa dua tahun ini, saya akan fokus pada tiga hal. Pertama infrastruktur, kesehatan dan pendidikan,’’ kata Sukiman.

Pembangunan infrastruktur menyangkut banyak aspek dan itu merupakan janji politik ke masyarakat. Di antaranya jalan mulus sepanjang jalan, air mengalir sepanjang tahun, dan listrik menyala sepanjang hari. Meski selama tiga tahun ini pembangunan infrastuktur jalan telah cukup bagus tapi akan tetap menjadi prioritas sampai akhir jabatannya. Terlebih lagi masih beberapa wilayah Lombok Timur yang kondisi jalanya masih membutuhkan penanganan. ‘’Begitu juga masalah air di wilayah selatan juga belum optimal. Saya berharap tahun 2023 mendatang, wilayah selatan ini tidak ada lagi pendropan bantuan air. Kita upayakan masalah air di selatan akan kita selesaikan tahun 2022. Terlebih lagi dengan adanya bantuan sekitar Rp 100 miliar dari Kementerian PUPR untuk mengatasi masalah air,’’ ujarnya.

Soal pendidikan juga akan masih difokuskan hingga akhir masa jabatannya. Mengingat, bencana gempa dua tahun silam telah menyebabkan banyak sekolah rusak. Belum lagi sekolah yang kondisinya dimakan usia, baik jenjang pendidikan SD maupun SMP. Kalau mengandalkan APBD, tentunya tidak memungkinkan untuk bisa menuntaskan sekolah rusak. Pemkab akan terus berupaya mencari sumber bantuan anggaran, terutama dari pusat agar sekolah tersebut bisa  tertangani sampai berakhir jabatannya nanti. “Insyallah kita akan mendapatkan bantuan dari BNPB pusat perbaikan dan pembagunan sekolah,’’ tambah Sukiman.

Berikut kaitannya dengan bidang kesehatan. Selama tiga tahun Pemkab Lotim telah berikhtiar penuh membenahi bidang kesehatan, baik fasilitas, pelayanan maupun SDM. Ikhtiar itu telah membuahkan hasil yang cukup maksimal. Hal itu dibuktikan dengan berdirinya RS Labuhan Haji, RS Keruak, termasuk juga dalam waktu dekat akan diresmikan RS Ibu dan Anak.

BACA JUGA :  Pemprov NTB Target Level 1

Ditambah lagi RSUD dr Raden Soedjono Selong yang telah naik statusnya menjadi  rumah sakit tipe B. ‘’Kita fokus pada tiga hal itu karena menjadi indikator utama  memperbaiki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lotim. Saya berharap banyak kepada semua pihak untuk bersama dan saling membantu mewujudukan tiga hal yang menjadi fokus kita itu. Sehingga di akhir kepemimpinan nanti, IPM Lotim paling tidak naik ke posisi 7 yang sekarang masih berada di posisi 8,” harap Sukiman.

Berbagai capaian selama tiga tahun ini diakuinya tak lepas dari kerja keras semua pimpinan OPD. Yang paling penting juga adalah kerja sama dan partisifasi dari berbagai Forkompinda di Lotim. Semua  keberhasilan itu diakuinya tak mungkin akan tercapai jika tanpa bantuan dari semua pihak. ‘’Ketika koordinasi berjalan dengan baik dan didukung oleh OPD, semua instansi lainnya di Lotim insyaallah IMP kita dalam dua tahun mendatang akan meningkat. Kita akan berikhtiar optimal dan doa tak henti, maka semuanya akan menghasilkan yang maksimal,’’ tutup Sukiman.

Sekda Lotim HM Juaini Taofik  dalam kesempatan itu memaparkan berbagai capaian selama tiga tahun kepemimpinan Sukiman- Rumaksi. Bidang pendidikan, Sukiman-Rumaksi telah cukup berhasil jika dilihat dari beberapa indikator kinerja di bidang pendidikan. Di antaranya angka harapan lama sekolah tahun 2018 berada pada angka 13,50 persen, 2019 naik menjadi 13,51 persen, 2020 meningkat lagi menjadi angka 13,69 persen.

Begitu halnya angka rata-rata lama sekolah tahun 2018; 6,45 persen, 2019; 6,69 persen, dan 2020; 6,70 persen. Angka partisipasi murni (APM) SD tahun 2018; 97,97 persen, 2019; 98,97 persen, dan 2020; 98,11 persen. Angka partisipasi murni (APM) SMP tahun 2018; 80,17 persen, 2019; 18,50 persen, dan 2020; 18,78 persen.

Selajutnya jumlah SD tahun 2018 sebanyak 741, tahun 2019 meningkat menjadi 745, dan tahun 2020 meningkat lagi menjadi 751. Jumlah SMP tahun 2018 sebanyak 234, tahun 2019 meningkat 243, dan tahun 2020 meningkat lagi menjadi 247.

Di bidang kesehatan, angka harapan hidup tahun 2018; 65,33 tahun, 2019; 65,74 tahun, dan 2020; 65,97 tahun. Angka Kematian Ibu (AKI) tahun 2018; 125,000/100.000 KH, tahun 2019; 111,30/100.000 KH, dan tahun 2020; 157,40/100.000 KH. Angka Kematian Bayi (AKB) 2018; 8,30/1.000 KH, tahun 2019; 10,70/1.000 KH, dan tahun 2020; 10,90/1.000 KH.

BACA JUGA :  Warga Masih Abai, Polda Pertegas Sanksi

Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan tahun 2018; 102,54 persen, tahun 2019; 103,21 persen, dan tahun 2020; 106,06 persen. Cakupan bayi mendapat ASI ekslusif tahun 2018; 79,18 persen, tahun 2019; 80,00 persen, dan 2020; 81,09 persen.

Bidang Ekonomi dengan indikator kinerja diantaranya laju pertumbuhan PDRB ADKH tahun 2018; 3,40 persen, 2019; 4,70 persen, 2020; 3,10 persen. PDRB ADHK 2018; Rp 13,78 triliun, 2019; Rp 14,42 triliun, 2020; Rp 13,98 triliun. PDRB ADHB tahun 2018; Rp 18,84 triliun, 2019; Rp 20,31 triliun, dan 2020; Rp 20,03 triliun. Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2018; Rp 261,72 miliar, 2019; Rp 289,62 miliar, dan 2020; Rp 328,02 miliar. Realisasi APBD 2018; Rp 2.497,17 miliar, 2019; Rp 2.765,62 miliar, dan 2020; Rp 2.564,73 miliar.

Infrastruktur, yaitu panjang jalan tahun 2018; 1.018,83 km, 2019; 1.018,83 km, dan 2020; 1.018,83 km. Panjang jaringan jalan dalam kondisi baik tahun 2018; 536,13 km, 2019; 1.018,83 km. Kemantapan jalan kabupaten 2018; 52,62 persen, 2019; 53,13 persen, 2020; 63,21 persen. Jaringan irigasi kondisi baik 2018; 42,46 persen, 2019; 61,17 persen, dan 2020; 61,82 persen. Pemanfaatan ruangan yang sesuai dengan RTRW tahun 2018; 94,00 persen, 2019; 99,6 persen, dan 2020; 100 persen.

Bidang kesehatan, rumah sakit umum tahun 2018; 3, tahun 2019; 4, dan tahun 2020; 4. Puskesmas 2018; 32, tahun 2019; 33, dan tahun 2020; 35. Polindes 2018; 244, 2019; 244, dan 2020; 254. Posyandu 2018; 1.747, 2019; 1.767, dan 2020; 1.861. Sedangkan untuk stunting berdasarkan data e-PPGBM (elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) tahun 2019 mencatat dari 80.313 balita yang diukur, ditemukan sebanyak 26,11 persen (20.968 balita) menderita stunting. Tahun 2020 dari 106.879 balita diukur dan diverifikasi, ditemukan sebanyak 21,07 persen menderita stunting. Tahun 2021 ini (sampai 15 Juli 2021) telah diukur 117.442 balita, ditemukan balita stunting sebanyak 22.527 atau 19,62 persen.

Kemiskinan, selama tiga tahun terakhir angka kemiskinan juga menurun drastis. Tahun 2018; 16,55 persen, 2019; 16,15 persen, dan 2020 turun 15,24 persen. “Capaian lainnya  Desa Tete Batu berhasil terpilih mewakili Indonesia di ajang best tourism village 2021. Lotim juga mendapatkan anugrah apresiasi implementasi Keterbukaan Publik dari Komisi Informasi Pusat (KIP),’’ tutup Taofik. (m gazali/habis)